Mandalika Grand Prix Association (MGPA) melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mematangkan persiapan MotoGP Indonesia 2026 dan kalender event di Sirkuit Internasional Mandalika.
“Koordinasi ini menjadi kunci utama demi menyukseskan agenda balap internasional maupun nasional yang padat di sirkuit kebanggaan Indonesia,” kata Direktur Utama MGPA Ananda Mikola diketerangan resminya, Rabu (10/6/26).
Ananda memaparkan sejumlah program strategis yang tengah digodok. Salah satu fokus utama yang dibahas yakni kesiapan teknis sirkuit menjelang balapan motor paling bergengsi di dunia itu.
“Kami tidak hanya fokus pada hari pelaksanaan balapan. Rangkaian program pendukung bertajuk Road to MotoGP juga tengah disiapkan. Program pra-event ini direncanakan menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang melibatkan banyak pihak,” katanya.
MGPA juga menyiapkan sejumlah kejutan untuk mendongkrak antusiasme publik global dan domestik. Rangkaian ini diharapkan mampu mempertegas posisi Sirkuit Mandalika sebagai destinasi sport tourism unggulan tanah air, sekaligus memperluas efek promosi pariwisata NTB.
“Kami ingin memastikan seluruh persiapan MotoGP berjalan dengan baik melalui koordinasi yang erat bersama Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah,” katanya.
Ia menekankan, kesuksesan ajang internasional ini tidak bisa bertumpu pada satu pihak saja, sehingga dukungan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar penyelenggaraan MotoGP tahun ini dapat berlangsung sukses dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Ia mengatakan relasi harmonis dan komunikasi dua arah antara MGPA dan pemerintah daerah menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan eksistensi sirkuit ke depan. “Mulai dari sektor akomodasi, transportasi, hingga para pelaku UMKM lingkar sirkuit,” katanya.
“Kami percaya keberhasilan Mandalika tidak dapat dicapai sendiri. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara pengelola kawasan, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh stakeholder,” tutup Ananda.


