Wednesday, June 10, 2026

Masih Cidera Leher C7, Mario Aji Optimis ‘Comeback’ Sebelum Jeda Musim Panas

Share

Pembalap Idemitsu Honda Team Asia asal Indonesia, Mario Suryo Aji menargetkan dapat kembali membalap di Kejuaraan Dunia Moto2 2026 sebelum jeda musim panas setelah menjalani pemulihan akibat cedera retak ruas tulang leher C7.

“Semoga sebelum summer break karena yang saya rasakan sekarang sudah hampir pulih 100 persen,” kata Mario di Jakarta, Selasa (9/6).

Mario telah melewatkan tiga seri beruntun, yakni Grand Prix Catalunya, Italia, dan Hungaria, lantaran harus menjalani operasi dan pemulihan cedera. Absennya Mario membuat koleksi poinnya tertahan di angka tiga.

Mario meraih tiga poin tersebut dari Grand Prix Brasil setelah finis di posisi ke-13 di Sirkuit Ayrton Senna, Goiania, pada Maret lalu. Hasil itu menjadi poin pertama Mario musim ini sekaligus poin pertama Idemitsu Honda Team Asia di Moto2 2026.

Berdasarkan klasemen sementara Moto2 pada laman resmi MotoGP, Mario berada di urutan ke-25 dengan koleksi tiga poin. Kondisi itu membuat momentum kembalinya pembalap asal Magetan, Jawa Timur, tersebut penting untuk kembali membangun ritme kompetitifnya.

Mario menjelaskan cedera yang ia alami bermula dari kecelakaan di Sirkuit Jerez pada GP Spanyol. Namun, masalah tersebut baru terdeteksi di GP Prancis, Sirkuit Le Mans, ketika dia merasa tidak dapat mengendalikan motor dengan baik.

“Sebenarnya masalahnya sudah ada dari Jerez. Kami baru mengetahuinya setelah Le Mans dan perlu ada tindakan,” ujar Mario.

Mario mengatakan cedera tersebut berupa retak pada ruas tulang leher C7. Gejala yang dia rasakan menjalar hingga lengan dan membuatnya mengalami mati rasa.

Pada GP Hungaria di Sirkuit Balaton Park, 5-7 Juni 2026, posisi Mario di Idemitsu Honda Team Asia digantikan pembalap Australia Jacob Roulstone. Tim memilih memberi waktu pemulihan lebih panjang agar Mario dapat kembali dalam kondisi siap balap.

Mario mengatakan dia dijadwalkan terbang ke Spanyol pada pekan depan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Hasil pemeriksaan itu akan menentukan kapan ia mendapat lampu hijau untuk kembali turun dalam akhir pekan balap.

Dia pun belum ingin memastikan seri pertama yang akan menjadi momentum kembalinya ke lintasan. Namun, Mario membuka peluang tampil pada Grand Prix Jerman pada Juli 2026, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan perkembangan positif.

“Mungkin Jerman. Minggu depan saya harus terbang ke Spanyol untuk cek lebih lanjut lagi perkembangannya seperti apa,” ujar Mario.

Mario mengakui masa pemulihan kali ini menjadi fase tidak mudah karena dalam beberapa tahun terakhir dia beberapa kali harus menghadapi cedera dan operasi saat musim balap berjalan. “Saya akan berusaha menjaga kepercayaan selama menjalani proses pemulihan agar dapat kembali melanjutkan musim dengan kondisi terbaik,” tungkasnya.

Read more

Local News