Home Blog

Jasa Marga Siagakan Respons Cepat 24 Jam dalam Penanganan Preservasi Jalan Tol Sambut Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026

0

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan seluruh layanan preservasi siaga selama 24 jam menjelang periode libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026 yang jatuh pada periode Kamis hingga Minggu (14-17 Mei 2026) mendatang.

Kesiapsiagaan ini merupakan komitmen Jasa Marga dalam menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan tol, terutama di tengah kondisi cuaca yang dinamis dan curah hujan tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur jalan tol merupakan prioritas utama Perseroan yang dilakukan dengan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk mendukung kelancaran perjalanan pengguna jalan tol.

“Jalan tol bukan hanya sekadar infrastruktur konektivitas, melainkan ruang publik yang harus menjamin keselamatan pengguna jalan. Melalui pendekatan preservasi yang proaktif dan responsif selama 24 jam, kami berkomitmen menjaga kondisi jalan agar tetap optimal. Kesiapan infrastruktur jalan tol menjadi fokus utama kami untuk mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Rivan.

Potensi kerusakan permukaan infrastruktur jalan tol juga rentan meningkat karena curah hujan tinggi yang dikombinasikan dengan beban lalu lintas kendaraan berat, terutama kendaraan dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, Jasa Marga melakukan percepatan program preservasi jalan tol secara berkelanjutan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, hingga peningkatan kualitas jalan di seluruh ruas operasional.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Jasa Marga juga mengedepankan preservasi yang bersifat preventif, yaitu pemeliharaan yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan signifikan. Preservasi preventif bertujuan untuk memperpanjang usia pakai jalan dan mencegah munculnya lubang (pothole) sejak dini.

Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi perkerasan jalan secara berkala, perbaikan retak halus agar air tidak meresap ke lapisan bawah, hingga penguatan struktur jalan pada titik-titik yang sering dilalui beban kendaraan berat.

Selain upaya preventif tersebut, Jasa Marga juga menyiagakan tim preservasi 24 jam untuk memantau kondisi perkerasan jalan tol dengan penanganan yang tepat dan cepat. Dalam mendukung percepatan deteksi kerusakan, Jasa Marga memanfaatkan dukungan teknologi digital seperti Hawkeye Smart Inspection Car untuk memetakan kondisi jalan secara presisi.

Data dari sistem tersebut, ditambah pantauan dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC) dan inspeksi petugas patroli di lapangan, serta laporan aduan pelanggan via Aplikasi Travoy, memungkinkan tim preservasi melakukan tindakan segera.

“Menjelang periode libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, kami makin meningkatkan standar respons cepat dengan penanganan lubang ditargetkan selesai dalam waktu kurang dari 24 jam setelah terdeteksi oleh sistem maupun laporan pengguna jalan. Tim kami di lapangan bekerja secara shift sepanjang 24 jam untuk memastikan tidak ada gangguan infrastruktur yang menghambat perjalanan pengguna jalan,” tambah Rivan.

Di sisi lain, kesiagaan 24 jam juga mencakup pemantauan titik rawan genangan air. Jasa Marga melakukan pembersihan dan normalisasi saluran drainase serta kolam tampungan air/ longstorage secara intensif di sejumlah lokasi. Langkah ini krusial untuk menjaga kapasitas aliran air tetap optimal, sehingga meminimalisir risiko genangan yang berpotensi mempercepat penurunan kondisi jalan serta mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Seluruh rangkaian pekerjaan preservasi ini dijalankan oleh anak usaha Service Provider Jasa Marga yaitu PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) yang dalam pengerjaannya terintegrasi dengan PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) untuk pengaturan lalu lintas selama pekerjaan preservasi serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di lingkungan Jasa Marga Group.

Operasional dilakukan dengan tetap mengedepankan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) serta koordinasi erat bersama Kepolisian, Kementerian Pekerjaan Umum, dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

“Melalui penguatan kegiatan preservasi yang bersifat preventif dan kesiapan layanan operasional selama libur panjang, kami berkomitmen memastikan seluruh ruas tol tetap laik operasi. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman berkendara yang lebih baik, meminimalisasi potensi gangguan, serta mendukung perjalanan masyarakat yang lebih lancar, aman, efisien dan berkeselamatan selama periode libur panjang ini,” tutup Rivan.

Dunia Moto2 Prancis 2026: Mario Aji Finis di Posisi Ke-22

0

Pembalap Indonesia dari Idemitsu Honda Team Asia, Mario Suryo Aji finis di posisi ke-22 pada putaran kelima Kejuaraan Dunia Moto2 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, Minggu (10/5/2026).

Mario memulai balapan dari posisi ke-23 dan belum mampu menembus zona poin dalam lomba yang sempat dihentikan akibat banyaknya kecelakaan.

Balapan awal langsung berjalan ketat dengan persaingan di barisan depan melibatkan Izan Guevara, Daniel Holgado, dan Manuel Gonzalez. Namun, Holgado mengalami crash sebelum lap pertama selesai. Kondisi lintasan yang sulit membuat sejumlah pembalap lain juga terjatuh pada lap-lap awal.

Race Director kemudian mengibarkan red flag pada lap ketiga untuk menghentikan sementara balapan demi alasan keselamatan. Setelah jeda, lomba dimulai ulang dengan jumlah balapan dipangkas menjadi sembilan lap dan posisi start kembali menggunakan susunan grid awal.

Pada restart, Guevara kembali tampil dominan di depan, sementara Mario masih bertahan di kelompok belakang.

Sejumlah insiden kembali terjadi setelah restart. Barry Baltus, Collin Veijer, dan Ayumu Sasaki gagal menyelesaikan balapan.

Mario sempat naik ke posisi ke-21, namun akhirnya menutup balapan di urutan ke-22 dengan selisih 22,773 detik dari pemenang.

Guevara keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 14 menit 14,987 detik. Posisi kedua ditempati Gonzalez dengan selisih 0,566 detik, sedangkan Ivan Ortola melengkapi podium di posisi ketiga.

Hasil lengkap Moto2 Prancis 2026:

  1. Izan Guevara (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2) 14 menit 14,987 detik
  2. Manuel Gonzalez (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP) +0,566 detik
  3. Ivan Ortola (QJMOTOR-El Motorista-MSI) +2,969 detik
  4. Alonso Lopez (ITALJET Gresini Moto2) +3,949 detik
  5. David Alonso (CFMOTO Inde Aspar Team) +5,165 detik
  6. Celestino Vietti (Folladore SpeedRS Team) +6,011 detik
  7. Senna Agius (LIQUI MOLY Dynavolt Intact GP) +6,673 detik
  8. Joe Roberts (OnlyFans American Racing Team) +6,848 detik
  9. Filip Salac (OnlyFans American Racing Team) +9,112 detik
  10. Aron Canet (ELF Marc VDS Racing Team) +10,306 detik
  11. Daniel Holgado (CFMOTO Inde Aspar Team) +10,623 detik
  12. Sergio Garcia (ITALJET Gresini Moto2) +11,571 detik
  13. Zonta van den Goorbergh (Momoven Idrofoglia RW Racing Team) +11,773 detik
  14. Deniz Öncü (ELF Marc VDS Racing Team) +12,301 detik
  15. Tony Arbolino (REDS Fantic Racing) +13,649 detik
  16. Alex Ferrandez (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2) +14,469 detik
  17. Luca Lunetta (Folladore SpeedRS Team) +14,664 detik
  18. Jose Antonio Rueda (Red Bull KTM Ajo) +14,791 detik
  19. Adrian Huertas (Italtrans Racing Team) +16,628 detik
  20. Marcos Ramirez (QJMOTOR-El Motorista-MSI) +17,742 detik
  21. Alex Escrig (KLINT Racing Team) +21,204 detik
  22. Mario Suryo Aji (Idemitsu Honda Team Asia) +22,773 detik
  23. Taiyo Furusato (Idemitsu Honda Team Asia) +24,287 detik
  24. Daniel Muñoz (Italtrans Racing Team) +26,322 detik

Tidak diklasifikasikan:

  • Ayumu Sasaki (Momoven Idrofoglia RW Racing Team)
  • Collin Veijer (Red Bull KTM Ajo)
  • Barry Baltus (REDS Fantic Racing)

Tidak mengikuti restart:

  • Jorge Navarro (KLINT Racing Team)

Dunia Moto3 Prancis 2026: Veda Ega Finis di Posisi Keempat

0

Pada balapan putaran kelima Kejuaraan Dunia Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, Minggu (10/5/2026), pembalap Indonesia Veda Ega Pratama finis di posisi keempat setelah sempat tercecer pada awal lomba yang dipangkas menjadi 13 lap akibat prosedur wet race.

Pembalap Honda Team Asia itu memulai balapan dari posisi keenam, namun sempat turun hingga peringkat ke-14 pada lap awal setelah kehilangan momentum saat start.

Memasuki lap keempat, Veda mulai menembus posisi 10 besar setelah Joel Kelso terjatuh. Pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu kemudian terus memperbaiki posisi seiring insiden crash yang dialami sejumlah pembalap lain.

Veda sempat mendekati zona podium, namun gagal memangkas jarak dengan Matteo Bertelle yang finis ketiga.

Balapan berlangsung sulit karena banyak pembalap mengalami kecelakaan di lintasan licin. Insiden yang melibatkan Brian Uriarte dan David Muñoz membuat bendera kuning berkibar pada sektor pertama.

Sementara itu, Maximo Quiles tampil dominan untuk merebut kemenangan setelah finis terdepan dengan catatan waktu 24 menit 41,640 detik.

Posisi kedua ditempati Adrian Fernandez dengan selisih 1,888 detik, sedangkan Bertelle melengkapi podium di posisi ketiga.

Veda finis di posisi keempat dengan selisih 7,659 detik dari pemenang dan membawa pulang 13 poin dari seri Le Mans.

Hasil lengkap Moto3 Prancis 2026:

  1. Maximo Quiles (CFMOTO Gaviota Aspar Team) 24 menit 41,640 detik
  2. Adrian Fernandez (Leopard Racing) +1,888 detik
  3. Matteo Bertelle (LEVEL UP-MTA) +4,227 detik
  4. Veda Ega Pratama (Honda Team Asia) +7,659 detik
  5. Joel Esteban (LEVEL UP-MTA) +10,916 detik
  6. Guido Pini (Leopard Racing) +17,707 detik
  7. Alvaro Cruces (CIP Green Power) +20,164 detik
  8. David Almansa (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) +20,893 detik
  9. Eddie O’Shea (GRYD-MLav Racing) +21,075 detik
  10. Hakim Danish (AEON Credit MT Helmets MSI) +21,847 detik
  11. Valentin Perrone (Red Bull KTM Tech3) +26,119 detik
  12. Ryusei Yamanaka (AEON Credit MT Helmets MSI) +26,193 detik
  13. Marco Morelli (CFMOTO Gaviota Aspar Team) +32,602 detik
  14. Luca Rammerstorfer (SIC58 Squadra Corse) +33,641 detik
  15. Brian Uriarte (Red Bull KTM Ajo) +34,968 detik
  16. Zyusuke Mitani (Honda Team Asia) +43,820 detik
  17. Ruche Moodley (CODE Motorsports) +44,174 detik
  18. David Muñoz (Liqui Moly Dynavolt Intact GP) +95,800 detik

Tidak diklasifikasikan:

  • Joel Kelso (GRYD-MLav Racing)
  • Rico Salmela (Red Bull KTM Tech3)
  • Scott Ogden (CIP Green Power)
  • Jesus Rios (Rivacold Snipers Team)
  • Alvaro Carpe (Red Bull KTM Ajo)
  • Nicola Carraro (Rivacold Snipers Team)
  • Casey O’Gorman (SIC58 Squadra Corse)

Tidak finis lap pertama:

  • Cormac Buchanan (CODE Motorsports)

Catat, GT World Challenge Asia 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika Awal Bulan Depan

0

GT World Challenge Asia 2026 akan memasuki seri Indonesia yang siap digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 2-3 Mei 2026 mendatang. Sama dengan GTWC Eropa, GTWC Asia mempunyai total empat kelas yang dipertandingkan.

Di GTWC Asia terbagi ke dalam kelas Pro-amSilver-AmSilver, dan Am. Pembagian kelas ini didasarkan pada kategorisasi pembalap. Dengan semua spesifikasi mobil sama, baik jenis maupun spesifikasinya, yakni GT3 yang terhomologasi FIA.

Sedangkan GTWC Eropa terbagi ke dalam empat kelas yakni ProGoldSilver, dan Bronze.

Keempat kelas bisa memperebutkan trofi untuk Endurance dan Sprint Cup, di mana model lomba Sprint Cup diterapkan oleh GTWC selain di Eropa.

Lalu di GTWC Australia punya tiga kelas yaitu Pro-AmAm, dan Trophy. Kelas Trophy diisi oleh mobil-mobil GT3 model lebih lama. Sedangkan GTWC America terdiri dari tiga kelas yakni ProPro-Am, dan Am.

Pada edisi kedua GTWC Asia seri Indonesia nantinya akan dipertandingkan total empat kelas.

Dengan pembalap Indonesia Sean Gelael ambil bagian di kelas Silver GTWC Asia Mandalika dan membela Garage 75 sebagai tim asal Indonesia.

Berikut pembagian kelas balapan GTWC Asia di Sirkuit Mandalika:

Pro-Am : Ini adalah kelas yang terdiri dari para pembalap Pro (kategori pembalap Platinum/Gold/Silver FIA) dan Am (kategori Bronze). Salah satu pembalap mesti berasal dari Asia.

Silver-Am : Di kelas ini pebalap berkategori Silver mesti berdampingan dengan pembalap Bronze. Pembalap Platinum/Gold tak boleh ikut serta di kelas ini. Salah satu pembalap mesti berasal dari Asia.

Silver : Kedua pembalap di kelas ini mesti berkategori Silver semuanya. Pun mereka mesti sama-sama berasal dari Asia, tak boleh berasal dari benua lain.

Am : Hanya pembalap berkategori Bronze yang boleh berlaga di kelas ini. Pasangan ini mesti lahir atau saat ini berdomisili di Asia, Australia, atau Selandia Baru.

Kia EV9 GT Menangkan ‘Comparison Test’ Auto Bild Jerman

0

Kia melalui kendaraan listrik premium Kia EV9 GT, berhasil meraih peringkat pertama dalam uji komparatif majalah otomotif terkemuka Jerman, Auto Bild. Pencapaian ini menjadi indikator kuat bahwa standar baru di segmen SUV listrik tidak lagi semata ditentukan oleh performa, tetapi oleh kemampuan kendaraan dalam menghadirkan pengalaman berkendara yang mudah dipahami, nyaman digunakan, dan relevan dalam rutinitas harian. Hasil ini diraih dalam pengujian komparatif yang mempertemukan berbagai model di kelasnya, mempertegas daya saing EV9 GT di tingkat global.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Kia dalam mengembangkan EV9 GT tidak hanya berfokus pada performa tinggi, tetapi juga pada bagaimana teknologi, desain, dan fungsi dapat terintegrasi secara selaras dalam penggunaan sehari-hari. Di tengah meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kendaraan listrik, EV9 GT hadir sebagai representasi dari standar baru yang lebih komprehensif.

“Pengakuan dari media seperti Auto Bild menunjukkan bahwa standar penilaian di pasar yang sangat matang seperti Jerman semakin menekankan pada pengalaman penggunaan, bukan hanya spesifikasi. Hal ini menjadi relevan karena kebutuhan tersebut juga mulai terlihat di berbagai pasar, di mana kendaraan listrik diharapkan tidak hanya canggih, tetapi juga mudah digunakan dan nyaman dalam berbagai situasi,” ujar Rendy Pratama, Head of Marketing Kia Sales Indonesia.

Kemenangan EV9 GT dalam uji komparatif Auto Bild berakar pada filosofi desain yang menempatkan kemudahan penggunaan sebagai bagian inti dari pengalaman berkendara. Di segmen SUV listrik premium, pendekatan ini mulai menjadi pembeda, ketika banyak kendaraan justru semakin kompleks dalam pengoperasiannya.

EV9 GT menunjukkan arah berbeda melalui pengaturan antarmuka yang tetap memberi ruang bagi kontrol fisik pada fungsi penting. Pengemudi tidak harus bergantung pada layar atau navigasi berlapis untuk menjalankan fitur dasar. Dalam pengujian, sebagian besar fungsi dapat diakses dalam dua hingga tiga langkah, sehingga interaksi terasa langsung dan tidak mengganggu fokus berkendara.

Pendekatan ini juga didukung oleh integrasi teknologi yang dirancang untuk mudah dipahami sejak awal penggunaan, termasuk melalui tampilan digital terintegrasi berukuran 30 inci serta sistem bantuan berkendara yang mendukung pengalaman berkendara yang lebih intuitif. Penempatan kontrol dalam jangkauan alami pengemudi turut mengurangi distraksi, terutama saat perjalanan jarak jauh.

Dalam pengujiannya, Auto Bild menilai keseimbangan antara kemudahan penggunaan, kenyamanan, dan performa menjadi faktor yang membedakan EV9 GT dibandingkan model lain di kelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa desain tidak hanya berperan dalam aspek visual, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung keselamatan dan kenyamanan berkendara.

Performa dan Fleksibilitas yang Terbukti di Penggunaan Nyata

EV9 GT tidak mengejar performa sebagai angka semata, tetapi bagaimana tenaga tersebut terasa terkendali dan konsisten dalam berbagai situasi berkendara. Didukung sistem dual motor dengan output 508 PS, akselerasi 0 hingga 60 mph dicapai dalam 4,3 detik menurut pengujian Auto Bild. Namun yang terasa di balik angka tersebut adalah karakter akselerasi yang tetap halus dan mudah dikendalikan, sehingga tidak mengorbankan kenyamanan dalam penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.

Pengujian juga menunjukkan bahwa stabilitas berkendara tetap terjaga di berbagai kondisi jalan. Kerja sasis mampu meredam perubahan permukaan tanpa mengurangi kontrol, sementara respons kemudi tetap presisi dan mudah dipahami sejak awal penggunaan. Kombinasi ini menciptakan pengalaman berkendara yang terasa percaya diri tanpa menuntut adaptasi berlebih dari pengemudi.

Fleksibilitas penggunaan terlihat dari bagaimana ruang dirancang untuk benar-benar digunakan. EV9 GT menawarkan konfigurasi enam dan tujuh penumpang dengan baris ketiga yang tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Akses dibuat praktis, ruang tetap memadai, dan kenyamanan dapat dipertahankan dalam perjalanan yang lebih panjang.

Selain itu, efisiensi waktu menjadi bagian dari pengalaman penggunaan. Dengan dukungan arsitektur 800V, pengisian daya dari 10 hingga 80 persen dapat dicapai dalam waktu sekitar 24 menit menggunakan DC fast charger 350 kW. Kapasitas bagasi hingga 2.393 liter saat kursi dilipat juga memperkuat fleksibilitas dalam membawa berbagai kebutuhan. EV9 GT juga dilengkapi fitur Vehicle-to-Load (V2L) dengan kapasitas hingga 3,6 kW, yang memungkinkan kendaraan berfungsi sebagai sumber daya eksternal dalam berbagai kebutuhan.

Daya Tarik yang Relevan Menjawab Ekspektasi Konsumen SUV Listrik Premium

Hasil pengujian Auto Bild memperlihatkan bahwa daya tarik EV9 GT tidak berasal dari satu aspek tunggal, tetapi dari konsistensi di berbagai elemen yang memang menjadi pertimbangan utama konsumen di segmen ini. Desain, fungsi interior, performa pengisian daya, hingga kemudahan penggunaan tidak lagi dinilai secara terpisah, melainkan sebagai satu kesatuan pengalaman.

EV9 GT menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan yang lebih terukur. Pengguna dapat memahami logika kendaraan dengan cepat tanpa perlu proses adaptasi yang panjang, sebuah hal yang semakin penting di tengah banyaknya kendaraan listrik dengan pendekatan antarmuka yang cenderung kompleks. Kemudahan ini menjadi faktor yang langsung terasa dalam penggunaan sehari-hari.

Di sisi lain, identitas produk tetap dijaga melalui desain yang tegas dan proporsional, didukung velg 21 inci model GT serta elemen visual khas seperti signature lighting yang memperkuat karakter modernnya. Interior menghadirkan kualitas material yang solid serta pengaturan ruang yang fleksibel, sehingga kendaraan tidak hanya terasa premium secara visual, tetapi juga fungsional dalam penggunaan.

“Seiring berkembangnya kendaraan listrik, ekspektasi konsumen juga jadi semakin jelas. Yang dicari bukan hanya teknologi, tetapi bagaimana kendaraan terasa mudah digunakan, nyaman dalam berbagai situasi, dan efisien dalam keseharian. EV9 GT menunjukkan bahwa ketika semua itu terintegrasi dengan baik, pengalaman berkendara tidak hanya terlihat unggul, tetapi benar-benar terasa dalam setiap perjalanan,” tutup Rendy.

Naik ke kelas Pro di Ajang GT World Challenge Europe 2026, Sean Gelael: Tidak Mudah

0

Pembalap Indonesia Sean Gelael pada ajang GT World Challenge Europe (GTWCE) 2026 di Sirkuit Circuit Paul Ricard, Prancis akan turun di kategori Endurance Cup bersama dua pembalap AF Corse binaan Ferrari, yakni Arthur Leclerc dan Lilou Wadoux.

Sean sadar bahwa tantangan ini tidak akan mudah setelah dirinya naik ke kelas Pro pada ajang GT World Challenge Europe (GTWCE) 2026. “Saya memiliki tim dan dua teman baru yang bagus. Kami akan saling melengkapi untuk meraih hasil maksimal di setiap lomba,” kata Sean di Jakarta, Kamis.

Pada musim ini, Sean turun di kategori Endurance Cup bersama dua pembalap AF Corse binaan Ferrari, yakni Arthur Leclerc dan Lilou Wadoux.

Lilou mencatat sejarah sebagai pembalap wanita pertama yang memenangi balapan FIA World Endurance Championship (WEC), sementara Arthur yang merupakan adik pembalap Formula 1 Charles Leclerc juga berstatus sebagai pembalap pengembangan Ferrari.

Dalam klasifikasi FIA, Arthur berada pada level Gold, sedangkan Sean dan Lilou berada di kategori Silver. Kombinasi ini diharapkan mampu membuat tim tampil kompetitif di kelas Pro yang dihuni pembalap dengan kualitas papan atas.

Musim ini menjadi langkah naik bagi Sean setelah pada edisi sebelumnya berkompetisi di Bronze Cup. Kenaikan kelas tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pembalap Indonesia itu untuk mengasah kemampuan di level persaingan yang lebih tinggi.

Baca juga: MGPA Pastikan Sean Gelael Tampil di Ajang GT World Challenge Asia 2026

GT World Challenge Europe 2026 terdiri dari 10 putaran yang terbagi menjadi Endurance Cup dan Sprint Cup. Putaran pembuka di Paul Ricard akan berlangsung selama enam jam, didahului dengan sesi uji coba pramusim (prologue).

Sean untuk pertama kalinya menjalani sesi latihan bersama Arthur dan Lilou pada Rabu (8/4), dengan fokus mencari setelan dasar mobil selama dua sesi tes yang berlangsung total tujuh jam.

Persaingan di kelas Pro akan diikuti 17 mobil, termasuk tim Verstappen Racing milik juara dunia Formula 1 empat kali Max Verstappen yang diperkuat Chris Lulham, Dani Juncadella, dan Jules Gounon.

Selain itu, legenda MotoGP Valentino Rossi juga kembali bersaing bersama Team WRT yang diperkuat Max Hesse dan Dan Harper.

Balapan seri Paul Ricard dijadwalkan berlangsung Sabtu (11/4) mulai pukul 23.00 WIB dan disiarkan melalui kanal YouTube GT World.

Kia PV5 Raih iF Design Award Gold Kategori ‘Automotive Product Design’

0

Kia memperkuat posisinya dalam inovasi desain global melalui pencapaian terbaru di ajang iF Design Awards 2026. Kia PV5 berhasil meraih iF Design Award Gold dalam kategori Automotive Product Design, menjadikannya satu-satunya model van yang memperoleh penghargaan tertinggi tahun ini.

Pencapaian ini juga menjadi sorotan utama dari total sembilan penghargaan yang diraih Kia di berbagai kategori, sekaligus mencerminkan komitmen brand dalam menghadirkan solusi mobilitas yang semakin relevan dengan kebutuhan pengguna modern.

Sebagai model van commercial dan passenger pertama Kia yang dikembangkan dengan pendekatan purpose-built, PV5 dirancang untuk menghadirkan fleksibilitas dalam berbagai kebutuhan mobilitas, mulai dari kendaraan penumpang hingga logistik dan konversi khusus, sekaligus mengubah peran desain dari sekadar elemen visual menjadi sebuah sistem yang mampu beradaptasi dengan dinamika mobilitas yang terus berkembang.

Pendekatan ini juga sejalan dengan filosofi desain Kia, “Opposites United”, yang menggabungkan elemen kontras seperti fungsi dan estetika, serta fleksibilitas dan struktur dalam satu kesatuan yang harmonis.

“Penghargaan ini mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan desain yang tidak hanya progresif secara visual, tetapi juga memberikan nilai nyata bagi pengguna. Kia PV5 menjadi representasi dari cara kami memandang mobilitas ke depan, di mana fleksibilitas, fungsionalitas, dan pengalaman pengguna menjadi fondasi utama dalam setiap pengembangan produk,” ujar Rendy Pratama, Head of Marketing Kia Sales Indonesia.

Penghargaan iF Design Award Gold yang diraih Kia PV5 berangkat dari pendekatan desain yang tidak hanya berfokus pada tampilan, tetapi pada bagaimana kendaraan digunakan dalam keseharian.

Hal ini diwujudkan melalui penerapan “Flexible Body System”, yang memungkinkan satu platform kendaraan dikembangkan ke dalam berbagai bentuk tanpa mengorbankan efisiensi maupun kenyamanan. Pendekatan ini memberikan ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan kendaraan sesuai kebutuhan, menjadikan PV5 bukan sekadar produk, tetapi solusi mobilitas yang adaptif.

Selain itu, PV5 juga menampilkan karakter desain yang tegas dan kohesif, dengan garis yang clean serta proporsi yang dirancang untuk menghadirkan kekuatan visual dan kejelasan fungsi. Pendekatan ini menghasilkan tampilan yang modern dan percaya diri, sekaligus mencerminkan arah desain Kia yang semakin progresif dan future-ready dalam menjawab kebutuhan mobilitas masa depan.

Dari sisi pengalaman pengguna, PV5 juga dirancang dengan pendekatan human-centered yang mengutamakan kemudahan dalam penggunaan sehari-hari. Desain low-floor dengan tinggi pijakan yang lebih rendah memudahkan akses keluar masuk, sekaligus mendukung aktivitas dengan frekuensi tinggi seperti pengantaran barang maupun transportasi penumpang.

Kia PV5

Proporsi kendaraan yang dirancang optimal, termasuk wheelbase 2.995 mm dan radius putar 5,5 meter, memungkinkan PV5 tetap lincah digunakan di lingkungan urban yang dinamis.

Kombinasi antara fleksibilitas, fungsionalitas, dan pendekatan desain yang berorientasi pada pengguna inilah yang menjadi salah satu faktor utama PV5 mendapatkan penilaian tinggi dari para juri iF Design Award.

Pencapaian iF Design Award Gold ini menjadi bagian dari pengakuan yang lebih luas terhadap arah baru desain Kia yang semakin progresif dan relevan dengan perkembangan mobilitas global.

Pada ajang iF Design Awards 2026, Kia berhasil meraih total sembilan penghargaan di berbagai kategori, mencerminkan konsistensi brand dalam menghadirkan inovasi desain di seluruh lini, mulai dari produk kendaraan hingga sistem dan pengalaman yang mendukung mobilitas modern.

Dengan lebih dari 10.000 karya yang diseleksi oleh 129 pakar desain dari berbagai negara, iF Design Award Gold menjadi salah satu penghargaan paling bergengsi yang menilai tidak hanya aspek estetika, tetapi juga inovasi, fungsi, dan dampak desain terhadap pengguna. Pengakuan ini menempatkan PV5 sebagai representasi dari pendekatan baru Kia dalam melihat kendaraan sebagai platform yang fleksibel dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan mobilitas modern.

Selain itu, Kia PV5 juga sebelumnya terpilih sebagai Top Three Finalist di ajang World Car Design of the Year Awards 2026. Penilaian ini melibatkan 98 jurnalis otomotif dari 33 negara, yang semakin memperkuat relevansi desain PV5 dalam konteks global, baik dari sisi inovasi maupun penerapannya dalam berbagai kebutuhan penggunaan.

Rangkaian pencapaian ini sekaligus mempertegas posisi Kia sebagai brand yang terus berkembang dengan menempatkan desain sebagai salah satu pilar utama dalam pengembangan produk dan pengalaman pengguna. Pendekatan ini juga menjadi relevan dengan kebutuhan mobilitas di pasar seperti Indonesia, yang menuntut kendaraan dengan tingkat fleksibilitas tinggi untuk berbagai aktivitas, baik personal maupun bisnis.

“Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus mengembangkan desain yang relevan dengan kebutuhan mobilitas saat ini maupun di masa mendatang. Melalui PV5, kami ingin menunjukkan bahwa desain dapat berperan lebih dari sekadar tampilan, tetapi juga sebagai solusi yang mampu beradaptasi dengan berbagai cara orang bergerak dan beraktivitas,” tutup Rendy.