Monday, February 2, 2026

Razaiq Motorsport Juara Pertamina 6 Hours Endurance di Sirkuit Mandalika

Share

Pertamina Mandalika International Circuit kembali membuktikan diri sebagai panggung balap ketahanan yang menuntut lebih dari sekadar kecepatan melainkan menguji konsistensi, strategi tim, serta disiplin eksekusi selama enam jam penuh.

Balapan yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026 ini dimenangkan oleh Razaiq Motorsport dengan mobil Honda Brio bernomor 777 yang turun di kelas ITCR 1200. Tim ini dinahkodai empat pembalap yakni Rizky Rafi Thamrin, Junus Danuarjo dan dua pembalap asal Malaysia, Hayden Haikal dan Bradley B. Anthony berhasil menyelesaikan 166 lap dengan catatan waktu total 6 jam 3 menit 13,796 detik.

Kemenangan ini tidak datang dengan mudah. Tekanan terus datang hingga lap-lap terakhir, baik dari rival maupun dari tuntutan menjaga konsistensi ritme balap dan pit stop.

Keunggulan Razaiq Motorsport hanya terpaut satu lap dari pesaing terdekat, menegaskan betapa ketatnya persaingan di Pertamina 6 Hours Endurance tahun ini. Meski sempat menerima penalti 60 detik akibat unsportsmanlike conduct, tim tetap mampu menjaga posisi terdepan berkat strategi yang solid dan performa mobil yang stabil sepanjang lomba.

Di posisi kedua, Cargloss Racing Team dengan Toyota Agya bernomor 77 juga tampil impresif. Tim ini dinahkodai Hari Darma, Amato Rudolph, dan Jordan Johan mencatatkan 165 lap atau hanya satu lap di belakang pemimpin lomba. Konsistensi menjadi kunci Cargloss bertahan di papan atas meski harus menghadapi penalti terkait prosedur pit stop dan aturan pergantian pembalap.

Sementara itu, Banteng Motorsport (mobil nomor 44, Honda Brio) yang dinahkodai David Djaja, Davino Satria, dan Rayhan Tania mengamankan posisi ketiga overall dengan total 164 lap. Selisih dua lap dari pemimpin lomba menunjukkan betapa rapatnya kompetisi antar-tim papan atas di kelas ITCR 1200.

Kelas ITCR 1500
Dari kelas ITCR 1500, REA Siantar Racing menjuarai ITCR 1500. Mengandalkan Honda City bernomor 88, tim yang dinahkodai M Wildan Rizkyansyah, Abraham Nadeak, dan Yoshihiro Fajaryanto ini finis di posisi keempat overall lpmba dengan total 163 lap, sekaligus keluar sebagai juara kelas ITCR 1500. Tak hanya itu, REA Siantar Racing juga menorehkan best lap of the race dengan catatan waktu 2 menit 02,851 detik, menjadi lap tercepat sepanjang lomba.

Di tempat kedua kelas ITCR 1500 ditempati Wish Motorsport, mobil bernomor 78, dinahkodai Billy Wisputra, Henri Liang, Fendy Yoman, dan Hery Wirawan.

Penalti dan Pelanggaran
Sebagai balapan endurance, Pertamina 6 Hours Endurance tidak hanya menguji kecepatan, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi. Sepanjang lomba, sejumlah insiden dan pelanggaran teknis terjadi dan berujung penalti.

Pelanggaran track limits menjadi yang paling banyak dijumpai, dengan hukuman tambahan waktu lima detik yang dijatuhkan kepada mobil nomor 44, 78, 533, 88, 12, 123, dan 16. Sementara itu, drive-through penalty diberikan kepada mobil nomor 78 dan 88 akibat prosedur pit stop yang dilakukan di luar red box.

Beberapa penalti lain turut memengaruhi jalannya lomba, mulai dari pelanggaran kecepatan saat pit out, pengabaian drive-through penalty, hingga kesalahan prosedur pergantian pembalap yang dilakukan kurang dari 30 menit. Bahkan, ada pula penalti berat berupa pengurangan satu lap akibat pelanggaran waktu pengisian bahan bakar.

Seluruh penalti ini menjadi bukti bahwa dalam balapan endurance, kesalahan kecil bisa berdampak besar pada hasil akhir. Dengan margin kemenangan hanya satu lap dan kecepatan rata-rata mencapai 118,183 km/jam, Pertamina 6 Hours Endurance 2026 menghadirkan tontonan yang menegangkan sejak start hingga finish. Balapan ini menegaskan karakter Mandalika sebagai sirkuit yang menuntut presisi, disiplin, dan ketahanan tinggi, baik dari pembalap maupun tim pendukung.

Sementara itu, Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), memberikan apresiasi tinggi atas jalannya Pertamina 6 Hours Endurance 2026 yang berlangsung kompetitif, disiplin, dan penuh dinamika hingga akhir lomba.

Menurutnya, hasil balapan yang ditentukan dengan selisih tipis menunjukkan kualitas tim dan kesiapan Mandalika sebagai tuan rumah ajang balap ketahanan berstandar tinggi. “Pertamina 6 Hours Endurance tahun ini benar-benar memperlihatkan esensi balap ketahanan. Bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga konsistensi, strategi, kerja tim, dan kepatuhan terhadap regulasi. Selisih satu lap di enam jam balapan menunjukkan betapa ketat dan sehatnya kompetisi,” ujar Priandhi Satria.

Priandhi Satria juga menyoroti keberhasilan para tim dalam menjaga performa mobil dan pembalap sepanjang lomba, meski harus menghadapi tekanan cuaca, kondisi lintasan, serta kompleksitas aturan endurance.

“Kami mengapresiasi seluruh tim yang bertanding dengan penuh sportivitas. Meski ada penalti yang harus dijatuhkan oleh race control, itu merupakan bagian dari edukasi dan pembelajaran agar ke depan balap endurance di Indonesia semakin profesional dan matang,” lanjutnya.

Priandhi menegaskan bahwa penyelenggaraan Pertamina 6 Hours Endurance merupakan bagian dari komitmen MGPA dalam menjadikan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai pusat pengembangan motorsport nasional, tidak hanya untuk balap sprint, tetapi juga balap ketahanan.

“Endurance race seperti ini sangat penting untuk membangun ekosistem motorsport Indonesia. Mandalika tidak hanya menjadi venue, tetapi juga laboratorium pembelajaran bagi pembalap, tim, ofisial, dan penyelenggara agar terbiasa dengan standar internasional,” kata Priandhi Satria.

Priandhi Satria berharap ke depan ajang balap endurance di Mandalika dapat terus berkembang, baik dari sisi jumlah peserta, kualitas tim, maupun variasi kelas yang dipertandingkan.

“Kami ingin Mandalika menjadi rumah bagi berbagai format balap, termasuk endurance. Dari sini, kami berharap lahir tim-tim dan pembalap Indonesia yang siap bersaing balap endurance di level regional hingga internasional. Harapan kami kejuaraan endurance level internasional akan hadir di Pertamina Mandalika International Circuit,” pungkas Priandhi Satria.

Read more

Local News