Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 25

Sean Gelael dan Rekan Raih Kemenangan Perdana di FIA WEC

0
Sean Gelael (tengah) bersama rekan setimnya di Tim United Autosports nomor 95, merayakan kemenangan dalam LMGT3​​​​​​​ FIA World Endurance Championship (WEC) 6 Hours of COTA di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, Minggu (7/9/2025).

Tim United Autosports yang diperkuat pembalap Indonesia Sean Gelael bersama rekan setimnya, Darren Leung (Inggris) dan Marino Sato (Jepang), meraih kemenangan perdana musim ini dalam LMGT3 FIA World Endurance Championship (WEC) 6 Hours of COTA di Circuit of The Americas (COTA), Amerika Serikat, Senin (8/9/2025).

Sean bersama rekan-rekannya sejatinya finis di urutan kedua. Namun mereka naik ke posisi pertama setelah tim AF Corse nomor 54 mendapat penalti lima detik akibat insiden menjelang garis finis.

“Alhamdulillah akhirnya kami mendapatkan podium utama musim ini. Terima kasih kepada rekan setim dan seluruh tim yang sudah bekerja keras menyiapkan mobil,” kata Sean.

Balapan bertajuk “Lone Star Le Mans” itu berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem dengan hujan yang mengguyur sejak awal. Safety Car (SC) sempat memimpin jalannya lomba hampir satu jam sebelum akhirnya Race Director Eduardo Freitas menghentikan balapan sementara dengan bendera merah.

Keputusan strategis United Autosports menjadi kunci kemenangan. Darren yang memulai balapan dari posisi ketiga justru memimpin saat red flag karena dua pebalap di depannya memilih masuk pit.

Situasi itu dimanfaatkan Sean yang menjaga posisi tiga besar saat mengemudi, sebelum menyerahkan mobil kepada Marino Sato.

Drama penentuan terjadi ketika Sato berjudi menggunakan ban kering meski trek masih basah. Strategi tersebut membuatnya sempat turun ke posisi enam, namun perlahan ia menyalip hingga finis kedua.

Tambahan penalti lima detik untuk AF Corse yang dikendarai David Rigon kemudian memastikan United Autosports 95 sebagai pemenang, diikuti Team WRT nomor 46 di posisi kedua.

“Kami berdiskusi cukup lama lewat radio untuk keputusan ban. Awalnya memang lambat, tetapi akhirnya terbukti tepat,” ujar Sato.

Bagi Sean, kemenangan di Amerika Serikat menjadi yang kelima sepanjang kariernya di WEC atau kedua di kelas LMGT3. Sebelumnya ia meraih tiga kemenangan di kelas LMP2 pada 2022 (Spa-Francorchamps, Fuji, dan Bahrain), serta satu kemenangan LMGT3 di Imola pada 2024.

“Ini adalah buah kerja keras semua pihak. Darren tampil solid di awal, Marino berjuang maksimal di kondisi sulit, dan saya hanya berusaha menjaga posisi. Kemenangan ini milik kita semua,” ujar Sean.

Putaran ketujuh FIA WEC akan berlangsung di Fuji, Jepang, pada 27 September mendatang. Sato pun bertekad mengulang kesuksesan di hadapan publik sendiri.

Jasa Marga Borong Tiga Penghargaan di TOP GRC Awards 2025

0
Jasa Marga raih tiga penghargaan bergengsi di ajang TOP GRC Awards 2025.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali membuktikan komitmennya pada tata kelola berkelanjutan dengan meraih tiga penghargaan bergengsi di ajang TOP GRC Awards 2025 bertema “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”.

Jasa Marga membawa pulang Golden Trophy TOP GRC Award 2025, predikat TOP GRC Award 2025 #5 Star, serta penghargaan The Most Committed GRC Leader 2025 yang dianugerahkan kepada Direktur Human Capital & Transformasi Jasa Marga, Yoga Tri Anggoro.

Acara puncak penganugerahan ini digelar pada Senin (8/9), di Jakarta dan dihadiri lebih dari 400 peserta yang mewakili 134 perusahaan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret komitmen Jasa Marga dalam membangun tata kelola yang sehat dan bertanggung jawab.

“Penerapan Governance, Risk, and Compliance bagi Jasa Marga bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi fondasi dalam menciptakan perusahaan yang tangguh, transparan, dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat transformasi bisnis, menghadirkan layanan jalan tol yang andal, serta menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham, pengguna jalan, dan masyarakat luas,” ujar Rivan diketerangan resminya di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Sejalan dengan itu, Jasa Marga telah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan (ESG) serta GRC ke dalam strategi bisnis. Hal ini diwujudkan melalui penguatan manajemen risiko, transparansi dan akuntabilitas tata kelola, kepatuhan hukum dan regulasi, serta pemanfaatan inovasi digital dalam mendukung proses bisnis yang efisien, efektif, dan berdaya saing tinggi.

Dengan penghargaan ini, Jasa Marga semakin meneguhkan posisinya sebagai perusahaan jalan tol terdepan yang konsisten menjalankan praktik bisnis berkelanjutan sekaligus berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional.

TOP GRC Awards 2025 merupakan ajang penilaian dan penghargaan GRC terbesar di Indonesia, diberikan kepada perusahaan berkinerja baik yang telah menerapkan GRC secara efektif.

Tema tahun ini, “Resilience to Sustainability: Leading Through GRC”, menunjukkan betapa pentingnya peran GRC dalam memperkuat daya tahan dan keberlanjutan perusahaan.

 

IMOS 2025 Fokus Pamerkan Teknologi Baru dan Kenaikan Jumlah Pengunjung

0
Press Conference IMOS 2025

Ketua Penyelenggara Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 sekaligus Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala menegaskan bahwa pihaknya fokus untuk memperkenalkan dan juga memamerkan teknologi terbaru pada gelaran kali ini.

“Untuk tahun ini kami tidak memasang target tidak muluk-muluk. Setidaknya, angka masih sama seperti tahun lalu,” kata Sigit Kumala di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Diketahui, pada penyelenggaraan IMOS 2024 lalu membukukan penjualan mencapai Rp70 miliar. Secara tidak langsung, capaian tersebut ikut menjadi penyokong gairahnya industri otomotif di segmen roda dua.

Baca juga : AISI Optimisi Penjualan Motor Tahun 2025 Mencapai 6,7 Juta Unit

“Pada gelaran IMOS tahun ini, pihaknya justru menitik beratkan pada peningkatan jumlah pengunjung,” jelas Sigit.

Menurut Sigit, IMOS 2025 setidaknya bisa dapat sambutan yang cukup positif dari masyarakat di Indonesia hingga mencapai 100 ribu pengunjung selama pameran berlangsung.

Pada tahun lalu, kegiatan yang diadakan di lokasi yang sama berhasil mencatatkan jumlah pengunjung hingga mencapai 98.791 orang atau naik 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni 2023.

“Namun, jumlah pengunjung kita ingin mencapai 100 ribu orang. Dikarenakan pada IMOS 2025 ini, kita banyak kegiatan,” ujar dia.

Gelaran yang kini dihadirkan setiap satu tahun sekali, sejatinya dilangsungkan di ICE BSD, Tangerang pada 24 sampai dengan 28 September 2025. Di lokasi tersebut, AISI menempati dua Hall untuk menjalani IMOS 2025, yakni Hall 9-10.

“AISI kembali menyelenggarakan IMOS 2025 sebagai sarana untuk menunjukkan perkembangan industri sepeda motor nasional kepada publik sekaligus menjadi ajang yang diharapkan mampu memberikan dorongan dan menggerakkan pasar serta meningkatkan capaian industri di tahun ini,” tutup Sigit.

 

AION Indonesia Ungkap Harga AION UT, Dibanderol Mulai dari Rp325 Juta

0
AION UT

AION Indonesia mengumumkan harga resmi dari mobil listrik terbarunya AION UT, yang dibanderol mulai dari Rp325 juta untuk tipe terendahnya.

Tersedia dalam dua tipe, varian standard dengan jarak tempuh baterai hingga 400 km (NEDC) dijual seharga Rp325 juta, sementara tipe premium dengan jarak tempuh 500 km (NEDC) dilego Rp365 juta. Keduanya merupakan harga on the road (OTR) Jakarta.

“Dengan harga kompetitif dan fitur yang mumpuni AION UT cocok untuk menyokong aktivitas sehari-hari kaum muda. Mobil berukuran compact ini telah dirakit secara lokal alias completely knocked down (CKD) di fasilitas manufaktur AION di kawasan Cikampek, Jawa Barat, dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 40 persen,” kata Chief Executive Officer AION Indonesia Andry Ciu di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Kata Andry, untuk pengiriman unit (ke konsumen) akan dilakukan akhir Oktober. “Harga tersebut juga termasuk garansi seumur hidup (Lifetime warranty) untuk baterai, dan garansi kendaraan delapan tahun atau 160.000 km, hingga bebas biaya untuk perawatan selama tiga tahun atau 40.000 km,” jelasnya lagi.

Diketahui, AION UT menggendong motor listrik bertenaga 150 kW dengan torsi instan 210 Nm untuk menciptakan akselerasi yang responsif dalam segala kondisi. Dirancang oleh Stéphane Janin dari GAC Advanced Design Center Europe, mobil listrik ini mampu melesat dari 0–100 km/jam dalam waktu 7,3 detik.

Diketahui mobil listrik itu menggunakan baterai berkapasitas 60 kWh dan sanggup menjelajah hingga 500 km dalam sekali pengisian penuh.

Meski begitu, sistem pengereman One Box dari Bosch yang dipasangkan menghadirkan respons cepat dengan sensasi pengereman halus khas mobil premium dan responsif. “Salah satu keunggulannya terletak pada handling. Stabilitas yang ditawarkan terasa lebih baik dibandingkan banyak mobil listrik lain di kelas serupa, berkat penggunaan platform EV murni AEP 3.0,” ucap Andry.

Dimensinya pun mendukung manuver lincah tanpa mengorbankan kestabilan, yakni panjang 4.270 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.575 mm, dan jarak sumbu roda 2.750 mm.

Dengan ground clearance 160 mm dan posisi baterai di lantai bodi yang merendahkan center of gravity, AION UT mampu menjaga keseimbangan dan minim body roll saat menikung maupun melaju di kecepatan tinggi.

“Dihadirkan dalam dua pilihan varian yakni standar dan premium, keduanya sudah mendukung teknologi DC Fast Charging CCS2,” tutup Andry.

AISI Optimisi Penjualan Motor Tahun 2025 Mencapai 6,7 Juta Unit

0
Honda CB

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) optimistis dengan target penjualan tahunan sebesar 6,4 sampai dengan 6,7 juta pada tahun 2025.

“Melihat tren (ekonomi) saat ini, AISI masih tetap menargetkan penjualan motor 6,4 sampai 6,7 juta unit pada tahun ini,” kata Ketua Umum AISI, Johannes Loman di Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Namun, Johannes menampik bahwa kondisi penjualan kendaraan pada tahun ini sedang dalam kondisi yang tidak baik. Gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025, dikatakan menjadi senjata ampuh dalam mencapai target tersebut.

Data dari laman resmi AISI, penjualan pada paruh pertama tahun 2025 tercatat sebanyak 3,1 juta unit pada periode Januari sampai dengan Juli. Catatan ini menimbulkan koreksi yang cukup besar hingga mencapai 2,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

Meski demikian, penjualan terbaik hadir pada bulan Juli, yang mencapai 587.048 unit atau peningkatan sebanyak 15,3 persen. Penjualan ini menjadi yang terbesar sepanjang tahun 2025.

“Kami optimistis dapat tercapai, acara ini telah menjadi barometer sekaligus ajang AISI memperkenalkan tren terbaru dalam industri sepeda motor,” jelas Johannes.

Sementara itu, penyelenggaraan IMOS 2025 memang tidak menargetkan penjualan seperti tahun-tahun sebelumnya. Gelaran yang diadakan setiap tahun ini justru ingin dimanfaatkan untuk memperkenalkan teknologi dan juga produk terbaru kepada masyarakat.

IMOS 2025 akal hadir di ICE BSD, Tangerang pada 24 sampai dengan 28 September 2025. Gelaran ini bakal memanfaatkan dua Hall yang dimiliki oleh gedung tersebut yakni Hall 9 dan juga 10.

Gelaran IMOS 2025, ditargetkan dapat mendatangkan hingga 100.000 pengunjung. Lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berjumlah sebanyak 98 riu orang selama lima hari pelaksanaannya.

Bermesin 150cc, Vespa LX Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

0
Vespa LX I-Get 150cc

PT Piaggio Indonesia (PID) melakukan penyegaran terhadap Vespa LX dengan sentuhan warna baru dan juga peningkatan mesin I-Get menjadi 150cc.

Kata Managing Director and Country CEO PT Piaggio Indonesia, Marco Noto La Diega,  Vespa LX hadir untuk generasi berjiwa muda yang berani mengekspresikan diri, hidup penuh warna, dan bergerak dengan tujuan.

“Vespa LX terbaru mengutamakan passion dan kepribadian. Model ini tidak dirancang untuk perjalanan semata, tetapi juga pengalaman berkendara dinamis menuju kemungkinan tanpa batas,” kata Marco, Rabu (10/9/2025).

Sebelumnya, Vespa LX sudah menerima teknologi mesin I-Get. Hanya saja, kapasitasnya tidak sebesar yang terbaru yakni 150cc, sehingga, Vespa LX saat ini, diklaim lebih bertenaga. “Dari generasi ke generasi, Vespa telah menjadi ikon gaya yang timeless. Namun, ikon sejati tidak hanya hidup di masa lalu, melainkan berevolusi untuk mendefinisikan masa depan dan masa kini,” ujar Marco.

Marco bilang, bahwa Vespa LX dirancang untuk menyatukan warisan ikonis Vespa dengan nuansa modern. Pendekatan ini langsung terlihat pada lampu depan bulat yang menjadi ciri khas lini tersebut.

Vespa LX terbaru juga menghadirkan tampilan warna yang lebih segar dengan kombinasi detail abu-abu pada handle grip dan jok serta aksen putih pada front tie dan velg.

Semua detail tersebut berpadu sempurna dengan sentuhan chrome di spion, lampu depan, rangka bodi, pegangan belakang, penutup knalpot, dan bingkai lampu belakang yang semakin menguatkan kesan premium dan stylish.

Insinyur dari Vespa meyakini bahwa penyegaran ini dirancang dengan sungguh-sungguh, sehingga, setiap warna sudah dirancang dengan cermat agar pengendara dapat mengekspresikan karakter mereka dan membuat setiap perjalanan terasa personal.

Finis Posisi Ke-10 Pada MotoGP Catalunya, Jorge Martin Perlu Adaptasi dengan Motor Aprilia RS-GP

0
Jorge Martin dengan motor Aprilia RS-GP

Pembalap asal Spanyol, Jorge Martin mengaku masih membutuhkan penyesuaian untuk sepenuhnya memahami karakter motor Aprilia RS-GP setelah finis posisi ke-10 pada MotoGP Catalunya akhir pekan lalu.

Sebelumnya, juara bertahan MotoGP itu terbiasa dengan Ducati Desmosedici, motor yang memiliki gaya balap berbeda, terutama dalam pengereman dan akselerasi keluar tikungan.

Di Barcelona, Martin harus beradaptasi dengan cara mengendalikan Aprilia yang disebutnya memiliki kekuatan pengereman sangat besar, namun mengorbankan kecepatan di tikungan.

“Saya sangat kuat dalam pengereman dengan Aprilia. Mungkin terlalu kuat! Saya bisa menyalip pembalap lain, tetapi saya kehilangan sedikit kecepatan di tikungan. Jadi saya harus mengorbankan pengereman untuk mendapatkan kecepatan di area lain,” kata Martin dilansir dari laman Crash.

Martin menambahkan gaya membalap yang sebelumnya ia terapkan bersama Ducati tidak bisa langsung digunakan pada Aprilia.

“Saya perlu mengerem keras, tapi melepasnya dengan halus lalu memberi sedikit gas. Kalau saya melakukan semuanya agresif seperti di Ducati dulu, semuanya jadi sulit. Jadi stabilitas adalah hal yang harus kami fokuskan,” ujarnya.

Meski harus start dari posisi ke-17 akibat kualifikasi yang kurang maksimal, Martin mampu bangkit dan finis di posisi ke-10. Ia menilai ritme balapnya cukup kompetitif dan bisa bersaing di lima besar andai memulai dari barisan depan.

“Posisi ke-10 bagi saya hampir seperti podium, karena start dari belakang. Ritme saya sangat bagus, mungkin ritme ke-4 atau ke-5 terbaik di balapan,” kata Martin.

Menurutnya, kelemahan terbesar yang masih harus diperbaiki adalah performa kualifikasi. “Kalau saya start di tiga baris depan, saya bisa finis keempat atau kelima. Mungkin saya butuh setelan khusus untuk kualifikasi, lalu setelan normal untuk balapan. Tes Misano akan sangat penting untuk memahami hal ini,” katanya.

Sementara itu, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, gagal finis setelah bersenggolan dengan Franco Morbidelli. Rookie Ai Ogura justru menjadi pebalap Aprilia terbaik di Catalunya dengan finis posisi keenam.