


Balabalap – Pembalap asal Spanyol Carlos Sainz ingin segera mendapatkan tim baru untuk bisa terus melanjutkan karier profesionalnya di Formula 1 pada tahun 2025.
Posisi Sainz di Ferrari tahun depan akan digantikan oleh Lewis Hamilton (Mercedes), masih belum mendapatkan kepastian terkait masa depannya di kelas balap mobil premier itu.
Ia mengaku saat ini tengah mempercepat negosiasinya dengan sejumlah tim, dan mempertimbangkan pilihannya untuk tahun 2025.
“Tentu saja saya sedang berbicara dengan beberapa (tim), karena itulah yang harus dilakukan oleh tim manajemen saya dan saya sendiri ketika saya belum memiliki pekerjaan untuk tahun depan. Kami sedang berbicara dengan mereka semua,” ungkap Sainz, dikutip dari laman resmi F1, Sabtu.
“Ini hanya masalah melihat lebih detail dan melihat opsi yang lebih realistis, serta opsi apa yang terbaik bagi saya dan masa depan saya. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan adalah sekarang saatnya untuk mempercepat segalanya dan mudah-mudahan kita bisa menyelesaikannya lebih cepat,” imbuh pembalap berusia 29 tahun itu.
Lebih lanjut, Sainz juga memberikan informasi terkini mengenai kondisi fisiknya pascaoperasi usus buntu, beberapa waktu lalu. Sainz mengaku kebugaran tubuhnya sudah mendekati 100 persen, dan siap bertanding di rangkaian Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, akhir pekan ini.
“Saya masih belum bisa mengangkat beban berat seperti yang biasa saya lakukan di masa lalu, tapi setidaknya saya bisa menyelesaikan latihan saya dan (saya) merasa kembali ke kondisi 100 persen,” ungkap Sainz.
Mengenai apakah ia dapat mempertahankan performanya dari Australia selama akhir pekan mendatang di Jepang, Sainz berpendapat bahwa ajang tersebut berpotensi menjadi balapan yang lebih menantang bagi Ferrari.
“Saya pikir tahun lalu adalah salah satu tahun yang paling menantang bagi kami dibandingkan dengan Red Bull,” kata Sainz.
“Jadi inilah waktunya untuk melihat di mana kita berada tahun ini dan melihat apakah kita bisa setidaknya lebih dekat dan menikmati trek menakjubkan ini lebih dari apa yang kita nikmati tahun lalu,“ ujarnya.
Balabalap – Pembalap asal Belanda Max Verstappen memenangi Grand Prix Jepang pada Minggu (7/4), dengan mengungguli rekan setimnya, Sergio Perez, untuk membuat Red Bull finis di posisi satu dan dua.
Dikutip dari AFP, Verstappen mengawalinya dari posisi start terdepan dan mencatatkan kemenangan ketiganya dari empat Grand Prix musim ini.
Verstappen finis dengan keunggulan 12,535 detik atas Perez. Perez sendiri finis di posisi kedua dengan mengungguli pembalap Ferrari Carlos Sainz yang berada di posisi ketiga.
Verstappen start dari pole position untuk keempat kalinya dalam empat balapan musim ini, dan mengukuhkan dominasinya di balapan ini dengan mengungguli Perez sejak tikungan pertama.
“Pada pekan ini bahwa Suzuka merupakan salah satu sirkuit favoritnya, dan ia kini telah tiga kali secara berturut-turut memenangi Grand Prix Jepang,” kata Verstappen.
Formula 1 akan dilanjutkan dua pekan lagi di Grand Prix China, di Shanghai. Itu akan menjadi pertama kalinya Formula 1 berlangsung di China sejak 2019, sebelum kemudian negara itu tidak dipilih menjadi tuan rumah akibat pandemi.
Balabalap – Pembalap gokart asal Indonesia Muhammad Oliver Rito Sini berhasil meraih posisi runner-up di kelas Mini dalam Kejuaraan Internasional Trofeo Andrea Margutti di sirkuit South Garda, Lonato, Italia, Minggu (17/3).
Pegokart di bawah Tony Kart Racing Team Italy ini memberikan kualitas terbaiknya dan tidak gentar bersaing dengan 40 pegokart dari Eropa dan Amerika.
Sebelumnya, pegokart berusia 11 tahun ini pernah menjuarai kelas Mini Rok Kejuaraan Rok Cup Italia di sirkuit Franciacorta, Brescia, 24 April 2022.
Oliver Rito Sini juga pernah menyabet peringkat ketiga kelas Mini pada debut balapnya dalam kejuaraan Rok Cup Italy, pada 19 September 2021.
Dalam Trofeo Andrea Margutti, gelar juara dimenangkan oleh Truchot Alesandro (Babyrace Driver Academy, Italia), Oliver Rito Sini (Tony Kart Racing Team Italy) serta peringkat ketiga oleh Frasnelli Julian (Babyrace Driver Academy, Italia).

Sementara itu, pembalap gokart Indonesia lainnya, Qarrar Firhand, yang turun dalam kelas Junior di bawah naungan Parolin Motorsport, sejatinya finis di urutan kedua. Namun, Qarrar kurang beruntung, karena terkena penalti jump start, sehingga harus puas dengan meraih posisi kelima.
“Tidak, sejujurnya, tidak (bukan karena hilangnya kepercayaan kepada Mercedes),” kata Lewis Hamilton.
Balabalap – Pembalap asal Inggris, Lewis Hamilton menepis isu miring yang menyebutkan bahwa kepergiannya dari Mercedes ke Ferrari musim depan adalah karena sudah kehilangan kepercayaan dan motivasi kepada tim balap Mercedes tersebut.
Dikutip dari laman resmi Formula 1, Selasa (19/3), Hamilton menjelaskan bahwa tidak ada yang hilang dari kepercayaannya kepada tim Mercedes. “Saya sangat yakin bahwa tim ini, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, akan memenangkan kejuaraan lagi,” kata Hamilton.
Keyakinan tersebut ia sebut tetap ada mengingat ia telah memenangkan gelar juara dunia sebanyak tujuh kali sejak tahun 2014.
Namun, Hamilton tak mengelak bahwa tim kesulitan beradaptasi dengan regulasi ground effect yang diterapkan F1 pada 2022 dan tidak pernah meraih satu kemenangan pun sejak saat itu.
Meski demikian, pembalap berusia 39 tahun itu menegaskan bahwa kepindahannya ke tim pabrikan Italia didasari keinginannya untuk mencoba tantangan baru. Hamilton juga siap untuk menjalani sisa musim 2024 bersama Mercedes dan bertekad untuk mengakhirinya dengan manis.

“Saya bersemangat menghadapi tahun ini dan saya tahu tim ini akan memenangkan kejuaraan lagi, dan saya akan bangga mengetahui bahwa saya telah menjadi bagian darinya,” kata Hamilton.
Hamilton mengatakan, Mercedes merupakan tim yang diisi oleh keberagaman dan telah melalui proses panjang untuk mengembangkan mobil dengan baik dari tahun ke tahun.
“Tim ini terdiri dari sekelompok orang yang luar biasa. Mercedes memiliki sejarah yang luar biasa dan dari seluruh jajaran, mereka pada akhirnya berinvestasi besar-besaran di dunia balap dan di banyak bidang, terlepas dari apakah ini mobil pemenang kejuaraan atau tidak,” jelas dia.
“Seperti yang saya katakan, ini semua tentang babak baru dalam hidup saya, dan saya benar-benar merasa telah melakukan semua yang saya bisa lakukan dengan tim ini,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, pemenang grand prix 103 kali itu merasa siap menghadapi tantangan baru yang akan dihadirkan saat ia membalap untuk Ferrari pada musim depan.
“Saya berada di akhir karier saya. Saya menyukai tantangan dan ini adalah tantangan besar untuk beralih ke tim yang sangat ikonis dan memiliki sejarah yang luar biasa,” kata Hamilton.