Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 23

Recall Hampir 2 Juta Kendaraan, Ford Indonesia Tidak Berdampak

0

Penarikan kembali atau recall hampir dua juta kendaraan secara global tidak berpengaruh pada produk Ford yang dipasarkan di Indonesia.

Demikian tulis Ford RMA Indonesia di keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Ford Motor Company dikabarkan melakukan recall terhadap 1,9 juta kendaraan yang memiliki masalah kamera belakang.

“Kami memahami adanya pemberitaan terkait penarikan kembali sejumlah kendaraan Ford di Amerika Serikat. Perlu kami tegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat dan tidak berpengaruh pada kendaraan Ford yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Country Manager Ford RMA Indonesia, Toto Suharto.

Ia menjelaskan bahwa penarikan kembali hanya berlaku di Amerika Serikat.

Model-model yang terdampak, seperti Lincoln MKC, Mustang, Expedition, Edge, hingga Ranger tahun 2019, tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia.

Ia juga memastikan, hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model-model tersebut di Indonesia.

Sebagai distributor resmi, RMA bersama Ford Motor Company tetap berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan standar keselamatan global, sekaligus memberikan layanan purna jual terbaik bagi konsumen Indonesia.

“Model yang terdampak penarikan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia, dan hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model tersebut di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat melaporkan bahwa kamera belakang pada sejumlah model Ford bisa menampilkan gambar terbalik, terdistorsi, atau kosong saat mobil dimundurkan. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan.

Recall yang diumumkan pada Selasa (9/9) waktu setempat mencakup 1,45 juta kendaraan di AS, 122.000 di Kanada, dan 300.000 di pasar lain.

Hingga kini, Ford menerima lebih dari 44.000 klaim garansi global dan mencatat 18 kecelakaan terkait kerusakan kamera, meski belum ada laporan korban luka.

Veda Ega Pratama ‘Did not Finish’ Red Bull Rookies Cup 2025

0

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dipastikan gagal menjadi juara Red Bull Rookies Cup 2025 setelah dirinya gagal finis atau“did not finish” (DNF) pada balapan pertama di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Sabtu (13/9/2025).

Pada balapan seri terakhir kompetisi balapan Eropa ini, Veda terjatuh saat balapan hendak memasuki sisa empat lap.

Veda terlibat insiden dengan pembalap Kirgizstan, Yaroslav Karpushin di tikungan 14.

Insiden ini membuat Veda tak mendapatkan poin pada balapan pertama, sementara di sisi lain kompetitor terkuatnya Brian Uriarte memenangi balapan.

Uriarte mendapatkan tambahan 25 poin dari kemenangannya ini dan membuatnya menjadi juara Rookies Cup 2025 setelah torehan poinnya sudah tak dikejar oleh Veda. Uriarte mengoleksi 216 poin, sementara Veda 170 poin.

“Sangat senang. Luar biasa, kami bekerja sangat keras,” kata Uriarte.

Posisi Veda yang sebelumnya sebagai runner-up, juga tergeser atas hasil ini setelah diambil alih oleh pembalap Malaysia Hakim Danish yang ungguh satu poin darinya.

Danish finis posisi kesepuluh di balapan pertama Misano, namun itu sudah cukup untuk membuatnya merangsak naik di posisi kedua.

Di sisi lain, hasil impresif didapatkan oleh pembalap Indonesia lainnya, yaitu Kiandra Ramadhipa yang finis posisi kelima di balapan pertama. Hasil ini untuk sementara membuat Kiandra mengoleksi 92 poin di posisi kedelapan.

Balapan kedua di Misano akan dimainkan pada Minggu pukul 13.45 WIB. Balapan ini akan menjadi kesempatan Veda merebut kembali posisi runner-up, yang hilang karena diambil oleh Danish.

Kiandra juga masih berpeluang mengakhiri musim di posisi lebih tinggi, karena poin maksimal yang bisa didapatkannya (25 poin) di balapan kedua nanti dapat membuatnya mengakhiri musim di posisi keenam.

Melalui Pertamax Turbo Drag Fest, Pertamina Dukung Perkembangan Otomotif di Indonesia

0
Pertamax Turbo Drag Fest

PT Pertamina Patra Niaga melalui ajang Pertamax Turbo Drag Fest 2025 terus berkomitmen dan mendukung perkembangan motorsport dan olahraga otomotif di Indonesia.

“Ajang ini hadir sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung perkembangan motorsport dan olahraga otomotif di Indonesia yang terus diperluas di berbagai daerah,” ucap Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Kata Roberth, kompetisi balapan tersebut akan memasuki putaran III pada 13-14 September 2025 di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Jabar.

Putaran I digelar di Lanud Gading, Yogyakarta, pada Juli 2025 dan putaran II di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya pada Agustus 2025. Putaran III akan mempertandingkan 21 kelas drag bike dan drag race di lintasan 201 meter dan 402 meter.

“Pertamax Turbo Drag Fest kembali ke Tasikmalaya dengan antusiasme yang semakin besar. Ajang ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga wadah silaturahmi komunitas otomotif, ruang apresiasi bagi pembalap, sekaligus menyuguhkan hiburan positif untuk masyarakat, dan menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal,” ujar Roberth.

Roberth menambahkan bahwa Pertamax Turbo kembali digunakan sebagai bahan bakar resmi seluruh peserta.

“Dengan RON 98 dan standar Euro 4, Pertamax Turbo terbukti memberikan performa optimal di lintasan balap sekaligus ramah lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa bahan bakar unggulan ini mampu menjawab kebutuhan motorsport dan juga kendaraan modern sehari-hari,” tambah Roberth.

Selain kompetisi balap, ajang ini juga menghadirkan berbagai program sosial dan keberlanjutan antara lain tebus murah sembako dan tukar botol plastik jadi poin MyPertamina.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Pertamax Turbo Drag Fest 2025 juga melaksanakan penanaman 100 bibit pohon Trembesi di kawasan Lanud Wiriadinata pada Minggu (14/9/2025).

Pertamax Turbo Drag Fest 2025 juga menghadirkan beragam hiburan untuk pengunjung mulai dari pameran komunitas otomotif, bazar UMKM, food truck, hingga konser musik. “Seluruh hiburan ini dapat dinikmati gratis hanya dengan memiliki aplikasi MyPertamina,” tutup Roberth.

Insentif Mobil Listrik Impor Tidak Diperpanjang di Tahun 2026

0
Ilustrasi mobil listrik

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan tidak akan memperpanjang insentif untuk mobil berbasis baterai listrik atau battery electric vehicle (BEV) yang dijual di pasar domestik dengan skema impor utuh atauCompletely Built-Up CBU) pada tahun 2026 mendatang.

Diketahui, pemerintah memberikan insentif untuk importasi CBU mobil listrik hingga akhir Desember 2025 berupa bea masuk dan keringanan PPnBM dan PPN, dengan ketentuan perusahaan penerima manfaat insentif ini harus melakukan produksi dalam negeri 1:1 dari jumlah kendaraan CBU yang masuk ke pasar domestik.

‎”Tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU, izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat (insentif),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Sementara, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta turut memastikan insentif CBU impor untuk mobil listrik dengan skema investasi tak akan dilanjutkan lagi oleh pemerintah pada tahun depan.

‎Saat ini ada enam perusahaan penerima manfaat insentif importasi BEV, yaitu PT National Assemblers (Citroen, AION, dan Maxus), PT BYD Auto Indonesia, PT Geely Motor Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, PT Era Indusri Otomotif (Xpeng), dan PT Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

‎Enam perusahaan tersebut memiliki rencana investasi di tanah air sebesar Rp15,52 triliun yang memiliki kapasitas produksi hingga mencapai 305 ribu unit sebagai imbal balik dari mengikuti program ini.

‎Kemenperin mendorong para penerima manfaat untuk merealisasikan produksinya secara domestik.

‎Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono meminta produsen otomotif yang sudah menikmati insentif impor mobil listrik berbasis baterai dalam bentuk utuh untuk memenuhi kewajiban produksinya dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai tahun 2026.

‎Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 para produsen wajib memproduksi mobil listrik di Indonesia dengan jumlah setara kuota impor CBU. Produksi ini harus menyesuaikan aturan TKDN yang sudah ditetapkan.

‎”Dalam perjalanannya, perusahaan juga harus memperhatikan nilai, besaran nilai TKDN. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen besaran nilai TKDN,” ujar Mahardi.

Ducati World Première 2026 : Peluncuran Model Terbaru Ducati Dimulai Hari Ini

0

Ducati World Première (DWP) telah kembali, rangkaian acara yang selama bertahun-tahun dipergunakan oleh Ducati untuk memperkenalkan model-model terbarunya untuk musim mendatang di webite Ducati dan kanal media sosial.

Lima acara pertama DWP 2026 akan berlangsung sesuai kalender yang dimulai pada 12 September pukul 20.30 CEST dan dilanjutkan dengan empat tanggal berikutnya, yang akan membawa para penggemar menuju Milan Motorcycle Shows (EICMA) 2025, di mana mulai hari Kamis 6 November, motor-motor tersebut akan dipamerkan secara langsung untuk pertama kalinya di Pameran Motor Internasional.

Berikut adalah kalender untuk lima acara pertama Ducati World Première 2026 :

  • 12 September 2025
  • 23 September 2025
  • 7 Oktober 2025
  • 23 Oktober 2025
  • 4 November 2025

Perlengkapan pers komplit untuk model-model yang diperkenalkan pada setiap acara akan tersedia di Ducati Media House.

 

KONI – LSPR Beri Beasiswa untuk Tingkatkan Pendidikan Atlet Indonesia

0
KONI Pusat bekerjasama dengan LSPR memberikan beasiswa untuk meningkatkan pendidikan atlet di Indonesia, Kamis (11/9/2025).

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat dan LSPR Institute Communication and Business kembali bekerjasama pemberian beasiswa untuk meningkatkan pendidikan bagi atlet-atlet di Tanah Air.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman memberikan tinggi kepada LSPR Institute of Communication and Business yang telah mendukung kemajuan olahraga Indonesia melalui bidang akademik melalui kerja sama yang terus bertahan sejak Januari 2020.

“Kerja sama ini sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM olahraga,” kata Marciano di Jakarta, Kamis (11/9).

Marciano mengatakan, perguruan tinggi berperan penting, tidak hanya mendukung sport science tetapi juga menyiapkan masa depan atlet-atlet melalui akses pendidikan yang layak.

Pendidikan, kata dia, menjadi solusi konkret mendukung masa pensiun para atlet sehingga dengan pemberian beasiswa merupakan bentuk apresiasi atas jasa para atlet yang telah mempersembahkan prestasi terbaik mereka.

Marciano juga menginginkan agar selain beasiswa, para atlet, pelatih, maupun ofisial cabang-cabang olahraga juga diberi pelatihan Bahasa Inggris untuk mendukung mereka dalam mengikuti ajang di panggung internasional.

“Saya senang dan bangga atas kerja sama antara KONI dan LSPR. Harapan kami, kualitas kerja sama ini terus meningkat, terutama dalam meningkatkan kemampuan komunikasi para atlet,” katanya.

Perwakilan LSPR Institute of Communication and Business Prita Kemal Gani menyampaikan rasa bangga dan terhormat atas kerja sama tersebut.

Dengan kompetensi yang dimiliki LSPR di bidang komunikasi, pihaknya ingin berkontribusi aktif dalam mendukung perkembangan olahraga Indonesia.

Menurutnya, kerja sama tersebut telah menghasilkan bukti nyata melalui sejumlah atlet yang berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana melalui program beasiswa seperti atlet renang ⁠Prada Hanan Farmadini, atlet tenis ⁠Aulia Risma Widyaningsih, atlet judo ⁠Herlina Gitaningsih dan atlet renang Olimpiade Paris 2024 Azzahra Permatahani.

Kedua bela pihak optimistis bahwa kerja sama ini akan terus memberikan dampak positif bagi perkembangan olahraga nasional, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan atlet di masa depan.

Yamaha R6, Kilau Si Ungu yang Menyita Pandangan

0
Yamaha R6

R6 motor Yamaha yang sudah teruji di trek balap dunia dengan pembalap level dunia. Cal Crutchlow, juara World Supersport Championship jadi contoh sukses bersama kesaktian R6.

Motor sport yang perdana keluar di pasaran tahun 1998 ini pun nikmat dikendarai di jalan raya dalam keseharian di luar sirkuit. Suspensinya fleksibel karena pengaturannya dapat disesuaikan untuk harian dan balap. Sensasi berkendaranya responsif dan pengendaranya bisa pamer desain bodi radikal yang mewakili aura motor dengan performa tinggi dan juga lincah dalam menaklukan setiap tikungan.

Yamaha R6 | Photo : @hirolenathea

Memakai rangka deltabox alumunium yang terinspirasi MotoGP sehingga membuat pengendalian mantap, gesit, ringan dan stabil. R6 juga memiliki teknologi YCC-I dan YCC-T seperti R1.

YCC-T (Yamaha Chip Controlled Throttle) dari teknologi MotoGP dengan teknologi fly-by-wire untuk memberikan throttle response yang instan, dengan teknologi ini mampu mengontrol udara masuk ke dalam lubang bakar sehingga pembakaran optimal. Selain itu tenaga yang dihasilkan selalu hadir di setiap putaran mesin. YCC-I (Yamaha Chip Controlled Intake) yaitu sistem variabel intake yang mampu membuat tenaga mesin lebih bertenaga di semua tingkat kecepatan, karena panjang pipa udara bisa menyesuaikan kebutuhan mesin.

Keunggulan istimewa lainnya dari R6 adalah knalpot titanium dilengkapi EXUP, yakni katup yang mengatur aliran gas buang sesuai dengan kecepatan motor. Hasilnya, kinerja mesin menjadi responsif dan efisien. Kesan motor balap pada R6 juga dirasakan dari koplingnya yang terasa halus saat menurunkan gigi. Itu dikarenakan adanya teknologi slipper clutch yang dapat meredam torsi di roda belakang saat pindah gigi ke posisi lebih rendah pada saat putaran mesin terlalu tinggi .

Yamaha R6 | Photo : @hirolenathea

Mesin R6 juga dibangun silinder tanpa liner berlapis ceramic-composite yang memiliki karakter pelepasan panas yang baik untuk power delivery yang konsisten dan berkurangnya hambatan gesek. Sedangkan sasisnya terbangun dari subframe magnesium menyebabkan berat motor yang tersentralisasi di tengah.

Dan terdapat four-way adjustable (preload, high-speed compression, low-speed compression dan rebound damping) upside down fork dengan 41 mm inner tubes, memungkinkan setingan untuk penggunaan di jalan raya atau menyesuaikan kondisi sirkuit.

R6 memiliki rem yang lebih maksimal berkat rem depan ganda dengan caliper one-piece radial mount, radial-pump master cylinder & adjustable lever serta cakram belakang.

Yamaha R6 | Photo : @hirolenathea

Sementara, kesan sporty diperkuat double headlamp depan sesuai ciri khas motor sport. Dilengkapi AHO di sisi kiri dan lampu jauh di sisi kanan. Desain lampu belakangnya meruncing selaras dengan ujung bodi bagian belakang, menonjolkan identitas motor sport modern.

Dan speedometer yang tampil sporty dengan kombinasi instrumen digital dan analog serta multifungsi karena terdapat indikator pendukung yang lengkap pada multifunction display.

R6 warnanya sama dengan R1 yaitu Race Blue, Matt Grey, Competition White. R6 harganya 235 juta rupiah full package dan 220 juta rupiah no package. Full package terdiri dari helmet, jacket, glove, boots.

Source : www.yamaha-motor.co.id

Photo : @hirolenathea