Balabalap – Toyota Motor Corporation (Toyota) menghentikan untuk sementara pengiriman dan juga penjualan tiga model seperti Corola Fielder, Corolla Axio, dan Yaris Cross yang diproduksi di Jepang.
Dilansir dari laman resmi Toyota Motor Corporation (TMC) pada Selasa (3/6), bahwa pada bulan Januari tahun ini, kami mengumumkan visi Grup Toyota menciptakan jalan ke depan, bersama-sama. Kami akan terus berupaya menciptakan mobil yang lebih baik lagi.
“Sekali lagi, kami menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada pelanggan dan pemangku kepentingan kami,” tulisnya.
Tulis dalam keterangan, bahwa pihaknya akan terus memberikan penjelasan rinci kepada pihak berwenang dan mempercepat tindakan yang tepat, termasuk melakukan pengujian di hadapan saksi.
Dalam kasus ini, Toyota menyatakan telah menyelidiki permohonan sertifikasi untuk modelnya sesuai instruksi dari Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata (MLIT) pada 26 Januari tahun ini.
Hingga saat ini, pihak TMC menyampaikan bahwa uji coba tersebut masih berlangsung. Uji coba tersebut termasuk beberapa yang sudah dihentikan produksinya sejak tahun 2014, diuji menggunakan metode yang berbeda dari standar pemerintah dan pihaknya telah melaporkan hal tersebut ke MLIT pada tanggal 31 Mei.
Permohonan sertifikasi model yang dimaksud, tidak memadai data dalam uji perlindungan pejalan kaki dan penumpang untuk tiga model produksi tersebut dan juga terdapat kesalahan dalam uji tabrak dan metode pengujian lainnya untuk empat model yang dihentikan seperti Crown, Isis, Sienta, dan RX di Jepang.
“Kami dengan tulus meminta maaf atas segala kekhawatiran atau ketidaknyamanan yang ditimbulkan kepada pelanggan dan pemangku kepentingan kami yang telah menaruh kepercayaan mereka pada Toyota,” lanjut keterangan tersebut.
“Kami menganggap serius masalah ini ditemukan di Toyota menyusul ditemukannya masalah sertifikasi baru-baru ini di Hino Motors, Ltd. dan Daihatsu Motor Co., Ltd. dan Toyota Industries Corporation,” tulisnya lagi.
Balabalap – Jorge Martin, pembalap Prima Pramac Racing resmi pindah ke Aprilia Racing pada MotoGP musim 2025 dengan kontrak multi-tahun. Martin akan memperkuat Aprilia untuk menggantikan Aleix Espargaro yang pensiun pada akhir musim 2024.
Kedatangan pembalap asal Spanyol ini ke markas Aprilia pada Senin pukul 18.00 waktu setempat dengan mengunggah video Espargaro yang mempersilahkan Martin menemui bos Aprilia, Massimo Rivola.
“Sebuah jalur pertumbuhan yang tak terbendung, Jorge adalah landasan untuk mencapai tujuan yang kita semua cari dengan rasa lapar yang besar di Aprilia Racing,” kata bos Aprilia Massimo Rivola.
Berita ini sekaligus menepis rumor Martin yang diminati pabrikan utama Ducati yang sedang mencari pembalap yang tepat untuk menemani juara dunia MotoGP dua kali Francesco Bagnaia pada musim depan.
Pada musim ini pembalap 26 tahun kelahiran Madrid, Spanyol itu masih mengincar juara perdananya di kelas premier.
Dari tujuh seri yang sudah dimainkan, Martin selalu naik podium, dua di antaranya meraih kemenangan di Algarve, Portugal dan Le Mans, Prancis.
Ia saat ini memimpin klasemen sementara dengan 171 poin, unggul 18 poin dari rivalnya Bagnaia di posisi kedua.
Balabalap – Tim Ducati Lenovo merayakan dengan cara terbaik pada ajang Grand Prix Brembo Italia di Sirkuit Internasional Mugello dengan memenangkan balapan melalui Francesco Bagnaia dan posisi kedua melalui Enea Bastianini. Kedua pembalap, di depan penonton tuan rumah, menunjukkan penampilan gemilang dengan Desmosedici GP mereka yang mengenakan livery khusus yang didedikasikan untuk tim nasional Italia.
Bagnaia memulai balapan dari posisi kelima di grid dengan sempurna, sebagai juara dunia bertahan yang langsung memimpin setelah dua tikungan pertama. Pecco mengatur ritme balapan dengan cara terbaik, dia memecahkan rekor lap dua kali dan menjauh dari pesaing di dua lap terakhir, melewati garis finish delapan persepuluh detik di depan rekan setimnya.
Bagnaia mencetak poin penuh (37) untuk pertama kalinya sejak Grand Prix Austria tahun lalu dan membuat tiga kemenangan berturut-turut di Mugello pada hari Minggu (dia adalah pembalap pertama yang mampu melakukannya di sirkuit Italia sejak 2012).
Bastianini juga memulai balapan dengan sangat baik dan tetap berjuang untuk finis di podium sepanjang balapan. Dengan tiga lap tersisa, Enea berhasil melewati Marc Márquez untuk posisi ketiga, sebelum mengejar Jorge Martín.
Meskipun waktu yang tersisa sedikit, pembalap Ducati #23 ini berhasil dengan cepat menjembatani jarak dengan lawan, akhirnya menyalipnya di tikungan terakhir dan melaju pesat ke posisi kedua di bendera finish.
Dengan Grand Prix ketujuh musim ini selesai, Bagnaia sekarang berada 18 poin di belakang pimpinan klasemen Martín di posisi kedua, dengan Bastianini di posisi keempat dan tertinggal 57 poin dari puncak. Tim Ducati Lenovo memimpin klasemen tim dengan 267 poin, dengan Ducati berada di puncak klasemen pabrikan (241 poin).
Setelah tes resmi besok di Mugello, para pembalap Tim Ducati Lenovo akan kembali beraksi – setelah istirahat tiga minggu – di Sirkuit TT Assen, untuk acara kedelapan musim ini (28-30 Juni).
“Ini adalah balapan yang luar biasa. Tidak mudah karena saya mulai dari posisi kelima di grid, tetapi strategi untuk mengambil jalur luar berhasil sempurna, juga karena Maverick (Viñales) membuat jarak sedikit melebar,” kata Francesco Bagnaia.
“Saya mulai mengatur kecepatan sejak awal, tetapi sulit mengelola bagian belakang motor karena motor banyak bergerak di bagian depan, artinya saya hanya bisa efektif selama beberapa lap setiap kali. Pada akhirnya kami bisa memenangkan balapan di akhir pekan yang fantastis, dengan atmosfer luar biasa dari penonton yang saya cintai. Melihat lautan orang di bawah podium sangat gila. Saya juga senang untuk Enea dan untuk balapan hebat yang dia lakukan. Terima kasih Mugello, kalian semua luar biasa,” kata Bagnaia lagi.
Sementara, Bastianini menambahkan bahwa memenangkan podium di depan penonton negeri sendiri sangat luar biasa. Sesuatu tidak berjalan dengan baik akhir-akhir ini, tetapi kami memperbaiki masalahnya dan hari ini, kami benar-benar berusaha hingga batas maksimal.
Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini
“Saya sangat senang, saya mengalami sedikit penurunan performa di tengah balapan, tetapi setelah disalip oleh Marc (Márquez) saya menyadari saatnya untuk mulai melaju. Pada lap terakhir saya melihat bahwa Jorge (Martín) semakin mendekat dan di sana saya menyadari bahwa posisi kedua benar-benar mungkin. Saya berhasil melakukannya di tikungan terakhir dan saya sangat senang. Saya ingin mendedikasikan kemenangan ini untuk anjing saya, yang meninggal minggu lalu. Dengan kata lain, dia adalah kesayangan saya,” ujar Bastianini.
Sementara, Luigi Dall’Igna Manajer Umum Ducati Corse bilang Pecco benar-benar sempurna dalam balapan yang dari luar mungkin terlihat sederhana, tetapi saya jamin dengan kecepatan dan lawan yang ada, itu sama sekali tidak mudah. Penting baginya untuk memiliki akhir pekan tanpa hambatan dan itulah yang terjadi; dia menunjukkan sekali lagi mengapa dia adalah juara dunia dua kali berturut-turut.
“Enea membuat kami merinding pada lap terakhir dan ketika dia melewati garis di posisi kedua, reaksi para staff sangat tak terlukiskan. Usaha yang hebat dari keduanya, mereka adalah juara hebat dan mereka pantas mendapatkan semua cinta dari penonton di negeri sendiri,” tungkasnya.
Balabalap – Francesco Bagnaia dan Enea Bastianini, dua pembalap dari tim Ducati Lenovo memberikan kemenangan pada ajang, MotoGP Italia, yang digelar di Sirkuit Mugello, Italia, Minggu (2/6/2024).
Bagi Bagnaia, ini menandai kemenangan berturut-turut Bagnaia akhir pekan ini setelah memenangkan Sprint pada hari sebelumnya, Sabtu (1/6). Dan merupakan kemenangan ketiga Bagnaia di Mugello sejak ia meraihnya pada tahun 2022 dan 2023 lalu.
Sementara, Bastianini juga mencatatkan raihan yang jauh lebih baik dari musim lalu di negara asalnya, dengan finis P2. Tahun lalu, ia hanya mampu menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.
Bastianini hanya terpaut 0,799 detik dari rekan satu timnya. Sementara Jorge Martin (Prima Pramac) melengkapi podium dengan margin waktu 0,924 detik dari Bagnaia.
Juara bertahan, Bagnaia tampil tanpa celah dan solid sejak awal balapan utama, saat ia segera merebut posisi terdepan dari pole sitter Martin sembari mempertahankannya dalam balapan dengan total 23 putaran tersebut.
Bagnaia memulai balapan dari posisi kelima, langsung menyalip para empat pembalap di depannya yaitu Bastianini, Marc Marquez (Gresini Racing), Maverick Vinales (Aprilia Racing), dan Martin.
Pun dengan Bastianini yang memulai dari posisi keempat, dapat mempertahankan posisinya dan bertahan di posisi tiga terdepan pada sebagian besar jalannya balapan.
Kedua pembalap pabrikan Ducati ini terus mendominasi jalannya balapan dan menghalangi laju Martin dari depan dan belakang.
Posisi Bastianini beberapa kali sempat terancam oleh Marc Marquez yang begitu dekat dengannya. Bahkan, pada beberapa lap terakhir, sang pembalap Spanyol merebut posisi ketiga darinya.
Namun, Bastianini yang tetap tenang tidak terburu-buru dalam mengambil momentum untuk merebut kembali posisinya. Hingga akhirnya pada lap terakhir, ia langsung mengambil celah dari Martin dan mengklaim posisi kedua MotoGP Italia 2024.
Balabalap – PT Astra Honda Motor (AHM) menyatakan akan meluncurkan beberapa model sepeda motor listrik di tahun 2024 ini.
Kabar ini tentu semakin membuat industri elektrifikasi roda dua semakin bergairah, pasalnya, tidak hanya meluncurkan satu model, AHM mengonfirmasi akan meluncurkan beberapa motor listrik di 2024 yang hanya tinggal enam bulan.
“Jadi ada lebih dari satu yang kita luncurkan untuk motor listrik di tahun 2024,” kata Wakil Presiden Direktur AHM Thomas Wijaya.
Namun, dirinya belum dapat mengungkap jumlah pasti maupun model apa saja yang akan diluncurkan. “Motor-motor listrik baru tersebut akan diproduksi di Tanah Air seperti Honda EM1 e:,” paparnya.
Menurut Thomas, bahwa ada beberapa model EV lagi, intinya lebih dari satu yang akan kita luncurkan di semester dua tahun ini, ada beberapa model dan tentu pasti produk-produk motor listrik akan sama dengan EM1 yang juga sudah produksi Indonesia.
Sepeda motor listrik Honda EM1 e:
Hingga saat ini, Honda telah memiliki sejumlah produk sepeda motor listrik, salah satunya Honda EM1 e: yang kini telah resmi dijual di Indonesia.
Balabalap – Geneva International Motor Show, pameran otomotif tahunan yang sudah berlangsung di Swiss lebih dari satu abad tidak akan digelar lagi mulai tahun 2025.
Geneva International Motor Show, yang sudah berlangsung sejak 1905, ditutup karena kompetisi dan tantangan industri otomotif.
“Penyelenggara Geneva Motor Show, sangat menyayangkan keputusan yang mereka ambil. Namun, kekurangan ketertarikan dari manufaktur terhadap Geneva Salon dalam konteks kesulitan industri, kompetisi dari pameran Paris dan Munich yang disukai oleh industri domestik, dan persyaratan tingkat investasi untuk memelihara pameran seperti itu, menjadi pukulan telak untuk (Geneva Motor Show) edisi mendatang,” kata Presiden Comite Permanent du Salon International de l’Automobile Foundation Alexandre de Senarclens.
Kata Senarclens, Geneva Motor Show tidak akan kembali karena kondisi pasar otomotif Eropa tidak kondusif bagi mereka.
Geneva Motor Show mendapat pukulan berat sejak dunia dilanda pandemi COVID-19, yang membuat penyelenggara tidak bisa menggelar acara pada 2020, 2021, 2022 dan 2023. Ketika kembali tahun ini, hanya sekitar 20-an pabrikan yang berpartisipasi.
Geneva Motor Show pertama kali digelar pada 1905, saat itu mereka memamerkan mobil-mobil ikonik seperti Jaguar E-Type, Porsche 917 dan Audi Quattro. Geneva Motor Show sempat menjadi tempat peluncuran Lamborghini dan Ferrari.