Sunday, August 2, 2026
Home Blog

GIIAS 2026: Kia Carens EV Babak Baru Mobilitas Keluarga Indonesia

0
Kia Carens EV

Kia Sales Indonesia membuka babak baru perjalanan elektrifikasi di Indonesia melalui kehadiran Carens EV pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Carens EV menjadi representasi visi Kia dalam menghadirkan masa depan mobilitas keluarga yang lebih cerdas, berkelanjutan, dan semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Elektrifikasi bukan hanya tentang menghadirkan kendaraan listrik, tetapi juga bagaimana menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui Carens EV, kami ingin memperlihatkan bagaimana DNA Carens dapat berkembang ke era elektrifikasi tanpa meninggalkan kenyamanan, fleksibilitas, dan karakter yang selama ini menjadi pilihan keluarga Indonesia,” ujar Harry Yanto, VP Operation Kia Sales Indonesia.

Sejalan dengan komitmennya dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, Kia terus memperkuat kolaborasi dengan ekosistem manufaktur kendaraan listrik nasional.

Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik Kia yang saat ini telah melampaui persyaratan minimum pemerintah sebesar 40 persen dan diproyeksikan terus meningkat hingga melampaui 80 persen.

Melalui proses produksi di pabrik lokal yang berkolaborasi dengan HMG Production Facility serta dukungan pasokan baterai dari Hyundai LG Indonesia, Kia membangun fondasi produksi lokal yang semakin kuat.

Salah satu hasil dari kolaborasi tersebut adalah rencana penggunaan baterai Lithium-Ion berteknologi NMC yang diproduksi secara lokal pada line-up kendaraan listrik Kia di Indonesia. Teknologi ini menawarkan kepadatan energi yang tinggi, jarak tempuh yang lebih optimal, serta kemampuan pengisian daya yang lebih cepat, sekaligus mendukung komitmen Kia dalam menghadirkan kendaraan listrik berstandar kualitas global.

MPV Listrik untuk Keluarga Indonesia

Mengadopsi karakter khas Carens, Carens EV dirancang sebagai MPV listrik yang tetap mengutamakan kenyamanan seluruh anggota keluarga, efisiensi energi, serta teknologi kendaraan listrik yang relevan dengan kebutuhan mobilitas keluarga Indonesia.

Di dalam kabin, Carens EV menghadirkan pengalaman yang lebih premium melalui panoramic display, panoramic sunroof, hingga fitur konektivitas yang dirancang agar setiap perjalanan menjadi lebih intuitif dan menyenangkan bagi seluruh penumpang.

Selain mengedapankan kenyamanan, Carens EV juga dirancang dengan berbagai teknologi keselamatan dan fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) untuk mendukung pengalaman berkendara yang lebih praktis, aman, dan memberikan ketenangan bagi seluruh anggota keluarga.

“Carens EV menjadi gambaran arah pengembangan kendaraan listrik Kia di Indonesia. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan ekosistem kendaraan listrik nasional serta menghadirkan inovasi yang didukung kapabilitas manufaktur lokal dan standar kualitas global Kia untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia,” tutup Harry Yanto.

Timur Tengah Memanas, Formula 1 Musim 2026 Bakal Selesai Lebih Cepat

0
Formula satu

Ajang Formula Satu (F1) akan mengakhiri musim 2026 di Eropa apabila dua seri penutup, Grand Prix Qatar dan Abu Dhabi batal digelar akibat situasi di Timur Tengah yang makin memanas.

“Saat ini, balapan di Qatar dan Abu Dhabi tetap terkonfirmasi. Omong-omong, tiket untuk kedua balapan itu juga sudah terjual habis. Bila itu tidak memungkinkan, akhir musim akan berlangsung di Eropa karena kami tidak bisa pergi ke tempat lain,” kata CEO Formula One, Stefano Domenicali.

Kata Domenicali, Formula Satu masih akan memantau perkembangan situasi sebelum mengambil keputusan final terkait perubahan kalender. “Batas waktu untuk memutuskan perubahan jadwal ditetapkan pada pertengahan September,” paparnya.

“Kami akan mengambil waktu semaksimal mungkin untuk melihat bagaimana situasi berkembang dan akan membuat keputusan pada waktu yang tepat,” ujarnya.

Grand Prix Qatar dijadwalkan berlangsung pada 29 November, sedangkan Grand Prix Abu Dhabi akan menjadi seri penutup musim pada 6 Desember.

Sebagai langkah antisipasi, Domenicali mengonfirmasi Sirkuit Imola di Italia masuk dalam daftar kandidat pengganti bila dua balapan di Timur Tengah tersebut tidak dapat digelar. Imola, yang absen dari kalender musim ini, disebut menjadi salah satu opsi utama untuk mengakhiri musim di Eropa.

Rencana cadangan itu muncul setelah Grand Prix Arab Saudi dan Bahrain yang semula dijadwalkan berlangsung pada April dibatalkan akibat perang Iran. Seri Bahrain kemudian dipindahkan ke Sirkuit Sepang, Malaysia pada 4 Oktober dengan sebagian besar biaya ditanggung Kerajaan Bahrain.

Domenicali menambahkan F1 juga telah menyiapkan sejumlah skenario untuk kalender musim 2027 apabila situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, F1 tetap menargetkan menggelar 24 seri Grand Prix pada musim depan.

“Tentu saja bila situasi di Timur Tengah belum terselesaikan, kami memiliki beberapa opsi dan rencana yang berbeda. Namun pemicu untuk mengambil keputusan itu baru pada akhir tahun, sehingga kami masih memiliki banyak waktu,” kata Domenicali.

Selain itu, Portugal dan Turki dipastikan kembali masuk kalender balap musim depan. F1 juga terus menjajaki peluang menggelar balapan di Afrika, serta menerima minat dari sejumlah negara di Asia dan Amerika Selatan, meski untuk saat ini tetap mempertahankan satu seri Grand Prix di China.

Kia Resmi Pasarkan The all-new Seltos di GIIAS 2026

0
Kia The all-new Seltos

Kia Sales Indonesia resmi memasarkan The all-new Seltos pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Sebelumnya, SUV global Kia ini telah diperkenalkan secara bertahap melalui berbagai aktivitas, mulai dari Indonesia International Motor Show (IIMS) Jakarta, IIMS Surabaya, Kia Collezione, hingga The all-new Seltos Driving Experience.

“Kehadirannya di GIIAS menjadi penanda dimulainya pemasaran resmi The all-new Seltos di Indonesia,” kata Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia.

“The all-new Seltos resmi dipasarkan di Indonesia. Kami optimistis model ini dapat menjadi pilihan baru bagi pelanggan yang menginginkan SUV yang dikembangkan secara menyeluruh untuk mendukung kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujarnya.

Secara global, Seltos terus menjadi salah satu model dengan kontribusi penjualan terbesar bagi Kia. Pada Juni 2026 saja, lebih dari 35 ribu unit Seltos berhasil terjual di berbagai negara. Sementara sepanjang paruh pertama tahun 2026, penjualannya telah melampaui 177 ribu unit, mencerminkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap SUV ini di berbagai pasar dengan karakter dan kebutuhan yang beragam.

Kia The all-new Seltos

Momentum tersebut turut memperkuat keyakinan Kia Sales Indonesia untuk menghadirkan The all-new Seltos secara resmi kepada konsumen Tanah Air. “The all-new Seltos kami kembangkan sebagai SUV yang mampu menjawab kebutuhan pelanggan saat ini. Bukan hanya tampil dengan desain yang berkarakter, tetapi juga menghadirkan peningkatan pada aspek kenyamanan, teknologi, performa, dan keselamatan. Seluruh penigkatan tersebut kami lakukan agar setiap peningkatan yang dihadirkan benar-benar dapat dirasakan oleh konsumen,” lanjut Welly Nugroho, VP Commercial Kia Sales Indonesia.

Desain Berkarakter

Mengusung filosofi desain Opposites United dan World Class Design, The all-new Seltos tampil dengan identitas baru Kia yang lebih modern dan berkarakter. Desain Digital Tiger Face, Star Map Signature Lighting, proporsi bodi yang lebih kokoh, serta streamline flush door handles menghadirkan karakter SUV yang premium sekaligus tampil lebih berani.

Pilihan warna Aurora Black Pearl, Gravity Gray, Ivory Silver Gloss, Glacier White Pearl, serta dua warna baru Morning Haze dan Magma Red memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan untuk menyesuaikan karakter dan preferensi mereka.

Di dalam kabin, The all-new Seltos menghadirkan Panoramic Dual Display yang mengintegrasikan panel instrumen digital dan sistem infotainment dalam satu tampilan. Kenyamanan berkendara didukung Auto Climate Control, Leather Seat with Electric Seat, Ventilated Front Seats, BOSE Premium Sound System dan Wireless Charging untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih praktis dan intuitif.

Kia The all-new Seltos

 Performa

Performa The all-new Seltos didukung mesin Smartstream 1.5L yang dipadukan dengan Intelligent Variable Transmission (IVT). Kombinasi tersebut menghasilkan karakter berkendara yang halus, dan efisien untuk berbagai kondisi jalan. Pengalaman berkendara semakin didukung Drive Mode Select dengan pilihan Eco, Normal, dan Sport, serta penyempurnaan pada aspek Noise, Vibration, and Harshness (NVH) yang membuat kabin terasa lebih senyap dan nyaman.

Untuk mendukung rasa percaya diri saat berkendara, The all-new Seltos dibangun di atas Advanced K3 Platform dan dilengkapi berbagai fitur keselamatan, termasuk ADAS, Blind Spot View Monitor, Surround View Monitor, enam airbags, serta berbagai fitur keselamatan aktif dan pasif lainnya yang membantu pengemudi di berbagai kondisi perjalanan.

Selain itu, The all-new Seltos juga menghadirkan berbagai fitur yang mendukung kepraktisan penggunaan sehari-hari, seperti Remote Engine Start, Electronic Parking Brake (EPB) dengan Auto Hold, Wireless Charging, serta Tire Pressure Monitoring System (TPMS). Seluruh fitur tersebut dirancang untuk memberikan kemudahan dalam setiap perjalanan, mulai dari mempersiapkan kendaraan sebelum berangkat hingga membantu pengemudi tetap nyaman selama berkendara.

The all-new Seltos resmi dipasarkan di Indonesia dalam tiga pilihan varian dengan harga OTR Jakarta, yaitu GT Line seharga Rp 469,000,000; Prestige ADAS seharga Rp 417,000,000 dan Trendy seharga Rp 359,000,000.

“Kami mengundang masyarakat untuk mengunjungi booth Kia di GIIAS 2026 di Hall 3J dan melihat langsung The all-new Seltos. Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan langsung pengalaman berkendaranya melalui sesi test drive, sehingga dapat mengenal berbagai penyempurnaan yang kami hadirkan pada SUV ini secara lebih menyeluruh,” tutup Welly.

Putaran 3 Kejurnas Drag Race 2026 Berkonsep Festival Otomotif

0
Kejurnas Drag Race 2026

Kejuaraan nasional (Kejurnas) Drag Race 2026 putaran tiga akan diselenggarakan dengan konsep festival otomotif. Kejuaraan yang masuk kalender resmi Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini akan digelar pada 25-26 Juli di Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat.

“Drag race putaran tiga dengan konsep baru ini akan lebih meriah dengan melibatkan berbagai komunitas otomotif yang disemarakkan juga dengan berbagai kegiatan aktivitas yang menarik,” kata pimpinan lomba Sentul Drag Record SIMPATI 5G Hasanudin.

Digelar dengan kolaborasi promotor balap Sonic Speed dan Tonsco, Kejurnas Drag Race putaran tiga melombakan 34 kategori yang terbagi dalam Kelas 201 meter dan Kelas 402 meter.

Dari keseluruhan kategori tersebut, enam kelas merupakan kelas resmi Kejurnas Drag Race yaitu bracket 8 detik, bracket 9 detik non diesel, bracket 9 detik diesel, bracket 10 detik non diesel, bracket 10 detik diesel, dan bracket 9 detik.

“Konsep baru tersebut merupakan upaya untuk menghadirkan pengalaman yang lebih lengkap bagi peserta maupun penonton,” ucap Hasanudin.

Kehadiran konsep festival otomotif juga menjadi langkah baru dalam menghadirkan hiburan yang lebih inklusif, sehingga pengunjung dapat menikmati aksi balap sekaligus berbagai aktivitas menarik di luar lintasan.

Menurutnya, penyelenggaraan drag race saat ini tidak hanya berfokus pada kompetisi di lintasan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang berkumpul bagi berbagai elemen seperti pembalap, komunitas, kolektor, hingga masyarakat umum.

Dengan demikian, setiap penyelenggaraan diupayakan mampu memberikan pengalaman yang lebih berkesan sekaligus mendorong tumbuhnya ekosistem motorsport nasional yang semakin sehat dan berkembang.

Penyelenggara berharap olahraga otomotif nasional tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman hiburan yang modern, inklusif, dan relevan dengan perkembangan gaya hidup digital masyarakat.

 

CPA Pertanyakan Relevansi Pemeriksaan Tes Doping Peserta Tour de France 2026 Malam Hari

0
Tour de France 2026

Cyclistes Professionnels Associés (CPA) atau Asosiasi Pesepeda Profesional mempertanyakan relevansi pemeriksaan terkait pelaksanaan tes doping yang dilakukan malam hari ketika sejumlah peserta Tour de France 2026 tengah tertidur untuk beristirahat.

CPA menegaskan dukungannya terhadap pemberantasan doping yang kuat, kredibel, dan efektif. Namun, organisasi itu mempertanyakan relevansi pemeriksaan yang dilakukan ketika para pembalap sedang beristirahat dan memulihkan kondisi tubuh.

“Pemeriksaan pada malam hari menimbulkan pertanyaan mengenai relevansinya. Mengganggu waktu istirahat mereka di tengah malam untuk menjalani pemeriksaan kini memerlukan pertimbangan serius,” demikian pernyataan CPA dilansir dari Cyclingnews.

Sorotan tersebut muncul setelah Jonas Vingegaard dibangunkan sekitar pukul 02.00 waktu setempat pada Minggu dini hari, menjelang etape pegunungan menuju Plateau de Solaison. Tadej Pogacar kemudian menjalani pemeriksaan serupa sekitar tiga jam setelahnya.

Pogacar dan Vingegaard bukan satu-satunya pembalap yang menjadi sasaran pemeriksaan. Sedikitnya lima tim lain juga didatangi petugas untuk menjalani tes pada atau sebelum pukul 05.00 waktu setempat.

Pelaksanaan tes pada waktu tersebut tidak lazim karena peraturan Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) dan Badan Anti-Doping Dunia (WADA) pada umumnya membatasi pemeriksaan dalam rentang pukul 06.00 hingga 23.00.

Meski demikian, pemeriksaan tengah malam dapat digunakan untuk mendeteksi zat peningkat performa yang cepat hilang dari aliran darah. Zat yang dikonsumsi sebelum tidur berpotensi tidak lagi terdeteksi ketika pemeriksaan dilakukan dalam rentang waktu normal.

CPA menilai otoritas anti-doping seharusnya lebih banyak berinvestasi pada penelitian dan pengembangan teknologi pendeteksian dibandingkan menjadikan pemeriksaan tengah malam sebagai kebiasaan.

Menurut CPA, olahraga balap sepeda menyumbangkan sekitar 10 juta euro untuk mendanai pengumpulan dan analisis sampel oleh Badan Pengujian Internasional (ITA). Sementara itu, WADA disebut rata-rata hanya mengalokasikan lima juta dolar Amerika Serikat setiap tahun untuk penelitian dasar pengembangan metode pendeteksian zat doping baru di seluruh cabang olahraga.

“Bukankah akan lebih tepat untuk berinvestasi lebih banyak dalam penelitian ilmiah dan teknologi pendeteksian, dibandingkan meningkatkan jumlah pemeriksaan mendadak yang sangat mengganggu?” kata CPA.

CPA menegaskan para pembalap profesional merupakan pihak pertama yang menginginkan olahraga balap sepeda terbebas dari doping. Mereka bahkan ikut berkontribusi secara langsung dalam pembiayaan pemeriksaan anti-doping.

Namun, organisasi itu mengingatkan bahwa pemeriksaan yang mengganggu waktu tidur dapat memengaruhi proses pemulihan dan menciptakan ketidakadilan karena hanya pembalap atau tim tertentu yang kehilangan waktu istirahat.

“Tujuan kami bukan mempertanyakan pemberantasan doping, justru sebaliknya. Kami ingin upaya tersebut semakin efektif, tepat sasaran, dan efisien dalam mengidentifikasi pelaku kecurangan, tetapi tetap menghormati hak dasar, kesehatan, dan kondisi pemulihan atlet,” ujar CPA.

CPA juga berharap seluruh pemangku kepentingan duduk bersama untuk memperjelas prosedur pemeriksaan serta memastikan setiap tes dilakukan dalam kerangka hukum yang ketat.

“Pemberantasan doping yang efektif sangat penting. Pemberantasan doping yang cerdas juga sama pentingnya,” tegas CPA.

Gandeng n+, Volkswagen Luncurkan Sepeda Listrik Dilengkapi Helm dan Radar

0
Sepeda listrik

Produsen otomotif terkemuka asal Jerman, Volkswagen bekerja sama dengan n+ memperkenalkan sepeda listrik berlisensi baru dengan dukungan teknologi yang difokuskan untuk membantu pengendara meningkatkan kesadaran terhadap kondisi sekitarnya.

“Sepeda listrik baru itu memiliki fitur utama yang disebut Smart View,” tulis Carscoops yang dikutip, Senin (20/7/2026),

Tulisnya, sistem ini menggabungkan kamera yang menghadap ke belakang dengan sensor radar yang memantau kendaraan yang mendekat dari arah belakang.

Layar yang terintegrasi pada setang memungkinkan pengendara melihat kondisi di belakang tanpa harus menoleh dan peringatan dari radar memberi tahu pengendara ketika ada kendaraan yang semakin mendekat dari belakang.

Volkswagen dan n+ juga membekali sepeda listrik baru mereka dengan teknologi pencahayaan yang terinspirasi dari dunia otomotif.

Strip LED yang dipasang di sepanjang rangka berfungsi sebagai lampu siang hari. Lampu tersebut bisa berubah sesuai dengan tindakan pengendara. Saat pengendara mengerem lampu akan menyala merah dan saat berbelok lampu akan berkedip kuning sebagai penanda arah.

Pemasangan lampu tersebut ditujukan untuk memberikan isyarat visual yang lebih jelas kepada pengguna jalan lain mengenai niat pesepeda sebelum mereka melakukan manuver.

Peningkatan aspek keselamatan tidak hanya diterapkan pada sepeda. Sepeda listrik baru VW juga dilengkapi dengan helm yang dihubungkan dan diselaraskan dengan sistem pencahayaan dan memiliki elemen lampu sendiri.

Helm pintar ini dilengkapi dengan teknologi deteksi benturan yang dapat memberi tahu kontak darurat apabila terjadi kecelakaan. Selain helm, tersedia pula sepasang kacamata pintar.

Bersama sistem kamera dan radar pada sepeda, kacamata ini dapat memproyeksikan instruksi navigasi, peringatan lalu lintas, dan informasi perjalanan langsung ke bidang pandang pengendara.

Teknologi tersebut dilaporkan dikembangkan oleh para insinyur yang memiliki pengalaman membuat layar tampilan yang dipasang pada helm pilot militer.

Di antara penyuka sepeda mungkin ada yang tidak menginginkan ekosistem digital yang terinspirasi oleh pesawat tempur sebagaimana sejumlah kecil pengemudi yang lebih menyukai mobil dengan transmisi manual.

Namun, bersepeda di jalan raya termasuk aktivitas yang berisiko. Jadi, penggunaan segala teknologi yang dapat meningkatkan keselamatan pengguna sepeda di jalan raya tentu lebih baik.

Ditempel Ketat Charles Leclerc, Kimi Antonelli Juara GP Belgia

0
Kimi Antonelli

Pembalap Mercedes Kimi Antonelli, sukses menjuarai balapan F1 GP Belgia di Sirkuit Spa-Francorchamps, Minggu (19/7/2026).

Start dari pole position, Antonelli mengamankan kemenangan ke-6 musim ini setelah menyalip Charles Leclerc di lap-lap akhir dan menahan gempurannya, dengan selisih waktu 1,9 detik di garis finis.

Sebelumnya, Antonelli sempat mendapat perlawanan sengit dari pembalap Red Bull Max Verstappen. Perlahan, Kimi mampu merebut posisi terdepan dari Verstappen yang sempat mengalami penurunan kecepatan.

Balapan pun berlangsung semakin sengit ketika Leclerc mampu melakukan manuver untuk mengambil posisi ketiga dari George Russell. Russell beradu dengan Lewis Hamilton untuk bersaing di posisi keempat, namun sayangnya Russell kehilangan kendali dan memasuki gravel ketika memasuki tikungan enam.

Baca juga: Kimi Antonelli Juara Formula 1 di Sirkuit Suzuka Jepang

Hingga memasuki lap kelima, posisi terdepan masih dipegang oleh Kimi Antonelli, Verstappen, dan Leclerc. Memasuki pertengahan balapan, Lando Norris memimpin posisi terdepan setelah berganti ban. Antonelli kemudian membayangi Norris setelah selesai dengan pergantian ban.

Pada lap ke-31, McLaren melakukan perubahan strategi dengan mengganti ban Norris menjadi ban medium. Posisi balapan kemudian berubah ketika Antonelli menjadi pemimpin balapan disusul oleh Leclerc yang terus dibayangi oleh Verstappen di urutan ketiga.

Hamilton kemudian melakukan manuver di penghujung balapan untuk mengambil posisi keempat dari Piastri.

Hingga balapan berakhir, Kimi Antonelli mampu mengamankan kemenangan di GP Belgia meski terus ditempel ketat oleh Charles Leclerc.

Berikut hasil GP Belgia, Minggu (19/7/2026):
1. Kimi Antonelli
2. Charles Leclerc
3. Max Verstappen
4. Lewis Hamilton
5. Oscar Piastri
6. Isack Hadjar
7. Lando Norris
8. Gabriel Bortoleto
9. Arvin Lindbald
10. Sebastian Colapinto