Tuesday, May 12, 2026

Jasa Marga Siagakan Respons Cepat 24 Jam dalam Penanganan Preservasi Jalan Tol Sambut Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026

Share

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan seluruh layanan preservasi siaga selama 24 jam menjelang periode libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang jatuh pada periode Kamis hingga Minggu (14-17 Mei 2026) mendatang.

Kesiapsiagaan ini merupakan komitmen Jasa Marga dalam menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan curah hujan tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan tol merupakan prioritas utama Perseroan yang dilakukan dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mendukung kelancaran perjalanan pengguna jalan tol.

“Jalan tol bukan hanya sekadar infrastruktur konektivitas, melainkan ruang publik yang harus menjamin keselamatan pengguna jalan. Melalui pendekatan preservasi yang proaktif dan responsif selama 24 jam, kami berkomitmen menjaga kondisi jalan agar tetap optimal. Kesiapan infrastruktur jalan tol menjadi fokus utama kami untuk mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Rivan.

Potensi kerusakan permukaan infrastruktur jalan tol juga rentan meningkat karena curah hujan tinggi yang dikombinasikan dengan beban lalu lintas kendaraan berat, terutama kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi jalan tol secara berkelanjutan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga peningkatan kualitas jalan di seluruh ruas operasional.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Jasa Marga juga mengedepankan preservasi yang bersifat preventif, yaitu pemeliharaan yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan signifikan. Preservasi preventif bertujuan untuk memperpanjang usia pakai jalan dan mencegah munculnya lubang (pothole) sejak dini.

Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi perkerasan jalan secara berkala, perbaikan retak halus agar air tidak meresap ke lapisan bawah, hingga penguatan struktur jalan pada titik-titik yang sering dilalui beban kendaraan berat.

Selain upaya preventif tersebut, Jasa Marga juga menyiagakan tim preservasi 24 jam untuk memantau kondisi perkerasan jalan tol dengan penanganan yang tepat dan cepat. Dalam mendukung percepatan deteksi kerusakan, Jasa Marga memanfaatkan dukungan teknologi digital seperti Hawkeye Smart Inspection Car untuk memetakan kondisi jalan secara presisi.

Data dari sistem tersebut, ditambah pantauan dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan inspeksi petugas patroli di lapangan, serta laporan aduan pelanggan via Aplikasi Travoy, memungkinkan tim preservasi melakukan tindakan segera.

“Menjelang periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, kami makin meningkatkan standar respons cepat dengan penanganan lubang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terdeteksi oleh sistem maupun laporan pengguna jalan. Tim kami di lapangan bekerja secara shift sepanjang 24 jam untuk memastikan tidak ada gangguan infrastruktur yang menghambat perjalanan pengguna jalan,” tambah Rivan.

Di sisi lain, kesiagaan 24 jam juga mencakup pemantauan titik rawan genangan air. Jasa Marga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase serta kolam tampungan air/ longstorage secara intensif di sejumlah lokasi. Langkah ini krusial untuk menjaga kapasitas aliran air tetap optimal, sehingga meminimalisir risiko genangan yang berpotensi mempercepat penurunan kondisi jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Seluruh rangkaian pekerjaan preservasi ini dijalankan oleh anak usaha Service Provider Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) yang dalam pengerjaannya terintegrasi dengan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) untuk pengaturan lalu lintas selama pekerjaan preservasi serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di lingkungan Jasa Marga Group.

Operasional dilakukan dengan tetap mengedepankan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta koordinasi erat bersama Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Melalui penguatan kegiatan preservasi yang bersifat preventif dan kesiapan layanan operasional selama libur panjang, kami berkomitmen memastikan seluruh ruas tol tetap laik operasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman berkendara yang lebih baik, meminimalisasi potensi gangguan, serta mendukung perjalanan masyarakat yang lebih lancar, aman, efisien dan berkeselamatan selama periode libur panjang ini,” tutup Rivan.

Read more

Local News