Tim para-balap sepeda Indonesia meraih medali lima emas, dua perak, dan dua perunggu pada ajang Korea Para-cycling Track Cup 2025 di Yangyang, Korea Selatan, 19-20 Agustus.
“Pencapaian try out di Korea sudah sesuai target karena event ini adalah momen kami mengumpulkan poin untuk kualifikasi Asian Para Games Nagoya (2026) dan Paralimpiade Los Angeles (2028). Pengumpulan poinnya akan selesai pada Desember tahun ini,” kata Pelatih para-balap sepeda Indonesia Rizan Setyo Nugroho disiaran persnya di Jakarta, Kamis (21/8).
Sepanjang berlangsungnya perlombaan, dua atlet andalan, Tifan Abid Alana dan Muhammad Fadli Imammuddin, masing-masing mempersembahkan dua medali emas. Tifan merebut emas di nomor time trial 1000 meter men C2 dan individual pursuit (IP) men C2, sementara Fadli menjadi juara pada nomor time trial 1000 meter men C4 dan IP men C4.
Tambahan emas lainnya disumbangkan Sufyan Saori pada nomor time trial 1000 meter men C5, ditambah satu perak dari IP men C5. Atlet debutan Anwar Annaja menambah perolehan dengan medali perak di nomor time trial 1000 meter men C5 dan perunggu pada IP men C5. Sementara Nurfendi bersama tandem barunya, Mufti Fadilah Salma, meraih perunggu di nomor IP men B.
Selain medali, para atlet juga mencatatkan peningkatan catatan waktu. Tifan Abid dan Nurfendi masing-masing finis tiga detik lebih cepat dibandingkan tahun lalu, sementara Anwar Annaja mencatatkan peningkatan 19 detik.
Sufyan Saori juga memecahkan rekor pribadi di velodrome outdoor dari 5 menit 11 detik menjadi 5 menit 4 detik. “Ajang ini juga dimanfaatkan untuk memetakan kekuatan lawan menjelang ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026. Thailand dinilai menjadi pesaing utama di kawasan Asia Tenggara, sementara Korea Selatan menjadi rival kuat di level Asia,” ujar Rizan.
Setelah dari Korea, tim para-balap sepeda Indonesia akan mengikuti dua agenda try out berikutnya, yaitu World Champ Track di Brasil pada Oktober 2025 dan Para-cycling Cup Road & Track di Thailand pada Desember 2025.