Indonesia Cycling Federation (ICF) mengirim empat atlet untuk berkompetisi pada Asian BMX Continental Championships 2026 di Malaysia sebagai bagian dari program persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keempat atlet yang akan memperkuat Indonesia dalam ajang tersebut adalah Rio Akbar, Fasya Ahsana, Jasmin Azzahra, dan Amellya Nur Sifa.
“Keempat atlet tersebut juga merupakan bagian dari skuad yang dipersiapkan untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026,” kata Sekretaris Jenderal ICF Jadi Rajagukguk.
Asian BMX Continental Championships 2026 sendiri akan berlangsung pada 6-8 Agustus di Arena BMX Nilai di Negeri Sembilan, Malaysia.
Asian BMX Continental Championships 2026 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan konfederasi balap sepeda Asia. Kejuaraan edisi tahun ini memiliki arti strategis karena menjadi salah satu kompetisi internasional terakhir yang diikuti para atlet sebelum memasuki persiapan akhir menuju Asian Games 2026.
“ICF menjadikan kejuaraan tersebut bukan hanya sebagai ajang berburu prestasi, tetapi juga sebagai sarana uji tanding untuk mengukur perkembangan atlet setelah menjalani program latihan dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya.
“Kejuaraan ini menjadi bagian dari program try out dan evaluasi akhir tim sebelum menghadapi Asian Games 2026,” ujar Jadi.
Ia menjelaskan para atlet telah menjalani program latihan secara intensif dan terstruktur yang mencakup peningkatan kemampuan teknik, kondisi fisik, strategi balap, hingga simulasi pertandingan.
Program tersebut disusun agar atlet mampu beradaptasi dengan situasi perlombaan sekaligus meningkatkan konsistensi performa di level internasional. Selain itu, tim pelatih secara berkala melakukan evaluasi terhadap hasil latihan setiap atlet.
Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyempurnakan program pembinaan sehingga para atlet diharapkan mencapai kondisi terbaik ketika tampil pada kejuaraan maupun Asian Games tahun depan.
Terkait target, Jadi mengatakan setiap kejuaraan yang diikuti Indonesia tetap memiliki sasaran prestasi. Namun, pada ACC kali ini fokus utama tim adalah mengukur kesiapan atlet, mengevaluasi efektivitas program latihan, serta memetakan kekuatan negara-negara pesaing yang juga diperkirakan akan menjadi lawan pada Asian Games 2026.
Menurut dia, hasil yang diperoleh di Malaysia akan menjadi bahan evaluasi penting bagi ICF dalam menyusun program lanjutan menjelang Asian Games, termasuk menentukan aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan baik dari sisi teknik maupun strategi balap.
“Jika hasil tersebut dapat berbuah podium tentu menjadi nilai tambah, namun yang paling penting adalah memastikan para atlet berada pada kondisi terbaik saat tampil di Asian Games 2026,” ujar Jadi. (Ant)

