Tuesday, July 21, 2026
Home Blog Page 77

Pembalap muda Indonesia juara race kedua ATC 2024

0

“Lagu Indonesia Raya berkumandang di Sirkuit Lusail, Qatar”

Balabalap – Pembalap muda Indonesia Kiandra Ramadhipa menjadi juara race kedua seri pembuka Asia Talent Cup (ATC) 2024 di Sirkuit Lusail, Qatar, Minggu (10/3).

Pembalap kelahiran 4 Desember 2009 itu keluar sebagai juara race kedua dan mendapatkan 25 poin sekaligus membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di sirkuit yang juga menjadi pembuka MotoGP musim ini tersebut.

Kiandra memperbaiki catatannya setelah hanya finis posisi keempat pada race pertama Sabtu lalu di belakang tiga pembalap Jepang Zen Mitani, Riichi Takahira, dan Seiryu Ikegami.

Kemenangan ini membuat Kiandra berada pada posisi kedua klasemen ATC 2024 dengan 38 poin, terpaut tujuh poin dari Mitani.

Seri kedua ATC musim ini akan digelar di Sirkuit Internasional Buddh, India pada 20-22 September.

Jalannya pertandingan, memulai balapan dari posisi keempat, Kiandra sempat terpeleset ke posisi keenam pada awal balapan. Namun, perlahan tapi pasti kembali bersaing dalam jajaran rider posisi atas.

Pembalap 14 tahun itu lalu memimpin balapan pada lap kelima setelah terjadi kecelakaan yang melibatkan pembalap Jepang Ryota Ogiwara dengan pembalap Malaysia Farish Hafiy.

Menjelang akhir balapan, persaingan juara berlangsung ketat dengan melibatkan tiga pembalap, Kiandra dan dua pembalap Jepang, Riichi Takahira dan Zen Mitani.

Pada lap terakhir, ketegangan terjadi ketika Kiandra berada pada posisi ketiga, di belakang Mitani dan Takahira yang saling salip merebut posisi pertama.

Di sela-sela pertarungan duo Jepang itu, dengan manuver cantiknya Kiandra menyalip Mitani dan Takahira memastikan race kedua menjadi miliknya. (Ant)

Kehilangan gelar tahun 2008, Felipe Massa gugat Formula 1

0

“Felipe Massa yang sedang memimpin saat Piquet mengalami tabrakan akhirnya finis posisi 13 dan kehilangan gelar juara dengan selisih waktu sangat tipis.”

Balabalap – Mantan pembalap asal Brasil, Felipe Massa menggugat Formula 1  di Pengadilan Tinggi London, Inggris untuk meminta ganti rugi karena kehilangan gelar juara dunia pada musim balap 2008 yang lalu.

Massa hanya kalah satu poin dari Lewis Hamilton pada 2008 yang diwarnai skandal “crashgate” di Grand Prix Singapura.

Waktu itu Renault memberikan kemenangan kepada Fernando Alonso dengan memerintahkan Nelson Piquet Jr agar menabrak mobil mereka yang lain.

Massa yang sedang memimpin saat Piquet mengalami tabrakan akhirnya finis posisi 13 dan kehilangan gelar juara dengan selisih waktu sangat tipis.

Pada musim berikutnya, Piquet mengakui kecelakaan itu terjadi atas perintah atasannya.

Massa juga memperkarakan mantan CEO Formula 1 Bernie Ecclestone dan Federation Internationale de l’Automobile (FIA) yang menaungi cabang olahraga ini.

Mantan pembalap Ferrari itu meminta ganti rugi sebesar 80 juta dolar AS (Rp1,24 triliun) atas kerugian kehilangan gaji, sponsor dan kerja sama komersial lainnya akibat insiden itu.

Felipe Massa

“Massa meminta pernyataan bahwa FIA telah melanggar peraturannya dengan tidak segera menyelidiki kecelakaan Nelson Piquet Jr di Grand Prix Singapura 2008, dan jika FIA bertindak dengan benar, Massa akan memenangkan kejuaraan tahun itu,” demikian pernyataan pengacara Massa, sebagaimana diwartakan AFP dan dilansir Antaranews, Selasa (12/3).

“Massa juga meminta ganti rugi atas kerugian finansial signifikan yang dideritanya akibat kegagalan FIA, di mana Tuan Ecclestone dan FOM (Manajemen Formula Satu) juga terlibat,” kata dia.

Gelar juara dunia 2008 adalah yang pertama bagi Hamilton dan sejak itu dia menyamai rekor tujuh gelar dunia Michael Schumacher.

“Kalau itu arah yang ingin dituju Felipe, itu keputusannya. Tapi saya memilih untuk tidak membahas masa lalu,” kata Hamilton saat ditanyai soal kasus itu.

Setelah insiden itu, Massa tidak memenangkan balapan F1 dan mengalami cedera kepala dalam Grand Prix Hungaria 2009, kendati tetap meneruskan karir membalap hingga 2017.

Suatu malam di Utara Jakarta

0

 

photo by @traey_trtspeed

 

photo by @traey_trtspeed

Pecco juara seri pembuka 2024 MotoGP Qatar

0

“Kami mampu mengontrol motor lebih baik,” kata Francesco Bagnaia.

Balabalap – Francesco Bagnaia keluar sebagai juara seri pembuka 2024, MotoGP Qatar, di Sirkuit Internasional Lusail, Senin (11/3).

Pembalap Ducati Lenovo ini unggul 1,329 detik dari Brad Binder (Red Bull KTM) dan 1,933 detik dari runnerup MotoGP 2023 Jorge Martin (Prima Pramac).

“Kami tahu ada hal yang harus diperbaiki (dari latihan dan Sprint), dan hari ini adalah hari yang berbeda dengan kemarin. Kami mampu mengontrol motor lebih baik,” kata Bagnaia dilansir Antaranews, Senin (11/3).

Pembalap yang akrab disapa Pecco itu memulai balapan dari posisi kelima. Dia segera memacu kendaraannya untuk merebut posisi terdepan dari Martin yang merupakan polesitter sekaligus pesaing terberatnya musim lalu.

Sang juara bertahan juga mendahului Aleix Espargaro (Aprilia Racing), Binder, dan rekan satu timnya, Enea Bastianini. Dia mempertahankan posisi terdepan sejak lap pertama.

Dia kemudian melaju nyaman setelah memastikan margin 1 detik dari para pembalap lain.

Persaingan yang lebih seru berada di belakang juara dunia dua kali itu, yaitu Martin dan Binder.

Binder, dengan motor KTM RC16 terbaru yang dikendarainya, memberikan tekanan kepada Martin dengan agresif sejak awal balapan, sama seperti saat sesi balapan Sprint sehari sebelumnya.

“Saya sangat senang. Hari ini sudah diprediksi akan berlangsung sulit, dan saya merasa senang karena bisa mengontrol semua aspek dengan baik,” kata Binder.

“Saya berterima kasih kepada tim saya karena sudah memberikan motor dengan level seperti ini. Semoga kami bisa mempertahankan performa ini di balapan selanjutnya,” ujarnya menambahkan.

Tantangan Martin untuk mengamankan satu tempat di podium tak hanya datang dari Binder, namun juga dari duo Gresini Racing, Marc dan Alex Marquez, yang masing-masing finis pada posisi keempat dan enam.

Juara Moto2 dan Moto3 Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) juga mengintai tiga pembalap Spanyol itu pada pertengahan balapan.

Meski kesulitan saat memulai balapan, Acosta dengan percaya diri menembus pertahanan Marquez bersaudara dan sempat terpaut tipis dari Martin, sebelum mengakhiri balapan pada posisi sembilan.

Sementara itu, Bastianini yang sempat terpental jauh dari posisi awal, memanfaatkan peluang pada momen krusial dan finis dalam posisi kelima dengan margin 5,153 detik dari rekan satu timnya.

Melengkapi daftar 10 besar MotoGP Qatar 2024 adalah Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) di P7, Espargaro di P8, dan Maverick Vinales (Aprilia Racing) di P10.

Setelah ini, seri kedua MotoGP 2024 akan bergulir di Sirkuit Internasional Algarve, Portugal, pada 21-23 Februari.

Video1 #2

0