Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 33

Sejarah Sepeda Onthel dan Perkembangannya di Indonesia

0
Sepeda onthel

Sepeda onthel, dalam Bahasa Inggris dikenal dengan istilah roadster bicycle, atau sering disebut dengan nama sepeda unta, pit kebo (sepeda kerbau), atau pit pancal, adalah sebuah jenis sepeda standar dengan ukuran ban 28 inci yang pernah menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan hingga akhir tahun 1970-an. Demikian dilansir dari laman Wikipedia, Selasa (2/9/2025)

Kata “Onthel” yang merupakan bahasa Jawa yang artinya mengayuh. Kata Onthel bagi masyarakat Jawa identik dengan sebutan bagi sepeda yang bertenagakan ayuhan kaki.

Sepeda onthel mengacu pada sepeda desain Belanda yang bercirikan posisi duduk tegak dan memiliki reputasi yang sangat kuat dan berkualitas tinggi. Karakteristiknya adalah terdapat rumah rantai tertutup atau katengkas (pelafalan dari bahasa Belanda kettingkast) dengan gigi yang tidak bisa diubah dan biasanya terdapat dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu. Sepeda ini juga dilengkapi rem drum atau rem tromol untuk pengereman.

Ketengkas ini berfungsi untuk melindungi rantai sepeda dari kotoran dan debu. Selain itu, sepeda ini umumnya dilengkapi dengan gigi yang tidak dapat diubah, serta dinamo di bagian roda depan untuk menyalakan lampu, yang sangat berguna saat berkendara di malam hari. Sebagai sistem pengereman, sepeda onthel menggunakan rem drum atau rem tromol yang dikenal efektif dan tahan lama.

Pada masa kejayaannya, sepeda onthel hadir dengan berbagai merek dari berbagai negara. Pada segmen premium, merek-merek seperti Fongers, Gazelle, dan Sunbeam menjadi pilihan utama.

Sementara itu, pada segmen di bawahnya terdapat merek-merek terkenal seperti Simplex, Burgers, Raleigh, Humber, Rudge, Batavus, Phillips, dan NSU yang turut memeriahkan pasar sepeda onthel di Indonesia.

Dan Raleigh bisa dibilang sebagai salah satu merek sepeda ontel tertua. Sepeda ini berasal dari Inggris dan sudah diproduksi sejak tahun 1886.

Sejarah Sepeda Onthel di Indonesia

Sepeda onthel pertama kali banyak digunakan di Indonesia pada masa Hindia Belanda. Sepeda ini menjadi kendaraan yang sangat populer di kalangan masyarakat perkotaan sebagai sarana transportasi yang efisien dan terjangkau.

Sepeda onthel

Namun, pada tahun 1970-an, keberadaannya mulai tergeser oleh sepeda jengki, yang lebih kompak dan didesain lebih modern baik dari segi ukuran tinggi maupun panjangnya.

Berbeda dengan sepeda onthel, sepeda jengki tidak membedakan desain untuk pengendara pria dan wanita. Salah satu merek sepeda jengki yang populer pada masa itu adalah Phoenix, yang berasal dari China.

Pada dekade 1980-an, sepeda jengki mulai digeser oleh sepeda gunung (MTB), yang semakin populer karena desainnya yang lebih sesuai dengan kebutuhan aktivitas luar ruangan dan medan yang lebih bervariasi. Di Indonesia, sepeda onthel kemudian lebih banyak digunakan oleh masyarakat pedesaan, sementara di perkotaan sepeda motor mulai menggantikan posisi sepeda sebagai alat transportasi pribadi.

Pada tahun 2000-an, sepeda onthel yang dahulu mulai jarang ditemukan di masyarakat perkotaan, tiba-tiba menjadi barang antik yang diburu kembali. Fenomena ini dikenal dengan istilah “wolak-waliking zaman” dalam bahasa Jawa, yang berarti kembalinya suatu hal dari masa lalu ke zaman kini.

Proses kebangkitan sepeda onthel ini terjadi seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan ancaman global warming. Sepeda onthel, yang dikenal sebagai alat transportasi ramah lingkungan, kembali menarik perhatian berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pejabat.

Royal Enfield Luncurkan Motor Kostum ‘Groove FT 450’

0
Royal Enfield Groove FT 450

Royal Enfield berkolaborasi dengan Front Wheels Motors meluncurkan Groove FT 450 pada ajang ​​​​​Custom War 2025 di Bali.

Nama Groove, diambil untuk mewakili gerakan berputar tanpa henti dari sebuah roda, dan sepeda motor ini menggambarkan perjalanan kreatif Front Wheels Motors serta potensi global Guerrilla 450 sebagai pesaing sejati dalam kompetisi flat track.

Sedangkan FT 450 yang dikerjakan bersama dengan Front Wheels Motors, hadir dengan desain berani yang terinspirasi dari konsep flat track. Fondasi dari motor ini, berasal dari Royal Enfield Guerrilla 450.

Kata Head – Custom & Motorsport, Royal Enfield, Adrian Sellers dalam keterangan resminya, Selasa (2/9/2025), bahwa dengan Groove FT 450, kami mendorong batasan yang dapat dicapai oleh Guerrilla 450 dan merayakan inovasi yang membuat wilayah ini menjadi bagian yang begitu menarik dari dunia kustom global.

“Pengerjaan modifikasi motor ini memakan waktu selama dua bulan. Motor kostum ini, masih mempertahankan rangka utama dan memperkenalkan subframe modular dan unibody bodywork yang terbuat dari aluminium 3mm, dengan finishing biru mencolok, aksen emas, dan motif papan catur yang terinspirasi dari balap Nascar,” ucap Adrian.

Royal Enfield Groove FT 450

Sementara untuk mempercantik tampilannya, motor ini sudah dibenamkan dengan suspensi ternama seperti Ohlins, rem Brembo, CNC-machined triple clamps, dan setang Renthal guna memastikan kontrol dan performa yang baik ketika digunakan.

Komponen lain yang sudah diganti dari standarnya adalah pembuatan secara mandiri seperti swingarm, knalpot, dan footpegs menunjukkan sebuah craftmanship di balik project ini.

Royal Enfield Groove FT 450

Motor modifikasi ini juga memangkas beratnya sebanyak 15kg, pihaknya juga memberikan ECU yang sudah ditingkatkan, sistem pembakaran yang diubah, dan throttle body billet 44mm dengan dua injektor – semakin meningkatkan kecepatan dan pengendaliannya.

“Hadirnya motor modifikasi ini untuk mempertegas nama Indonesia di industri kostum global. Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat aktif di industri kreatif terlebih dalam segmen otomotif,” paparnya.

Chery Safety Challenge : Dua Unit TIGGO 9 CSH Saling ‘Adu Kebo’ di Afrika Selatan

0
Dua Chery TIGGO 9 CSH menggelar demonstrasi uji keselamatan ekstrem di Afrika Selatan, Rabu (20/8/2025).

Produsen otomotif global terkemuka, Chery kembali menggemparkan publik dengan menggelar demonstrasi uji keselamatan ekstrem di Afrika Selatan, pada Rabu (20/8/2025) silam. Dalam momen yang penuh ketegangan, dua unit Chery TIGGO 9 CSH dipacu hingga 50 km/jam dan kemudian saling beradu dalam uji tabrak frontal (head-on) dengan offset 50% dari perspektif kemudi kanan.

“Hasilnya, kabin penumpang tetap utuh tanpa deformasi, sabuk pengaman dan airbag bekerja sempurna, serta akses dan kondisi pasca-tabrakan mendukung evakuasi dan keselamatan penumpang,” tulis keterangan resmi Chery yang diterima, Selasa (2/9/2025).

Tulisnya, uji tabrak ganda bertajuk “berlian vs berlian” ini merupakan bagian dari Chery Global Six-Dimensional Safety Challenge 2025, dan menjadi yang pertama dilakukan di Afrika Selatan dikenal sebagai  Tanah Berlian.

“Sebuah demonstrasi yang sengaja dipilih untuk menegaskan filosofi Chery bahwa “keunggulan sejati lahir dari keberanian menantang diri hingga batas tertinggi”, sekaligus mempertegas dedikasinya terhadap standar keselamatan tanpa kompromi pada Chery TIGGO 9 CSH yang merupakan SUV flagship terbarunya,” tulisnya lagi.

 

Chery TIGGO 9 CSH menjalani pengujian keselamatan ekstrem di Afrika Selatan.

Keandalan Sistem Keselamatan

Menanggapi tingginya perhatian publik Afrika Selatan terhadap aspek keselamatan berkendara, Chery memilih untuk melakukan uji tabrak dua kendaraan dalam kondisi yang sangat menantang. Demonstrasi ini dirancang untuk memvalidasi kemampuan Chery TIGGO 9 CSH dalam menghadapi skenario kecelakaan paling kritis dan sering terjadi di kawasan tersebut, yakni tabrakan frontal offset 50% dengan kendaraan dari arah berlawanan di sisi kemudi kanan.

Melalui pengujian ekstrem yang berhasil dilalui oleh TIGGO 9 CSH, Chery memperkenalkan model verifikasi keselamatan yang terukur, dapat direplikasi, dan mencakup seluruh skenario kritis.

Pengujian di lokasi menunjukkan hasil yang luar biasa. Saat kedua Chery TIGGO 9 CSH saling beradu, struktur kabin penumpang tetap utuh sepenuhnya, tanpa deformasi atau kerusakan pada pilar A, B, maupun C.

Airbag depan serta airbag lutut pengemudi pun mengembang secara instan dan sempurna. Sistem pre-tensioner pada sabuk pengaman bekerja dengan presisi untuk menahan penumpang secara optimal, sementara sistem bahan bakar tetap tersegel tanpa kebocoran sedikit pun.

Yang lebih mengesankan lagi, keempat pintu dari SUV flagship ini pun dapat dibuka secara normal, memungkinkan akses evakuasi tanpa hambatan. Lampu darurat (hazard) juga aktif secara otomatis guna mencegah kecelakaan sekunder dengan memberi peringatan kepada pengguna jalan lain.

Hasil tersebut tidak hanya menunjukkan kekokohan luar biasa dari rangka bodi, tetapi juga merefleksikan keandalan menyeluruh dari sistem keselamatan Chery, mulai dari kinerja fitur penahan hingga aksesibilitas pasca-kecelakaan.

DNA keselamatan Chery TIGGO 9 CSH: “Diamond within a Rock-Solid Body”

Performa luar biasa Chery TIGGO 9 CSH saat menghadapi pengujian keselamatan ekstrem ini berakar pada komitmen nyata terhadap keunggulan inovasi dan pendekatan unik terhadap standar keselamatan global bintang lima.

Filosofi “hanya berlian yang bisa memotong berlian” diwujudkan secara harfiah dalam uji ekstrem ini. Lahir dari platform T2X terbaru yang kokoh, Chery TIGGO 9 CSH merupakan evolusi komprehensif dalam hal dimensi kendaraan, sistem keselamatan aktif dan pasif, serta teknologi cerdas.

Dirancang untuk memenuhi standar keselamatan tertinggi, Chery TIGGO 9 CSH mengusung konsep “berlian dalam bodi sekokoh batu karang”. Struktur bodinya menggunakan 85% baja berkekuatan tinggi, termasuk 21% baja hot-formed 1500 MPa yang ditempatkan secara strategis pada titik-titik krusial seperti pilar A dan B, menciptakan sangkar pelindung laksana benteng lapis baja.

Selain itu, Chery TIGGO 9 CSH dilengkapi dengan sistem balok anti-tabrakan depan ganda eksklusif dari material paduan aluminium, dengan tinggi 140 mm dan cakupan lebar melintang 85% yang dipadukan dengan enam kotak penyerap energi (crash box). Kombinasi ini bekerja efektif untuk menyerap dan menyebarkan energi benturan, memberikan keyakinan tak tergoyahkan bagi penggunanya.

Sebagai lapisan pertahanan terakhir, sistem 10-airbag komprehensif Chery TIGGO 9 CSH melindungi kabin. Airbag samping yang super panjang dengan ukuran 2.060 mm yang membentang dari pilar A hingga pilar D ini dapat mengembang seperti tirai pelindung dan mampu mempertahankan lebih dari 50% tekanannya bahkan enam detik setelah aktivasi.

Kemampuan ini memberikan perlindungan berkelanjutan hingga penumpang belakang. Sebagai fitur eksklusif di segmennya, far-side airbag yang terletak di antara pengemudi dan penumpang depan juga dapat mengembang untuk meminimalisir risiko benturan sekunder antar penumpang depan. Rangkaian fitur canggih ini menegaskan keyakinan Chery bahwa “Keselamatan adalah kemewahan sejati”.

Demokratisasi Keselamatan, Dari Teknologi Canggih Menjadi Perlindungan Keluarga

Sebagai bagian dari Chery Global Six-Dimensional Safety Challenge 2025, uji tabrak di Afrika Selatan ini mencerminkan komitmen tanpa henti perusahaan terhadap segala skenario keselamatan berkendara di berbagai belahan dunia.

Mulai dari uji perendaman baterai di air laut selama 53 jam di Indonesia hingga uji gesekan baterai di dataran tinggi Meksiko, Chery akan terus menguji kendaraannya dalam kondisi paling ekstrem di berbagai belahan dunia untuk menjawab kekhawatiran nyata para pengguna.

Rangkaian aksi ini selaras dengan visi global Chery. Pesan yang ditampilkan di layar raksasa Bandara Internasional Dubai “Safety, for Family” dan “Let everyone enjoy five-star protection”, menjadi bukti nyata komitmen Chery terhadap pemerataan teknologi keselamatan.

Komitmen ini juga diwujudkan dalam pembangunan berkelanjutan komunitas lokal. Pada 21 Agustus, Chery bermitra dengan UNICEF untuk meluncurkan forum “Champion for Education in Africa” di Afrika Selatan. Kedepannya, Chery juga berencana untuk menginisiasi program donasi Sekolah Dasar Harapan di kawasan tersebut, sebagai bagian dari strategi lokalisasi “In Africa, For Africa”.

Keberanian untuk menantang batas melalui pengujian ekstrem ini berakar dari pengalaman luas Chery dalam ekspansi global. Pada tahun 2025, Chery menjadi produsen mobil China pertama yang mencapai lima juta unit ekspor dan semakin memperkuat kehadirannya secara internasional dengan masuk dalam daftar Fortune Global 500 pada bulan Juli 2025 lalu.

Di balik pencapaian bersejarah “Double 500” ini terdapat komitmen teguh Chery terhadap kualitas global yang konsisten, memastikan setiap kendaraannya memiliki struktur keselamatan fundamental yang sekuat dan sekokoh berlian, di mana pun mereka berada.

Uji tabrak Chery TIGGO 9 CSH di Afrika Selatan telah melampaui sekadar verifikasi teknis. Ini adalah praktik aktif Chery dalam “demokratisasi keselamatan”, sebuah janji untuk melindungi jutaan keluarga di jalan, dan sebuah tonggak sejarah dalam mendefinisikan kembali standar keselamatan dari perspektif global.

Balap Sepeda, Sejarah dan Perkembangannya yang Layak Anda Ketahui

0
Balap sepeda

Bersepeda merupakan kegiatan yang tidak hanya bermanfaat sebagai olahraga, tapi juga menjadi sarana rekreasi dan model transportasi darat. Saat ini, setiap tanggal 3 Juni diperingati sebagai Hari Sepeda Sedunia.

Di Indonesia, balap sepeda merupakan salah satu olahraga yang cukup digemari, balap sepeda juga termasuk salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade. Kejuaraan balap sepeda diadakan pertama kalinya pada tahun 1893 dan dimasukkan dalam Olimpiade sejak 1986.

Berikut perkembangan sejarah balap sepeda dan jenis-jenis olahraga balap sepeda dilansir dari laman dispora.jakarta.go.id, Selasa (2/9/2025).

Sejarah Balap Sepeda di Indonesia

Olahraga balap sepeda pertama kali dilaksanakan pada Tahun 1868 dengan lintasan sejauh 1.200 km yang digelar di Parc de Saint-Cloud, Paris, Prancis. Kejuaraan balap sepeda dunia pertama kali digelar pada 1893.

Kemudian, cabang olahraga balap sepeda masuk dalam Olimpiade pertama kali tahun 1896 di Athena. Kemudian olahraga balap sepeda mulai dikenal di Eropa pada akhir abad ke-19. Baru kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan seluruh dunia.

Sedangkan di Indonesia sendiri awal mula perkembangan sepeda berasal dari ekspansi yang dibawa oleh penjajah barat di Indonesia, seperti Belanda dan Inggris yang memiliki tren transportasi dengan sepeda.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak bangsawan lokal juga ikut menggunakan sepeda hingga tren ini sangat tinggi pada masyarakat Indonesia saat itu terutama pada abad ke-19. Sebelumnya alat transportasi yang terkenal di Indonesia berupa gerobak atau delman.

Pada 1948, dibentuk klub sepeda asal Bandung bernama Super Jet yang kemudian berganti nama menjadi Sangkuriang. Sementara organisasi induk balap sepeda di Indonesia dibentuk pada 20 Mei 1956 di Semarang dengan nama Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI).

Balap sepeda semakin berkembang setelah dari kota Bandung sukses membuat sebuah ajang balap sepeda bertaraf internasional. Balap sepeda tersebut adalah Tour de Java 1 yang diadakan pada tahun 1958, yang mana event balap sepeda ini merupakan event Balap Sepeda pertama  yang diadakan di Asia.

Hal tersebut juga membuat negara Indonesia disebut sebagai salah satu pelopor perlombaan balap sepeda yang diadakan di ranah Asia.

Jenis Balap Sepeda

Balap sepeda sendiri terbagi menjadi empat kelas, yaitu road racecycling trackmountain biking, dan BMX.

Road Rice

Road Rice menggunakan jenis sepeda road bike (sepeda balap), yang mengutamakan kecepatan. Road race biasanya dilakukan pada jalan umum, yang bisa disterilkan dari kendaraan lain, atau ada juga yang tidak. Cabang olahraga road race sudah dipertandingkan sejak Olimpiade modern di Athena pada tahun 1896.

Cycling track

Cycling track adalah balap sepeda yang diadakan dalam track khusus sepeda (velodromes), dan menggunakan sepeda balap khusus. Pembalap sepeda track biasanya memiliki massa otot kaki yang lebih besar dari pembalap sepeda road atau gunung, karena banyak mengandalkan sprint pada perlombaannya. Aerodinamis menjadi faktor yang sangat penting, sepeda, pakaian, dan helm dan aksesoris lainnya sudah dirancang untuk memaksimalkan performa pada perlombaan.

Mountain biking

Sementara, mountain biking umumnya dilakukan pada jalanan off road, baik alami maupun buatan, beberapa bisa melintasi jalan on road, tetapi dengan batasan tertentu. Balap sepeda gunung mulai dipertandingkan di Olimpiade sejak 1996.

Bicycle Motocross (BMX)

Bicycle Motocross (BMX) adalah jenis sepeda yang didesain khusus untuk lomba balap dan akrobatik. BMX  dimulai pada akhir tahun 60an di California, bersamaan saat olahraga Motocross mulai populer di Amerika. Versi motor ini menjadi inspirasi untuk versi tenaga manusia.

Anak-anak dan remaja yang mempunyai semangat tetapi tidak mempunyai sarana untuk berpartisipasi dalam ajang motocross, akhirnya mengadakan perlombaan balap sepeda untuk kalangan mereka dengan merancang rintangan serta sepeda mereka sendiri. Mereka bahkan melengkapi diri dengan kostum dan alat -alat pelindung seperti yang digunakan oleh para pembalap motocross.

Mengenal Para Cycling, Cabang Olahraga Bagi Atlet Penyandang Disabilitas

0
Para cycling

Para cycling kini menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan diberbagai event olahraga, salahsatu di Asian Para Games. Namun, tahukan anda apa itu olahraga para cycling. Berikut penjelasannya yang dikutip dari berbagai sumber.

Para cycling adalah cabang olahraga bersepeda khusus bagi atlet penyandang disabilitas. Untuk itu, jenis sepeda yang digunakan pun bermacam-macam, tergantung kondisi fisik pesertanya. Setidaknya ada 3 jenis sepeda, yaitu sepeda konvensional, trike/tricycle atau sepeda roda 3, dan handbike atau sepeda tangan.

Menurut sejarahnya, para cycling dimulai pada tahun 1980-an, dimulai dengan pengendara tunanetra yang berkompetisi secara tandem dengan pasangan yang dapat melihat. Di New York 1984 ia mengikuti Paralimpiade Musim Panas, yang hanya terdiri dari balapan jalan raya untuk pengendara dengan kelumpuhan otak.

Selama empat Paralimpiade berikutnya, acara lebih lanjut ditambahkan. Akibat buruknya manajemen penyelenggaraan, dengan sangat terpaksa akhirnya Paralympic Games 1984 berlangsung di dua tempat, yakni New York (AS) dan Stoke Mandeville (Inggris). New York kebagian tugas lebih banyak dengan menampung 1800 atlet difabel, 22 orang di antaranya adalah atlet para cycling.

Paralympic Games 1984 mempertandingkan 7 nomor perlombaan para cycling. Belum ada nomor track waktu itu, jadi balapan hanya dilangsungkan di sirkuit jalanan. Dua pesepeda, Mortem Fromyr dari Norwegia dan Dominique Molle asal Prancis, berhasil memborong masing-masing 2 emas pada kompetisi tersebut.

Pada olimpiade difabel Atlanta 1996, barulah lintasan bersepeda dimasukkan serta berbagai disabilitas dalam berbagai kategori fungsional. Bersepeda tangan diikutsertakan dalam Paralimpiade Sydney 2000 sebagai acara pameran.

Sejak saat itulah, para cycling kemudian terus menjadi langganan cabang olahraga di penyelenggaraan kompetisi internasional. Jumlah peserta kian bertambah seiring berjalannya waktu, demikian juga dengan nomor yang dipertandingkan, termasuk pada Asian Para Games tahun ini.

Saat ini, para cyling telah menjadi bagian dari Union Cycliste Internationale (UCI), badan olahraga bersepeda dunia. UCI pun menyelenggarakan berbagai kompetisi rutin tahunan untuk semua nomor perlombaan.

Kelas Para Cycling

Umumnya perlombaan pada para cycling akan berlangsung di atas 2 jenis jalur, yakni trek (track) dan jalanan (road). Para cycling terbagi menjadi beberapa kelas atau kategori. Klasifikasi ini berdasarkan pada kemampuan fisik para atlet, begini pembagiannya:

Kelas C1-C5 : Untuk atlet dengan cerebral palsy, amputasi, dan kondisi lain yang dapat mengendarai sepeda roda 2.

Kelas T1-T2 (sepeda roda 3) : Kelas ini menggunakan sepeda roda 3, mengingat diperuntukkan bagi atlet dengan cerebral palsy, kondisi neurologis kurang sempurna, atau atlet lain yang tidak mampu mengendarai sepeda roda 2.

Kelas B/Tandem : Untuk atlet dengan gangguan penglihatan. Kelas ini dilakukan secara tandem, menggunakan sepeda roda 2 dengan stang dobel  untuk 2 penumpang. Karena tandem, maka kelas B akan diikuti oleh tim beranggotakan 2 orang, salah satunya adalah atlet normal yang berperan sebagai pilot.

H1-H5 (sepeda tangan) : Kelas ini menggunakan sepeda tangan, untuk atlet dengan gangguan fungsi kaki atau anggota tubuh bagian bawah lainnya, akibat kelumpuhan atau amputasi. Sehingga atlet akan menggunakan tangan atau lengan untuk mengayuh sepeda, menggantikan fungsi kaki mereka.

Klasifikasi tersebut dilakukan demi menghindari penurunan kondisi atlet akibat mengikuti kompetisi, baik secara fisik maupun mental. Ujian klasifikasi ini biasanya dilakukan menjelang diadakannya kompetisi. Dilakukan oleh seorang penguji profesional dan terlatih yang akan menilai kondisi atlet secara objektif.

Selain 4 kelas di atas, dalam kondisi-kondisi tertentu sebuah perlombaan juga akan menentukan kelas baru bagi atlet peserta. Sifatnya sementara, umumnya hanya berlaku khusus dalam kompetisi tersebut.

Seperti pada Asian Para Games kali ini, di mana Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (INAPGOC) atau komite penyelenggara Asian Para Games hanya menyelenggarakan 3 kelas perlombaan, yakni kategori H (sepeda tangan), kategori B tandem untuk atlet dengan gangguan penglihatan, dan kategori C (sepeda biasa) untuk atlet tanpa lengan atau kaki.

Hankook Tire Indonesia Bantu Fasilitas Sekolah dan Paket MBG di Kabupaten Bekasi

0
Hankook Tire Indonesia distribusikana 250 pasang meja dan kursi sekolah bagi siswa di SDN 01 Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Hankook Tire Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung masa depan generasi penerus Indonesia lewat program bantuan fasilitas sekolah dan paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kedua program ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menargetkan 173 pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas, sekolah, serta sarana dan utilitas pendukung lainnya, serta sejalan dengan program Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi.

HankookTire telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp90 juta untuk distribusi 250 pasang meja dan kursi sekolah bagi siswa di SDN 01 Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Hankook Tire juga melanjutkan rangkaian distribusi Makan Bergizi Gratis di SDN 01 Cicau, setelah sebelumnya sukses terlaksana di SMPN 3 Cikarang Pusat dan mendapat respons positif. Program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak usia sekolah memperoleh asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang serta peningkatan prestasi belajar.

Sepanjang tahun 2025, program ini akan menyasar 39 sekolah SD dan 10 sekolah SMP di wilayah Cikarang Pusat dan dilaksanakan secara rutin dengan target distribusi lebih dari 5.000 paket makanan bergizi dan total alokasi dana sebesar Rp110 juta.

Hankook Tire Indonesia distribusikan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Cicau.

Kedua bantuan ini diserahkan oleh Presiden Direktur PT. Hankook Tire Indonesia, Jin Kyung Jung kepada Rondi, Kepala Sekolah SDN 01 Cicau. Penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Didik Setiadi, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi.

Kegiatan ini juga sejalan dengan implementasi prinsip Environment, Social, and Governance (ESG) yang menjadi acuan dalam strategi keberlanjutan perusahaan. Hankook Tire berkomitmen untuk mendukung terciptanya generasi muda yang unggul dan siap membangun masa depan bangsa.

Presiden Direktur PT. Hankook Tire Indonesia, Jin Kyung Jung, menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi penting bagi kemajuan bangsa. Untuk itu, Hankook Tire berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan siswa akan fasilitas infrastruktur sekolah yang layak serta asupan makanan dengan gizi seimbang.

“Melalui donasi meja dan kursi, kami berharap anak-anak di SDN 01 Cicau bisa mendapatkan lingkungan belajar yang lebih ideal, nyaman, serta kondusif.Asupan makanan bergizi juga tidak kalah penting untuk menunjang peningkatan kemampuan berpikir, belajar, dan tumbuh kembang optimal siswa, sehingga membentuk generasi masa depan yang unggul. Keterlibatan UMKM lokal, sebagai penyedia makanan untuk program ini turut membawa efek berganda (multiplier effect) yang berkontribusi langsung dalam memperkuat ketahanan ekonomi komunitas lokal,” ungkap Jung diketerangannya, Selasa (2/9/2025).

Program ini juga memperkuat posisi Hankook Tire sebagai perusahaan global yang tidak hanya berfokus pada inovasi produk dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga aktif dalam inisiatif sosial yang memberi dampak langsung kepada masyarakat sekitar.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Hankook Tire Indonesia atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan infrastruktur belajar dan program makan bergizi gratis di wilayah Bekasi,” tambah Imam Faturochman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Imam berharap upaya yang Hankook Tire lakukan dapat menjadi inspirasi bagi sektor swasta untuk turut berperan aktif dalam perbaikan lingkungan pendidikan serta tumbuh kembang generasi penerus yang sehat dengan prestasi belajar optimal.

Karena Ini, Populasi Kendaraan Listrik di Indonesia Terus Meningkat

0
Mobil listrik

Pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu mengatakan kenaikan populasi kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV) di Indonesia tidak terlepas dari dukungan kebijakan fiskal pemerintah, khususnya melalui program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

“Kenaikan ini jelas akibat stimulus fiskal dari pemerintah, terutama melalui kebijakan PPN DTP yang memangkas PPN menjadi hanya satu persen untuk BEV yang memenuhi syarat TKDN sampai akhir 2025 ini,” katanya akhir pekan lalu di Jakarta.

“Populasi BEV di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan pesat,” jelas Yannes lagi.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) per Agustus 2025, jumlah BEV di Indonesia telah mencapai 274.802 unit. Angka ini mencerminkan lonjakan signifikan sebesar 151 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebijakan ini memberikan insentif berupa pengurangan PPN menjadi hanya 1 persen untuk mobil listrik yang memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga akhir 2025.

“Insentif ini secara langsung menurunkan harga jual kendaraan di tingkat konsumen, sehingga secara signifikan meningkatkan keterjangkauan dan proposisi nilainya,” kata Yannes.

Selain itu, Yannes menyebut adopsi mobil listrik juga terdorong oleh pengembangan infrastruktur pendukung yang semakin memadai.

Hingga Juli 2025, jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 4.186 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti yang diungkap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru-baru ini.

Kehadiran SPKLU ini memainkan peran penting dalam mengurangi kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh kendaraan listrik atau yang dikenal dengan istilah range anxiety.

“Perkembangan infrastruktur ini secara bertahap mengurangi kekhawatiran konsumen akan jarak tempuh,” imbuh Yannes.

Dengan kombinasi insentif fiskal dan pembangunan infrastruktur yang masif, Indonesia dinilai berada pada jalur yang tepat untuk mempercepat transisi ke kendaraan ramah lingkungan.