Tuesday, April 7, 2026

Tadej Pogacar Juara Tour of Flanders untuk Ketiga Kalinya

Share

Tadej Pogacar menjuarai Tour of Flanders di Belgia untuk ketiga kalinya pada Minggu (5/4) waktu setempat, setelah juara dunia itu mengungguli rival utamanya Mathieu van der Poel yang finis di posisi kedua dengan 18 km tersisa.

Pogacar kini mengoleksi 12 kemenangan di ajang Monumen, untuk membuat pebalap 27 tahun itu sekarang menempati posisi kedua dalam daftar sepanjang masa. Ia hanya kalah dari Eddy Merckx yang memiliki 19 gelar Monumen.

Pogacar sudah tiga kali balapan tahun ini dan memenangi semuanya. Jika ia menjuarai ajang Paris-Roubaix pada akhir pekan depan, ia akan masuk kelompok elite sebagai pebalap keempat yang memenangi kelima Monumen, mengikuti jejak Merckx serta dua pebalap Belgia Rik Van Looy dan Roger De Vlaeminck.

Juara Olimpiade dua kali Remco Evenepoel finis di posisi ketiga, mengungguli sesama pebalap Belgia Wout van Aert.

Diketahui, Van der Poel mengincar kemenangan keempat pada balapan tipe Monumen kedua musim ini, tetapi Pogacar justru mencatatkan dua kemenangan beruntun di balapan klasik prestisius setelah memenangi balapan Milan-San Remo bulan lalu.

Balapan tipe Monumen adalah jenis balapan klasik satu hari legendaris, memiliki sejarah panjang, dengan rute ikonik. Terdapat lima balapan tipe Monumen, yakni Milan-San Remo (Italia), Tour of Flanders (Belgia), Paris-Roubaix (Prancis), Liege-Bastogne-Liege (Belgia), dan Il Lombardia (Italia).

“Itu balapan yang benar-benar gila hari ini, saya tidak tahu harus berkata apa: sangat berat sejak kilometer entah berapa,” kata Pogacar dikutip dari The Guardian, Senin.

“Saya tidak terlalu sering balapan, jadi setiap kali saya turun ada tekanan untuk menang. Sejauh ini semuanya berjalan sempurna bagi saya, jadi saya sangat puas. Pekan depan ke Roubaix saya datang dengan motivasi, tapi saya juga ingin menikmati jalan berbatu,” katanya melanjutkan.

Meski demikian Pogacar kemudian mengetahui bahwa ia termasuk di antara hingga 20 pebalap yang bisa mendapat tindakan dari otoritas Belgia setelah menerobos lampu merah di perlintasan kereta api.

Di perlintasan rel yang kontroversial tersebut, pembalap utama berhenti sesuai aturan, tetapi Pogacar dan sekelompok pembalap terdepan lainnya melintasi rel demi mengejar grup terdepan, meskipun ada sinyal peringatan dan risiko kereta yang melintas.

Pogacar mengklaim dirinya dan beberapa pebalap lain terlambat menyadari menyalanya lampu merah.

Kantor jaksa wilayah East Flanders mengumumkan akan menindak para pebalap yang melanggar aturan keselamatan jalan. “Para pelanggar akan diidentifikasi dan laporan akan dibuat,” demikian pernyataan kantor jaksa tersebut.

 

Read more

Local News