Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 45

Tahun 2025, Hankook Tire bidik pertumbuhan bisnis double digit di Indonesia

0

Produsen ban global asal Korea Selatan, Hankook Tire, melalui PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), optimis memulai tahun 2025 di bawah kepemimpinan baru Bartek (Byunghak) Choi sebagai Presiden Direktur. Dengan pendekatan strategis yang terarah, perusahaan menargetkan pertumbuhan double digit pada segmen Passenger Car Radial/Light Truck Radial (PCR/LTR) dan Truck Bus Radial (TBR), memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia. 

“Meningkatnya tren kendaraan listrik dan SUV, khususnya yang bertenaga hybrid, memberikan peluang pasar yang signifikan bagi Hankook. Kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan, ditambah insentif pemerintah, semakin mendorong adopsi teknologi hijau,” kata Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Bartek (Byunghak) Choi.

Katanya, Hankook berkomitmen untuk terus berinovasi melalui produk-produk unggulan seperti ban kendaraan listrik iON, ban high-inch berperforma tinggi, serta ban TBR yang dirancang khusus untuk mendukung kendaraan listrik. Kami yakin, melalui strategi yang terintegrasi, pertumbuhan signifikan di semua segmen dapat tercapai pada 2025.”

Pasar kendaraan listrik Indonesia mendapatkan dorongan besar dari pemerintah, termasuk insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga 100% untuk mobil listrik impor maupun buatan lokal pada 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik. Untuk itu, Hankook siap menjadi mitra strategis dalam mendukung transisi menuju teknologi hijau di sektor otomotif.

Untuk mendukung pasar mobil listrik dan SUV yang terus berkembang, Hankook tahun ini akan melengkapi varian terbaru dari lini iON, Ventus, dan Dynapro, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain itu, Hankook tengah dipertimbangkan oleh berbagai produsen mobil sebagai mitra ban OEM, berkat kualitas produk yang unggul dan permintaan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga terus memperluas kerja sama dengan dealer mobil untuk menyediakan ban purnajual utama bagi konsumen, serta memperkuat kemitraan dengan operator angkutan umum guna mendukung operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

OMODA E5 jadi EV Chery terlaris selama 2024

0

PT Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan OMODA E5 sebagai SUV EV terlarisnya di Indonesia sepanjang tahun 2024. Sejak melakukan debut global dan Indonesia menjadi negara peluncuran pertama pada 5 Februari 2024, Chery OMODA E5 telah mencatatkan angka penjualan kumulatif retail sales yang impresif mencapai 4.421 unit. Angka ini berkontribusi signifikan sebesar 51% terhadap total penjualan Chery di Indonesia selama tahun 2024.

Dari total 4.421 unit OMODA E5 yang sukses terjual di Tanah Air, varian tertinggi dari kendaraan listrik bertipe Crossover SUV ini mendominasi dengan kontribusi lebih dari 90%. Hal ini menunjukkan preferensi pasar terhadap varian flagship dengan fitur dan spesifikasi yang lebih lengkap.

Sesuai dengan tagline “Drive E-Future” yang diusung, OMODA E5 hadir sebagai penjaga masa depan yang berkelanjutan, menawarkan mobilitas ramah lingkungan bagi generasi mendatang.

“OMODA E5 merupakan wujud nyata dari komitmen Chery dalam mendukung program Net Zero Emission (NZE) pemerintah Indonesia pada tahun 2060, melalui penyediaan kendaraan listrik berkualitas tinggi. Kami juga mengikuti aturan minimum 40% untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sesuai arahan pemerintah Indonesia,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan dan mendukung percepatan transisi ke kendaraan listrik, selama 2024 lalu Chery juga menghadirkan program GO GREEN FUND dengan total alokasi dana sebesar Rp 100 miliar. Program ini memberikan insentif bagi calon konsumen yang ingin beralih ke OMODA E5 dengan menukarkan mobil lamanya menggunakan skema trade-in.

Hingga akhir 2024, program GO GREEN FUND telah terealisasi sebesar Rp 30 miliar, dengan total 617 unit mobil lama dari konsumen yang telah ditukar menjadi kendaraan ramah lingkungan bersama OMODA E5.

Chery pun kembali menegaskan komitmennya, untuk melanjutkan program GO GREEN FUND pada tahun 2025 dengan sisa alokasi dana sebesar Rp 70 miliar. Langkah ini bertujuan untuk terus mengakomodasi minat masyarakat Indonesia yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin beralih dari Internal Combustion Engine (ICE) ke kendaraan listrik.

“Kehadiran OMODA E5 yang dipadukan dengan program GO GREEN FUND telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon.Hal ini sejalan dengan visi Chery untuk mendukung mobilitas berkelanjutan dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih,” pungkas Rifkie.

Wuling luncurkan mobil kecil ‘Zhiguang EV’

0

Wuling, produsen kendaraan asal China resmi meluncurkan kendaraan mungil “Kei Car” yakni Zhiguang EV di pasar otomotif China.

“Kendaraan kecil dengan dimensi 3685/1530/1750 mm dengan jarak sumbu roda 2600 mm ini memiliki 20 area penyimpanan yang dapat diperluas ini dibanderol mulai dari Rp106 juta hingga Rp113 juta,” tulis CarnewsChina, Minggu (19/1).

Tulisnya, di pasar lokal di China, mobil ini dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai keperluan seperti mobil penumpang dan komersial karena mobil ini sangat serbaguna.

Kendaraan ini juga merupakan mobil combi dengan pintu geser belakang dan ruang bagasi yang cukup yakni 1.117 liter (dengan kursi baris kedua dilipat).

Pada tampilan luar, kendaraan ini memiliki nuansa mobil kei khas Jepang. Namun, mobil listrik asal Tiongkok ini lebih besar dari mobil kei biasa. Pintu belakang dari mobil ini juga dapat dibuka hingga 595 mm.

Wuling mengklaim bahwa pintu bagasi dari kendaraan ini dapat dibuka hingga 90 derajat.

Pejabat Wuling menggarisbawahi bahwa tinggi pintu bagasinya adalah 569 mm. Hal ini semakin memudahkan pemilik dalam melakukan kegiatan bongkar muat.

Sementara pada bagian dalam, kendaraan ramah lingkungan ini hadir dengan tampilan yang sederhana seperti roda kemudi bundar dua jari-jari tanpa adanya tombol, layar panel instrumen kecil, kontrol AC fisik, rem tangan, dan tuas persneling putar.

Kabin mobil ini memiliki empat kursi dengan tata letak 2+2. Namun, keunggulan utama Wuling Zhiguang EV adalah fleksibilitas.

Kendaraan ini memiliki 20 lubang pemasangan berulir standar M6, cocok untuk pemasangan kompartemen penyimpanan dan rak penempatan.

Selain itu, meski kecil mobil ini juga memiliki kapasitas bagasi mencapai 527 liter. Jika bangku belakang dilipat, ruang bagasi bertambah menjadi 1.117 liter. Jumlah yang besar untuk kendaraan dengan panjang 3,6 meter.

Zhiguang EV memiliki rak bagasi di bagian atap. Sebagai pelengkap, pemilik Zhiguang EV dapat memasang berbagai aksesori di dasbor, termasuk meja lipat, tempat menaruh gelas, dan tempat menaruh ponsel. Secara keseluruhan, kendaraan ini sangat praktis.

Untuk sistem pacunya, mobil mungil ini hadir dengan motor listrik 30 kW (40 hp) di as roda belakang yang ditenagai oleh paket baterai LFP 17,6 kWh. Jangkauan mobil mencapai 201 km dalam kondisi CLTC.

Pemilik tim Gresini Racing yakin Fermin Aldeguer bisa bersaing di MotoGP

0

Nadia Padovani, pemilik tim Gresini Racing meyakini bahwa pembalap muda Fermin Aldeguer berpotensi dapat bersaing pada MotoGP musim ini untuk mendampingi Alex Marquez sebagai pembalap utama tim dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP24.

“Fermin baru saja tiba, tapi dia sudah menemukan tempat di hati kami, sementara saya yakin Alex dan dia bisa dan harus berjuang untuk mencapai lima besar di setiap balapan akhir pekan,” kata Nadia Padovani dalam laman MotoGP pada Minggu (19/1).

Pembalap berusia 19 tahun tersebut tak sabar untuk menjajal balapan perdananya musim ini.

“Keinginan untuk terjun balapan memang tinggi, namun perkenalan ini sudah menjadi langkah maju yang besar menuju musim 2025 ini,” ujar Fermin.

Tim Gresini Racing juga menunjukkan sepeda tempur mereka, Ducati Desmosedici GP24.

Dalam presentasi tim di Sirkuit Imola, Italia, liveri tim Gresini Racing yang biasanya didominasi warna biru langit pada musim ini sedikit berubah dengan silverstone dengan warna lebih mengkilap.

Terinspirasi dari video game, GAC Motors bangun supercar ‘G-Force’

0

Pada awal 2025 ini, GAC Group kembali menunjukkan komitmennya untuk berinovasi di industri otomotif dengan meluncurkan konsep supercar pertama mereka, G-Force, pada acara perdana Digital Cars & Coffee yang diselenggarakan oleh GAC Motors.

Sebagai sebuah karya yang menggabungkan teknologi mutakhir, kecepatan, dan desain futuristik, G-Force bukan hanya sekedar mobil konsep biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kreativitas tanpa batas yang dibawa oleh GAC dalam dunia otomotif.

Desain G-Force dikerjakan oleh Axel, salah satu desainer eksterior di GAC Milano, bersama tim #GACDesign, yang menggabungkan berbagai elemen yang terinspirasi dari film fiksi ilmiah, video game, serta mobil-mobil prototipe klasik Le Mans. Semua elemen tersebut diramu menjadi sebuah kendaraan yang tak hanya mengutamakan performa, tetapi juga mengusung kesan visual yang sangat futuristik dan inovatif.

“Untuk acara Digital Cars & Coffee pertama kami, dengan penuh antusiasme kami memperkenalkan supercar GAC G-Force, yang dirancang oleh Axel, salah satu desainer eksterior kami di GAC Milano. Diciptakan sebagai ekspresi murni dari kreativitas dan inovasi, G-Force adalah proyek penuh gairah yang dikembangkan di luar batasan tradisional dalam desain otomotif, dengan tujuan untuk mendorong batas teknologi dan estetika. Kami sangat bangga dapat menghadirkan karya ini, yang bukan hanya sebuah mobil, tetapi juga simbol dari visi masa depan GAC dalam menghadirkan kendaraan yang menggabungkan performa, teknologi, dan desain futuristik,” ujar Stephan Janin, Kepala  GAC Advanced Design Europe.

Sebagai konsep hypercar yang sepenuhnya dirancang dalam dunia digital, G-Force menandai tonggak sejarah penting bagi GAC Motors. Pendekatan digital-first ini memberikan kebebasan bagi tim desain untuk mengeksplorasi ide-ide yang lebih berani dan inovatif tanpa terhambat oleh keterbatasan fisik produksi mobil pada umumnya.

Hal ini memungkinkan GAC untuk menghadirkan desain yang jauh lebih dinamis, tajam, dan agresif dibandingkan dengan desain mobil konvensional. Garis-garis tajam dan aerodinamika yang sangat canggih pada G-Force memberikan kesan kecepatan yang terasa nyata meski mobil ini dalam posisi diam. Siluet kendaraan yang ramping serta tata letak kabin futuristiknya seakan menggambarkan perpaduan antara masa lalu yang penuh nostalgia dengan visi masa depan yang cemerlang.

Studio GAC Design di Milan, yang berada di bawah kepemimpinan Stephan Janin, dikenal akan keahliannya dalam menciptakan konsep ambisius yang menggabungkan kepraktisan dengan estetika mencolok. G-Force melanjutkan tradisi ini dengan mengintegrasikan desain yang berani dan ekspresif dengan teknologi canggih.

Yang lebih menarik lagi adalah konsep G-Force ini tidak hanya sekedar karya desain biasa. Dengan pendekatan digital-first yang diterapkan, GAC Design kini menjadi pelopor dalam menghadirkan interaksi langsung dengan penggemar otomotif dan kolektor melalui platform digital.

Ini merupakan bentuk komitmen GAC untuk memajukan industri otomotif dengan menginspirasi para penggemar otomotif dunia, memberikan ruang bagi mereka untuk ikut serta dalam revolusi desain yang sedang berlangsung, dan tentunya memperkenalkan ide-ide baru yang segar.

G-Force juga menunjukkan bahwa GAC Motors memiliki visi yang sangat kuat untuk masa depan otomotif. Dengan kombinasi desain revolusioner, teknologi canggih, dan pendekatan yang berani, GAC terus berupaya mendorong batasan dalam desain mobil dan memberi inspirasi baru bagi dunia otomotif global.

Dengan hadirnya G-Force, GAC Motors tidak hanya berperan sebagai produsen kendaraan, tetapi juga sebagai pionir dalam revolusi desain mobil masa depan. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan GAC untuk memimpin inovasi di industri otomotif global, sekaligus menjadi bagian dari perubahan besar yang akan datang di dunia otomotif.

Penjualan Chery melonjak hingga 118% pada 2024

0

PT Chery Sales Indonesia (CSI) mengumumkan pencapaian yang gemilang selama tahun 2024, dengan mencatatkan lonjakan penjualan yang signifikan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini diraih di tengah persaingan yang ketat dan tantangan daya beli masyarakat, membuktikan ketangguhan Chery dan kontribusinya bagi dinamika industri otomotif Tanah Air lewat pengembangan berbagai jenis produk yang inovatif.

Secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2024, Chery berhasil membukukan total penjualan retail sales sebesar 8.626 unit di Indonesia. Angka tersebut melonjak sebesar 118% dibandingkan periode yang sama pada 2023 lalu yang mencatatkan angka penjualan sebanyak 3.952 unit.

Kesuksesan ini didorong oleh performa apik dari peluncuran model baru di segmen kendaraan listrik (EV), didukung juga oleh strategi pemasaran dan jaringan purna jual yang terus berkembang serta telah Grand Opening dari 19 dealer menjadi 43 dealer pada 2024.

“Tahun 2024 bisa dibilang tahunnya EV bagi Chery di Indonesia dengan hadirnya OMODA E5, E5 Pure dan J6. Ketiga model EV yang dihadirkan ini lantas mendapat penerimaan yang baik dari masyarakat Indonesia hingga berhasil mengangkat penjualan Chery yang tumbuh 118% selama tahun 2024. Tentunya perjalanan Chery tidak akan berhenti di sini, karena pada tahun 2025 Chery akan melakukan gebrakan baru dan siap meramaikan pasar New Energy Vehicle (NEV) lainnya, dengan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat indonesia yang penggunaan kendaraannya tidak hanya untuk sehari-hari melainkan juga untuk perjalanan lintas pulau,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Adapun model yang memberikan kontribusi penjualan terbesar Chery selama tahun 2024 adalah Chery OMODA E5, TIGGO 8, dan J6 EV. Kehadiran Chery TIGGO 8 pada Oktober 2024, menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan Chery di Tanah Air. Membuktikan bahwa Market Leader Medium SUV ini berhasil mendapatkan sambutan positif dari masyarakat Indonesia dan turut berkontribusi terhadap pencapaian fenomenal Chery pada 2024 lalu.

Usai meraih kesuksesan bersama Chery OMODA E5 di awal tahun 2024, Chery kembali tampil agresif lewat peluncuran J6 EV pada November lalu dalam ajang GAIKINDO Jakarta Auto Week (GJAW) 2024. Hanya dalam waktu singkat, SUV listrik berkemampuan offroad ini berhasil mencatatkan performa impresif dengan lebih dari 2.000 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) hingga Desember 2024, menandai penutupan tahun yang manis bagi Chery.

Tak hanya mencatatkan prestasi penjualan domestik yang gemilang, Chery juga menandai tahun 2024 dengan momen bersejarah melalui ekspor perdana Chery OMODA 5 ke Vietnam. Langkah ini merupakan bagian penting dari strategi ekspansi Chery Motor Indonesia ke pasar global, menegaskan komitmen perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada pasar domestik, melainkan juga berkontribusi terhadap pasar ekspor.

Melalui kegiatan Completely Knocked Down (CKD) di Indonesia, Chery Motor Indonesia membuktikan kesiapannya untuk memproduksi dan mengekspor produk-produk berkualitas tinggi ke berbagai negara di dunia.

Sementara untuk tahun 2025, Chery telah menyiapkan strategi penetrasi pasar yang lebih agresif dengan meluncurkan ragam produk baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia. Selain itu, CSI juga akan memperkuat jaringan penjualan untuk semakin mendekatkan diri dengan konsumen. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pasar otomotif Indonesia, mendorong aktivitas jual beli, dan menjadi wujud penghargaan Chery kepada para penggemar otomotif di Tanah Air.

Teknologi Hankook iON Race sukses taklukkan Hankook Mexico City e-Prix

0
21 DE VRIES Nyck (nld), Mahindra Racing, Mahindra M11 Electro, action during the Mexico City ePrix, 2nd round of the 2024-25 ABB FIA Formula E World Championship, on the Autodromo Hermanos Rodriguez from January 10 to 11, 2025 in Mexico City, Mexico - Photo Eric Alonso / DPPI

Deru mesin, antusias penonton, dan teknologi mutakhir mewarnai putaran kedua Kejuaraan Dunia ABB FIA Formula E (Formula E) Musim ke-11 di sirkuit legendaris Autódromo Hermanos Rodríguez. Hankook Mexico E-Prix pada 11 Januari lalu menjadi saksi kemenangan Oliver Rowland (Nissan Formula E Team) yang berjuang keras untuk menaklukkan salah satu lintasan paling menantang di Formula E berkat performa luar biasa dari teknologi ban Hankook iON Race.

Dihadapan 40.000 penonton, sebanyak 22 pembalap memberikan performa terbaiknya bersama mobil GEN3 Evo yang telah dimodifikasi dengan ban iON Race dari Hankook Tire & Technology Hankook. Sirkuit sepanjang 2,63 kilometer yang terletak lebih dari dua kilometer di atas permukaan laut ini menghadirkan tantangan luar biasa, dengan kepadatan udara yang tipis dan perubahan suhu drastis yang menjadi ciri khas lingkungan di dataran tinggi.

Kondisi ekstrim ini, ditambah dengan desain sirkuit yang kompleks dan menantang, memberikan tekanan besar pada performa ban. Namun, ban Hankook iON Race menunjukkan kemampuan beradaptasi yang luar biasa, dengan meningkatkan daya cengkeram dan mengurangi waktu putaran, meskipun di atmosfer yang minim oksigen.

Terbuat dari 35% material ramah lingkungan dan teknologi serat yang canggih untuk meningkatkan ketahanan dan stabilitas terhadap panas, Hankook iON Race menjadi bukti nyata komitmen Hankook terhadap keberlanjutan dan performa tinggi, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam balap kendaraan listrik.

“Efisiensi energi sangat penting dalam Formula E, dan teknologi hambatan gulir rendah dari Hankook benar-benar menjadi game-changer. Perkembangan Hankook iON Race sangat luar biasa,kami merasakan performa puncak saat kualifikasi, sambil tetap menjaga suhu optimal selama balapan. Karakteristik ban tahun ini memberikan tantangan menarik bagi pembalap dan tim, menggabungkan performa tinggi dengan efisiensi energi. Peningkatan daya cengkeram dan konsistensi memungkinkan kami untuk lebih maksimal sambil mengelola konsumsi energi dengan lebih efektif, tepat seperti yang dibutuhkan dalam Formula E,” kata Maximilian Günther (DS Penske).

Keseruan juga terlihat di stan penggemar Hankook, para pembalap berinteraksi dengan penggemar melalui balap digital iON yang interaktif. Selama sesi media, Maximilian Günther, pembalap DS PENSKE, dan Manfred Sandbichler, Direktur Senior Hankook Motorsport, turut hadir untuk membahas inovasi teknologi ban.

Sandbichler menyoroti bagaimana karakteristik ban baru membutuhkan pengelolaan yang cermat dan pemikiran strategis sepanjang balapan, sambil mempertahankan nol insiden terkait ban meskipun dalam kondisi yang menantang.

Keahlian Hankook dalam balap kendaraan listrik akan kembali dipamerkan pada ajang Formula E double-header berikutnya di Jeddah, Arab Saudi, pada 14-15 Februari 2025. Lintasan yang panas dan berdebu akan memberikan tantangan tambahan terhadap performa ban.