Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 25

Menang di GP San Marino, Marc Marquez Tiru Selebrasi Ikonik Messi

0
Marc Marquez menirukan selebrasi Lionel Messi.

Pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez menjuarai Grand Prix San Marino dengan catatan waktu 41 menit 20,89 detik di Misano World Circuit Marco Simoncelli, San Marino.

Merayakan kemenangan, Marc melepas setelan balapnya dan kemudian mengangkatnya ke arah penonton dari atas podium, menirukan selebrasi ikonis bintang sepak bola Lionel Messi.

“Saya selalu bilang Messi adalah referensi; dia membiarkan sepak bolanya yang berbicara. Saya berbicara dengan mengendarai motor. Itu cara terbaik, dan saya merasa inilah saatnya untuk merayakan,” ujar Marquez dilansir Crash, Senin (15/9/2025).

Selebrasi ikonik Lionel Messi.

Memulai balapan di posisi keempat, Marquez mampu mencuri momentum untuk melewati adiknya Alex Marquez (Ducati) di posisi kedua, dan Fabio Quantararao (Ducati) di posisi ketiga.

Pembalap asal Spanyol itu terus membuntuti Marco Marco Bezzecchi (Aprilia) yang memimpin balapan sejak start di posisi pertama.

Setelah memimpin selama 11 lap, Bezzecchi kehilangan kendali saat melebar di sebuah tikungan yang langsung dimanfaatkan Marquez untuk mengambil alih posisi pertama.

Dengan kemenangan ini, Marc unggul 182 poin atas adiknya, Alex Marquez, yang finis ketiga. Dengan jarak tersebut, Marquez berpeluang memastikan gelar juara dunia jika berhasil meraih tiga poin lebih banyak dari sang adik di MotoGP Jepang akhir pekan depan.

“Ini sesuatu yang luar biasa. Rasanya masih belum nyata, tapi saya tidak ingin kehilangan konsentrasi. Saya hanya ingin menjaga level ini dan menyelesaikan musim dengan cara terbaik,” ucapnya.

Marquez menegaskan gelar dunia nanti tidak akan terasa lebih istimewa jika diraih di depan mantan timnya, Honda.

“Saya punya rasa hormat besar kepada Honda, jadi tidak masalah apakah saya merayakannya di Jepang atau di Indonesia,” katanya.

Namun, kemenangan di Italia menurut Marquez terasa lebih emosional. “Lebih spesial menang di sini karena saya merasakan tekanan dari Ducati. Akhir pekan ini saya merasakan tekanan dari Tardozzi dan semuanya,” ungkapnya.

Bagi Marquez, kemenangan Misano sekaligus menandai dominasi bersama Ducati musim ini, setelah juga berjaya di Mugello.

 

 

Federal Oil Raih Penghargaan dari Top Brand Award 2025 untuk Kategori 2-Wheel Engine Lubricants

0
Federal Oil

Federal Oil meraih penghargaan dari Top Brand Award 2025 untuk kategori 2-Wheel Engine Lubricants. Penghargaan ini diberikan usai pihak penyelenggara melakukan survei terhadap lebih dari 14.000 responden di 15 kota besar di Indonesia.

“Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas kepercayaan konsumen terhadap Federal Oil yang telah konsisten menjaga kualitas dan kenyamanan berkendara,” kata Marketing Communication Manager PT EMLI, Alvin Dwiyanto akhir pekan lalu di Jakarta.

Kata Alvin, penghargaan ini bukan hanya simbol kepercayaan konsumen, tetapi juga motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan pelumas berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan pengendara motor harian di Indonesia.

“Terutama untuk pengguna motor matic, kami hadirkan rangkaian produk Federal Matic yang semakin diminati. Kami berkomitmen untuk terus menjaga kualitas dan memperkuat komunikasi dengan konsumen,” katanya.

Untuk semakin mendekatkan diri ke konsumen secara langsung, pihaknya juga menghadirkan beragam kegiatan yang menguntungkan untuk konsumen mulai dari paket hadiah liburan hingga hadiah langsung saat membeli produk.

Pihaknya juga memberikan hadiah pulsa sebesar Rp5.000 kepada konsumen yang membeli produk Federal Matic 30 10W-30 (0,8L dan 0,65L) atau Federal Matic 40 10W-40 (0,8L) di bengkel rekanan Federal Oil Center (FOC) bertanda khusus.

Program pemberian hadiah pulsa tersebut sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-37 Federal Oil pada 8 Agustus 2025, untuk semakin menjadikannya sebagai perayaan ganda yang penuh makna.

Program ini merupakan bagian dari kampanye “Pasti Makin Nyaman”, yang bertujuan memperkuat loyalitas konsumen dan memastikan mereka mendapatkan pelumas yang terjamin kualitas dan keasliannya.

Recall Hampir 2 Juta Kendaraan, Ford Indonesia Tidak Berdampak

0

Penarikan kembali atau recall hampir dua juta kendaraan secara global tidak berpengaruh pada produk Ford yang dipasarkan di Indonesia.

Demikian tulis Ford RMA Indonesia di keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (13/9/2025).

Ford Motor Company dikabarkan melakukan recall terhadap 1,9 juta kendaraan yang memiliki masalah kamera belakang.

“Kami memahami adanya pemberitaan terkait penarikan kembali sejumlah kendaraan Ford di Amerika Serikat. Perlu kami tegaskan bahwa penarikan ini hanya berlaku di wilayah Amerika Serikat dan tidak berpengaruh pada kendaraan Ford yang dipasarkan di Indonesia,” ujar Country Manager Ford RMA Indonesia, Toto Suharto.

Ia menjelaskan bahwa penarikan kembali hanya berlaku di Amerika Serikat.

Model-model yang terdampak, seperti Lincoln MKC, Mustang, Expedition, Edge, hingga Ranger tahun 2019, tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia.

Ia juga memastikan, hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model-model tersebut di Indonesia.

Sebagai distributor resmi, RMA bersama Ford Motor Company tetap berkomitmen menghadirkan produk berkualitas dengan standar keselamatan global, sekaligus memberikan layanan purna jual terbaik bagi konsumen Indonesia.

“Model yang terdampak penarikan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari lini resmi Ford di Indonesia, dan hingga saat ini tidak ada rencana resmi untuk memasarkan model tersebut di sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) Amerika Serikat melaporkan bahwa kamera belakang pada sejumlah model Ford bisa menampilkan gambar terbalik, terdistorsi, atau kosong saat mobil dimundurkan. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan.

Recall yang diumumkan pada Selasa (9/9) waktu setempat mencakup 1,45 juta kendaraan di AS, 122.000 di Kanada, dan 300.000 di pasar lain.

Hingga kini, Ford menerima lebih dari 44.000 klaim garansi global dan mencatat 18 kecelakaan terkait kerusakan kamera, meski belum ada laporan korban luka.

Veda Ega Pratama ‘Did not Finish’ Red Bull Rookies Cup 2025

0

Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama dipastikan gagal menjadi juara Red Bull Rookies Cup 2025 setelah dirinya gagal finis atau“did not finish” (DNF) pada balapan pertama di Sirkuit Dunia Misano Marco Simoncelli, Sabtu (13/9/2025).

Pada balapan seri terakhir kompetisi balapan Eropa ini, Veda terjatuh saat balapan hendak memasuki sisa empat lap.

Veda terlibat insiden dengan pembalap Kirgizstan, Yaroslav Karpushin di tikungan 14.

Insiden ini membuat Veda tak mendapatkan poin pada balapan pertama, sementara di sisi lain kompetitor terkuatnya Brian Uriarte memenangi balapan.

Uriarte mendapatkan tambahan 25 poin dari kemenangannya ini dan membuatnya menjadi juara Rookies Cup 2025 setelah torehan poinnya sudah tak dikejar oleh Veda. Uriarte mengoleksi 216 poin, sementara Veda 170 poin.

“Sangat senang. Luar biasa, kami bekerja sangat keras,” kata Uriarte.

Posisi Veda yang sebelumnya sebagai runner-up, juga tergeser atas hasil ini setelah diambil alih oleh pembalap Malaysia Hakim Danish yang ungguh satu poin darinya.

Danish finis posisi kesepuluh di balapan pertama Misano, namun itu sudah cukup untuk membuatnya merangsak naik di posisi kedua.

Di sisi lain, hasil impresif didapatkan oleh pembalap Indonesia lainnya, yaitu Kiandra Ramadhipa yang finis posisi kelima di balapan pertama. Hasil ini untuk sementara membuat Kiandra mengoleksi 92 poin di posisi kedelapan.

Balapan kedua di Misano akan dimainkan pada Minggu pukul 13.45 WIB. Balapan ini akan menjadi kesempatan Veda merebut kembali posisi runner-up, yang hilang karena diambil oleh Danish.

Kiandra juga masih berpeluang mengakhiri musim di posisi lebih tinggi, karena poin maksimal yang bisa didapatkannya (25 poin) di balapan kedua nanti dapat membuatnya mengakhiri musim di posisi keenam.

Melalui Pertamax Turbo Drag Fest, Pertamina Dukung Perkembangan Otomotif di Indonesia

0
Pertamax Turbo Drag Fest

PT Pertamina Patra Niaga melalui ajang Pertamax Turbo Drag Fest 2025 terus berkomitmen dan mendukung perkembangan motorsport dan olahraga otomotif di Indonesia.

“Ajang ini hadir sebagai bentuk komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung perkembangan motorsport dan olahraga otomotif di Indonesia yang terus diperluas di berbagai daerah,” ucap Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Kata Roberth, kompetisi balapan tersebut akan memasuki putaran III pada 13-14 September 2025 di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya, Jabar.

Putaran I digelar di Lanud Gading, Yogyakarta, pada Juli 2025 dan putaran II di Lanud Wiriadinata Tasikmalaya pada Agustus 2025. Putaran III akan mempertandingkan 21 kelas drag bike dan drag race di lintasan 201 meter dan 402 meter.

“Pertamax Turbo Drag Fest kembali ke Tasikmalaya dengan antusiasme yang semakin besar. Ajang ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga wadah silaturahmi komunitas otomotif, ruang apresiasi bagi pembalap, sekaligus menyuguhkan hiburan positif untuk masyarakat, dan menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal,” ujar Roberth.

Roberth menambahkan bahwa Pertamax Turbo kembali digunakan sebagai bahan bakar resmi seluruh peserta.

“Dengan RON 98 dan standar Euro 4, Pertamax Turbo terbukti memberikan performa optimal di lintasan balap sekaligus ramah lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa bahan bakar unggulan ini mampu menjawab kebutuhan motorsport dan juga kendaraan modern sehari-hari,” tambah Roberth.

Selain kompetisi balap, ajang ini juga menghadirkan berbagai program sosial dan keberlanjutan antara lain tebus murah sembako dan tukar botol plastik jadi poin MyPertamina.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, Pertamax Turbo Drag Fest 2025 juga melaksanakan penanaman 100 bibit pohon Trembesi di kawasan Lanud Wiriadinata pada Minggu (14/9/2025).

Pertamax Turbo Drag Fest 2025 juga menghadirkan beragam hiburan untuk pengunjung mulai dari pameran komunitas otomotif, bazar UMKM, food truck, hingga konser musik. “Seluruh hiburan ini dapat dinikmati gratis hanya dengan memiliki aplikasi MyPertamina,” tutup Roberth.

Insentif Mobil Listrik Impor Tidak Diperpanjang di Tahun 2026

0
Ilustrasi mobil listrik

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan tidak akan memperpanjang insentif untuk mobil berbasis baterai listrik atau battery electric vehicle (BEV) yang dijual di pasar domestik dengan skema impor utuh atauCompletely Built-Up CBU) pada tahun 2026 mendatang.

Diketahui, pemerintah memberikan insentif untuk importasi CBU mobil listrik hingga akhir Desember 2025 berupa bea masuk dan keringanan PPnBM dan PPN, dengan ketentuan perusahaan penerima manfaat insentif ini harus melakukan produksi dalam negeri 1:1 dari jumlah kendaraan CBU yang masuk ke pasar domestik.

‎”Tidak akan lagi kami keluarkan izin CBU, izin CBU dalam konteks skema investasi dengan mendapatkan manfaat (insentif),” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (12/9/2025).

Sementara, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta turut memastikan insentif CBU impor untuk mobil listrik dengan skema investasi tak akan dilanjutkan lagi oleh pemerintah pada tahun depan.

‎Saat ini ada enam perusahaan penerima manfaat insentif importasi BEV, yaitu PT National Assemblers (Citroen, AION, dan Maxus), PT BYD Auto Indonesia, PT Geely Motor Indonesia, PT VinFast Automobile Indonesia, PT Era Indusri Otomotif (Xpeng), dan PT Inchape Indomobil Energi Baru (GWM Ora).

‎Enam perusahaan tersebut memiliki rencana investasi di tanah air sebesar Rp15,52 triliun yang memiliki kapasitas produksi hingga mencapai 305 ribu unit sebagai imbal balik dari mengikuti program ini.

‎Kemenperin mendorong para penerima manfaat untuk merealisasikan produksinya secara domestik.

‎Sebelumnya, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin Mahardi Tunggul Wicaksono meminta produsen otomotif yang sudah menikmati insentif impor mobil listrik berbasis baterai dalam bentuk utuh untuk memenuhi kewajiban produksinya dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) mulai tahun 2026.

‎Mulai 1 Januari 2026 hingga 31 Desember 2027 para produsen wajib memproduksi mobil listrik di Indonesia dengan jumlah setara kuota impor CBU. Produksi ini harus menyesuaikan aturan TKDN yang sudah ditetapkan.

‎”Dalam perjalanannya, perusahaan juga harus memperhatikan nilai, besaran nilai TKDN. Dari 40 persen harus secara bertahap naik menjadi 60 persen besaran nilai TKDN,” ujar Mahardi.

Ducati World Première 2026 : Peluncuran Model Terbaru Ducati Dimulai Hari Ini

0

Ducati World Première (DWP) telah kembali, rangkaian acara yang selama bertahun-tahun dipergunakan oleh Ducati untuk memperkenalkan model-model terbarunya untuk musim mendatang di webite Ducati dan kanal media sosial.

Lima acara pertama DWP 2026 akan berlangsung sesuai kalender yang dimulai pada 12 September pukul 20.30 CEST dan dilanjutkan dengan empat tanggal berikutnya, yang akan membawa para penggemar menuju Milan Motorcycle Shows (EICMA) 2025, di mana mulai hari Kamis 6 November, motor-motor tersebut akan dipamerkan secara langsung untuk pertama kalinya di Pameran Motor Internasional.

Berikut adalah kalender untuk lima acara pertama Ducati World Première 2026 :

  • 12 September 2025
  • 23 September 2025
  • 7 Oktober 2025
  • 23 Oktober 2025
  • 4 November 2025

Perlengkapan pers komplit untuk model-model yang diperkenalkan pada setiap acara akan tersedia di Ducati Media House.