Pembalap Aprilia Racing Jorge Martin menyatakan kesiapannya untuk tampil di MotoGP Valencia di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia pada Minggu (16/11/2025).
“Jika dinyatakan fit, maka Martin akan dapat kembali mengendarai motor RS-GP miliknya di hadapan para penggemar sebelum mengikuti Tes Valencia yang akan berlangsung pada 18 November pekan depan,” tulis keterangan resmi MotoGP.
“Pengujian resmi ini menjadi kesempatan bagi pembalap nomor 89 guna memulihkan diri menjelang jeda musim dingin usai debut yang sulit dan dihantam cedera bersama Aprilia,” tulis MotoGP.
Sementara itu, Martin telah bertolak menuju kota Valencia untuk beraksi dalam ronde ke-22 MotoGP musim ini setelah dikonfirmasi Aprilia Racing. Meski demikian, Martin akan menjalani tes medis terlebih dahulu pada Kamis (13/11) melihat situasi perkembangan dari proses pemulihan cederanya.
Martin sebelumnya absen karena menderita patah tulang selangka kanan ketika bersaing di sprint race yang berlangsung di Sirkuit Motegi. Dirinya diharapkan bisa mengikuti sesi uji coba di Valencia dan sudah bersiap untuk menatap musim selanjutnya setelah menjalani debut yang begitu menyulitkan bersama Aprilia Racing musim ini.
Kini, pengalaman menjelajahi Pertamina Mandalika International Circuit menjadi semakin menarik dan mudah diakses oleh semua kalangan.
Melalui program terbaru bertajuk “Mandalika Experience”, para pengunjung kini dapat menikmati sensasi berkeliling lintasan sirkuit berstandar MotoGP menggunakan bus wisata.
Program inovatif ini diinisiasi oleh PT MGPA Nusantara Jaya (Mandalika Grand Prix Association) bekerja sama dengan InJourney Tourism Development Corporation, sebagai bagian dari upaya memperluas pengalaman wisata otomotif di kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).
“Sebelumnya hanya penggemar otomotif tertentu atau peserta kegiatan track day yang bisa merasakan langsung atmosfer di lintasan sirkuit, kini masyarakat umum pun bisa ikut merasakan bagaimana rasanya melintasi jalur legendaris Pertamina Mandalika International Circuit yang menjadi tuan rumah ajang MotoGP Indonesia dan berbagai event balap nasional maupun internasional,” tulis keterangan resmi MGPA yang diterima, Rabu (12/11/2025).
Program Mandalika Experience memungkinkan wisatawan, komunitas, maupun rombongan keluarga untuk menyusuri trek sepanjang 4,31 kilometer dengan kendaraan bus wisata secara aman, nyaman, dan terkontrol.
Setiap bus akan diberi kesempatan melakukan tiga putaran mengelilingi lintasan dengan kecepatan yang telah ditentukan dan berada di bawah pengawasan tim keamanan serta marshal sirkuit.
Mandalika Experience
Adapun untuk tarif Mandalika Experience ini adalah, untuk micro bus seharga Rp 300.000 per sesi. Mini bus: Rp 400.000 per sesi dan big bus: Rp 500.000 per sesi
Tarif tersebut berlaku untuk satu sesi keliling lintasan sebanyak tiga putaran penuh, dan peserta dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari berbagai sudut sirkuit mulai dari Tikungan 10 (Turn 10) yang menghadap Samudera Hindia, hingga area Grandstand Utama dan pit building yang megah.
Selain keliling lintasan, pengunjung juga dapat membeli tiket Lampaq Experience seharga Rp75.000 per sesi, yang memungkinkan wisatawan menjelajahi area-area publik di sekitar sirkuit sambil berfoto di spot ikonik Mandalika.
Direktur Utama MGPA, Priandhi Satria menyatakan, demi keamanan dan kenyamanan bersama, pihaknya memberlakukan sejumlah aturan teknis yang wajib dipatuhi oleh seluruh peserta Mandalika Experience.
Beberapa ketentuan utama antara lain:
1. Bus tidak boleh berhenti di lintasan sirkuit, kecuali di area run-off Tikungan 10 untuk keperluan foto bersama.
2. Sebelum masuk lintasan, bus wajib menjalani proses scrutineering atau pengecekan kelayakan oleh tim sirkuit termasuk kondisi ban, oli, cairan, serta potensi kebocoran yang bisa membahayakan lintasan.
3. Kecepatan bus akan dibatasi dan dikontrol langsung oleh tim keamanan sirkuit agar kegiatan berlangsung aman tanpa mengganggu integritas trek.
4. Seluruh kegiatan dilakukan di bawah pengawasan resmi dari marshal dan petugas MGPA, untuk memastikan keselamatan penumpang serta menjaga kebersihan lintasan.
“Dengan aturan ini, pengalaman berkeliling sirkuit tetap terasa seru, namun tetap mengedepankan aspek keselamatan dan profesionalisme,” ucap Priandhi.
Untuk diketahui, program Mandalika Experience menjadi bagian dari strategi MGPA untuk memperluas potensi sport tourism di kawasan Mandalika. Tidak hanya fokus pada event balap seperti MotoGP, GT World Challenge Asia, Asia Road Racing Championship, dan Mandalika Racing Series, pengelola sirkuit kini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk mengenal lebih dekat keindahan sirkuit berkelas internasional ini.
Priandhi Satria menuturkan bahwa inisiatif ini adalah langkah nyata agar Mandalika menjadi destinasi otomotif yang terbuka untuk semua kalangan dan berkelanjutan.
“Kami ingin Mandalika bukan hanya dikenal sebagai lokasi balapan dunia, tetapi juga sebagai tempat wisata edukatif yang bisa dinikmati oleh semua kalangan. Melalui Mandalika Experience, pengunjung dapat merasakan atmosfer lintasan MotoGP dari perspektif yang berbeda,” ujar Priandhi.
Dengan menghadirkan pengalaman berkeliling sirkuit, wisatawan tak hanya menikmati pemandangan spektakuler dari area bukit dan tikungan, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang bagaimana sebuah sirkuit modern dikelola mulai dari sistem keamanan, infrastruktur, hingga tata ruang yang mendukung kegiatan motorsport internasional.
Selain memberikan pengalaman unik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan aktivitas wisata di kawasan Mandalika dan sekitarnya. Banyak operator bus wisata lokal yang kini berpeluang ikut serta dalam penyediaan layanan keliling sirkuit, sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.
Para pengunjung juga berpotensi memperpanjang masa tinggal di kawasan Mandalika, dengan mengunjungi berbagai atraksi lain seperti Bukit Seger, Pantai Kuta Mandalika, dan Bukit Merese, yang berlokasi tidak jauh dari area sirkuit.
Selain menjadi hiburan, Mandalika Experience juga dirancang sebagai wahana edukasi bagi pelajar, keluarga, dan wisatawan yang ingin mengenal dunia otomotif lebih dekat.
Melalui kegiatan ini, peserta dapat belajar mengenai pentingnya keselamatan berkendara, pengelolaan sirkuit profesional, serta sejarah penyelenggaraan ajang balap dunia di Mandalika.
Tidak hanya itu, program ini juga memperkenalkan konsep eco-sport tourism, di mana seluruh kegiatan diatur agar ramah lingkungan dan tidak mengganggu kelestarian kawasan sekitar.
Program Mandalika Experience membuka babak baru dalam perjalanan Pertamina Mandalika International Circuit sebagai pusat sport tourism Indonesia.
Kini, siapa pun baik wisatawan, pelajar, komunitas, maupun rombongan keluarga dapat menikmati sensasi berada di jalur MotoGP yang mendunia, dengan cara yang aman, nyaman, dan menyenangkan.
Melalui inovasi ini, MGPA dan InJourney tidak hanya memperkuat citra Mandalika sebagai sirkuit internasional kebanggaan bangsa, tetapi juga menjadikannya destinasi wisata edukatif yang memberi pengalaman tak terlupakan bagi semua pengunjung.
Mandalika Grand Prix Association (MGPA) kembali menghadirkan inovasi dalam dunia balap nasional melalui program “Arrive and Race”, sebuah terobosan yang memudahkan pembalap untuk langsung turun ke lintasan tanpa perlu repot menyiapkan mobil balap sendiri.
Program ini menjadi langkah strategis MGPA dalam memperluas partisipasi dan mempermudah akses bagi pembalap yang ingin menjajal ajang bergengsi seperti Kejurnas Indonesia Touring Car Race (ITCR) maupun Mandalika Festival of Speed (MFoS).
Officer Motorsport and Instructor Agya Arrive and Drive, Randy Surya Harjo menjelaskan, bahwa disini kita sudah mempunyai Toyota Agya 1200cc yang sudah dimodifikasi sebagai mobil balap, suspensi, sudah menggunakan Coilover Tein dan engine sudah di remap untuk ECU-nya, dan knalpotnya sudah menggunakan full system, dan faktor safety sudah sesuai dengan regulasi di balap di Indonesia, yaitu sudah dipasangkan rollcage 6 titik.
Agya Arrive and Race
“Arrive and Race adalah sebuah konsep yakni kamu tinggal datang sirkuit Mandalika, dan sudah disediakan mulai dari mobil, faktor keselamatannya juga sudah disediakan dari racing gear, helm, sepatu, balaclava, hand gloves, itu sudah disediakan, jadi kamu tinggal datang sirkuit, dan merasakan sensasi balap di sirkuit Mandalika,” papar Rendy.
“Jadi program Agya Arrive and Race ini siapapun bisa ikut, dari pemula sampai pembalap profesional, yang mempunyai kondisi fisik yang sehat, jadi semuanya bisa ikut,” ajak Rendy.
Lebih lanjut Rendy menjelaskan, event terdekatnya, yaitu pada event Mandalika Festival of Speed Final Round, pada tanggal 12-14 Desember 2025. Jadi ini kesempatan kalian bisa langsung merasakan menjadi pembalap di sirkuit kelas dunia.
Sementara, Denny Pribadi, Manager Motorsport MGPA mengatakan konsep Arrive and Race sangat sederhana: pembalap cukup datang ke sirkuit dengan membawa perlengkapan pribadi seperti helm, baju balap, sarung tangan, dan sepatu. Seluruh kebutuhan teknis seperti mobil, bahan bakar, mekanik, hingga perawatan kendaraan telah disiapkan oleh tim MGPA.
“Intinya pembalap datang, langsung balap. Semua urusan teknis sudah kami tangani. Ini untuk mempermudah siapa pun yang ingin ikut balapan tanpa harus repot membawa mobil dari luar daerah,” jelas Denny.
Mobil Siap Balap dengan Fasilitas Lengkap
MGPA menyediakan enam unit mobil Toyota Agya yang dimodifikasi sesuai regulasi nasional. Kendaraan tersebut termasuk dalam kategori One Make Race (OMR) dan juga dapat digunakan di kelas ITCR 1.200 cc. Menariknya, seluruh unit mobil ini telah disewa habis oleh pembalap yang berpartisipasi dalam seri-seri kejuaraan di Mandalika.
“Untuk Arrive and Race ini, semua slot sudah penuh. Enam mobil Agya yang kami siapkan sudah tersewa semua,” ujar Denny.
Ia menambahkan bahwa sistem ini berjalan efisien karena pembalap hanya perlu membayar biaya sewa dan pendaftaran, tanpa harus memikirkan urusan logistik kendaraan.
Biaya Terjangkau untuk Dua Seri Balapan
Program Arrive and Race menawarkan skema biaya yang relatif terjangkau bagi pembalap. Untuk mengikuti dua seri balapan, pembalap cukup membayar Rp17.500.000, yang sudah mencakup latihan resmi (official practice) dan sesi qualifying time practice (QTP).
Bagi yang ingin mengikuti Kejurnas ITCR 1.200, biaya sewanya sebesar Rp6.500.000, ditambah biaya pendaftaran ITCR senilai Rp6.000.000. Sementara itu, bagi peserta OMR Agya, biaya paket lengkapnya mencapai Rp17.500.000 untuk dua seri.
“Perbedaan utamanya, kalau OMR Agya itu khusus untuk mobil Agya saja, sementara ITCR 1.200 itu gabungan beberapa merek seperti Brio dan lainnya,” terang Denny.
Spesifikasi dan Regulasi Teknis
Secara teknis, mobil-mobil yang digunakan dalam program ini tetap mengikuti spesifikasi standar pabrikan. Hanya beberapa komponen yang diperbolehkan untuk dimodifikasi, seperti sistem pengereman, kaki-kaki, serta ECU yang dapat di- remapping.
“Mesinnya tetap standar, sesuai regulasi Kejurnas. Modifikasi hanya boleh di bagian tertentu untuk menyesuaikan performa, tapi tidak boleh mengubah kapasitas atau spesifikasi mesin,” kata Denny.
Selain itu, pembalap yang ingin ikut program Arrive and Race diwajibkan memiliki Kartu Izin Start (KIS) dari Ikatan Motor Indonesia (IMI) kategori Balap Turing. Persyaratan ini penting agar peserta memahami etika dan tata tertib balap.
“Balap itu harus beretika. Pembalap harus tahu kapan harus mendahului, bagaimana menjaga jarak, dan memahami aturan di lintasan,” tegasnya.
Satu hal yang menjadi nilai tambah program ini adalah fleksibilitas bagi pembalap individu atau privateer. Bagi mereka yang tidak tergabung dalam tim, MGPA menyediakan sistem entri yang tetap profesional. Dalam daftar entry list, pembalap dapat menggunakan nama pribadi atau mencantumkan MGPA sebagai afiliasi tim. “Kalau tidak punya tim, cukup ditulis privateer. Tapi kalau mau membawa nama MGPA juga bisa,” kata Denny.
Konsep ini membuka peluang luas bagi pembalap dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang biasanya turun di ajang ISOM Sentul, untuk berpartisipasi di Mandalika tanpa hambatan logistik. “Banyak pembalap dari ISOM yang tertarik, karena mereka cukup datang ke Mandalika, sewa mobil di sini, dan langsung bisa balapan,” tambahnya.
Selain Arrive and Race, MGPA juga memiliki dua program lain yang lebih bersifat rekreatif dan edukatif, yakni Arrive and Drive dan Taxi Drive.
Program Arrive and Drive memungkinkan peserta merasakan sensasi mengemudi mobil balap sejauh 12 lap dengan biaya Rp2.500.000. Dalam program ini, seluruh perlengkapan seperti helm, baju balap, dan sepatu sudah disediakan MGPA.
“Peserta tinggal datang, semua perlengkapan kami siapkan. Program ini cocok untuk masyarakat umum yang ingin merasakan sensasi balap tanpa kompetisi,” ujar Denny.
Sementara itu, Taxi Drive ditujukan bagi pengunjung yang ingin merasakan pengalaman sebagai penumpang di mobil balap yang dikemudikan oleh pembalap profesional. Dengan tarif Rp650.000 untuk tiga lap, peserta dapat menikmati pengalaman berada di dalam mobil balap Agya lengkap dengan rekaman GoPro sebagai kenang-kenangan.
“Banyak ibu-ibu dan anak-anak yang ingin merasakan sensasi balap, jadi kami sediakan program ini,” tambahnya.
Priandhi Satria, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), menyampaikan bahwa program Arrive and Race merupakan bagian dari upaya MGPA memperkuat peran Mandalika sebagai pusat kegiatan motorsport nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi bentuk nyata komitmen MGPA dalam menghadirkan pengalaman balap yang lebih mudah diakses, profesional, dan menyenangkan. Kami ingin Pertamina Mandalika International Circuit tidak hanya menjadi venue kelas dunia, tetapi juga ruang pembinaan dan pengembangan talenta baru di dunia balap,” ujar Priandhi Satria.
Ia menambahkan bahwa MGPA, di bawah arahan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan InJourney Holding, terus berupaya memperluas aktivitas motorsport yang mampu mendukung sektor pariwisata olahraga (sport tourism) di Lombok dan Indonesia.
“Kami ingin setiap kegiatan di Mandalika memberikan dampak positif, baik bagi dunia olahraga maupun bagi masyarakat sekitar. Dengan Arrive and Race, kami berharap semakin banyak pembalap nasional yang lahir dari lintasan Mandalika,” tutupnya.
Program Arrive and Race menjadi inovasi yang mempertegas komitmen MGPA dalam mengembangkan ekosistem balap nasional. Dengan sistem yang efisien, biaya terjangkau, dan fasilitas lengkap, MGPA membuka peluang bagi lebih banyak pembalap untuk merasakan atmosfer balap profesional di Pertamina Mandalika International Circuit.
Melalui dukungan penuh dari manajemen MGPA dan arahan strategis dari InJourney Group, Mandalika terus memperkuat posisinya sebagai destinasi motorsport unggulan di Asia Tenggara, tempat di mana semangat kompetisi, keselamatan, dan profesionalisme berpadu dalam satu arena berkelas dunia.
Cara mendaftar Arrive and Race, kalian bisa langsung hubungi kontak admin sirkuit Mandalika di nomor 0821-2559-6792.
PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS) secara resmi memperkenalkan evolusi terkini dari ikon sepeda motor cepat mereka, yaitu Suzuki Satria PRO dan Satria F150. Pembaruan meliputi sektor tampilan visual beserta penyematan teknologi kemudahan berkendara. Langkah ini dipilih Suzuki untuk memberikan sensasi serta peningkatan pengalaman bagi pengendara, sekaligus menetapkan standar baru di kelas underbone.
Teuku Agha, 2W Sales & Marketing Dept Head PT SIS, menjelaskan bahwa Satria PRO dan Satria F150 terlahir mempertahankan sejarah panjang yang telah diukir. “Sudah lebih dari 2 dekade, model Satria dipercaya publik sebagai ikon dan legenda kecepatan. Kini saat yang tepat bagi Suzuki untuk kembali memberikan pembaruan, sekaligus menaikkan standar baru. Produk ini mengusung 4 prinsip esensial sebagai karakter yang mudah diterima pasar,” ucapnya.
Konsep terkini untuk Satria mengusung kekuatan pada sektor: akselerasi kuat dan bertenaga, pengendalian lincah, design tampilan ramping, sekaligus bekal kelengkapan fungsional. Ide tersebut bertujuan untuk membuat setiap perjalanan terasa lebih cepat, nyaman serta bergaya.
Masih merajai segmen underbone bermesin 150cc, kini Suzuki memperluas pilihan bagi calon konsumen dengan menyajikan 2 varian, yaitu Satria PRO dan Satria F150. Masing-masing varian menyajikan detail berbeda sesuai kebutuhan dan preferensi penggunanya.
Suzuki Satria
Satria PRO
Memposisikan diri sebagai top-of-line di keluarga underbone Suzuki, Satria PRO memiliki sejumlah fitur standar yang canggih dan modern demi keamanan dan kenyamanan saat digunakan.
Sorotan utama terdapat pada teknologi Suzuki Ride Connect, yang merupakan penggunaan aplikasi penghubung informasi antara smartphone dengan speedometer cluster pada unit Satria PRO milik pelanggan. Perangkat lunak resmi dari Suzuki ini bisa menampilkan lokasi parkir kendaraan, catatan perjalanan, konsumsi bahan bakar periodik, hingga pengingat jadwal perawatan.
Sedangkan pada layar speedometer cluster dapat menampilkan sistem arah navigasi yang telah dihubungkan dengan peta digital, notifikasi pesan maupun kalender, peringatan cuaca, serta pengingat batas kecepatan. Fitur tersebut dapat beroperasi sempurna berkat penggunaan bluetooth sebagai konektivitasnya.
Guna meningkatkan segi keselamatan, Suzuki telah menambahkan Antilock Brake System (ABS) pada roda depan. Sistem ini akan membantu pengendara memiliki kontrol lebih terhadap kendaraan saat melakukan pengereman mendadak. Roda tidak akan mengunci dan tetap mendapatkan traksi, sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Keamanan Satria PRO turut ditunjang oleh perangkat Key-less Ignition. Melalui kecanggihan ini, pengendara cukup mengantongi remote smart key dan dapat langsung menyalakan mesin ataupun mengunci kemudi tanpa menggunakan anak kunci.
Sebagai penunjang mobilitas pengguna, Satria PRO telah disertai USB outlet dengan ruang kompartemen penyimpanan 961 ml yang cukup untuk menyimpan kebutuhan utama. Pengoperasian buka-tutupnya pun mudah melalui tuas key-less yang berada di atasnya.
Salah satu pengembangan penting dalam Satria terbaru ini adalah pengaplikasian Suzuki Clutch Assist System (SCAS) dalam peroperasian kopling perpindahan gear transmisi. Sistem SCAS memiliki manfaat yang dibagi menjadi 2 fungsi utama.
Pertama sebagai Assist Function, yang bertujuan meningkatkan daya cengkram kopling saat berakselerasi. Kedua adalah Slipper Function, untuk mengatur tekanan cengkraman kopling ketika pengendara melakukan downshifting. Alhasil, pengendara akan merasakan adanya peningkatan kehalusan serta kemudahan pengoperasian kopling setiap melakukan perjalanan.
Secara design, Satria PRO mudah diidentifikasi dari tampilan LED Headlamp yang lebih dinamis. Varian teratas ini ditawarkan dalam pilihan warna eksklusif yaitu CandyMat Bordeaux Red/Titan Black, dengan harga Rp 34.900.000, – (on the road DKI Jakarta).
Satria F150
Sementara Satria F150 menyajikan performa yang sama dengan varian Satria PRO, namun dengan paket yang lebih ringkas dan tetap penuh gaya. Varian ini juga dibekali SCAS guna menyeragamkan rasa berkendara saat berakselerasi maupun ketika melakukan perubahan posisi gear pada sistem transmisi. Selain itu, ruang kompartemen penyimpanan pada Satria F150 juga serupa dengan varian teratas.
Menggunakan strategi pendekatan berbeda, Suzuki menawarkan Satria F150 dengan harga lebih kompetitif, yaitu Rp 31.000.000, – (on the road DKI Jakarta). Calon konsumen bisa memilih 2 opsi warna dinamis, antara lain Pearl Bright Ivory/Metallic MatFibroin Gray atau Metallic Medium Blue/ Metallic MatFibroin Gray.
Baik Satria PRO maupun Satria F150 sama-sama mengunakan mesin 4-Stroke 150cc, Double Over Head Camshaft (DOHC), 4-Valve, Fuel Injection, serta menggunakan Liquid Cooled pada sistem pendinginan. Dapur pacu tersebut sudah terkenal menghasilkan tenaga paling besar di kelasnya.
Namun demikian, mesin yang digunakan sudah memenuhi standar emisi yang berlaku. Sehingga dapat dikatakan tetap peduli dan ramah terhadap lingkungan.
Suzuki Satria
“Kami meneruskan spirit dan simbol kecepatan dengan mengedepankan Satria. Kredibilitas yang telah terbangun kuat di mata pelanggan tetap kami jaga melalui peningkatan standar pada salah satu produk sepeda motor kebanggaan ini. Kami mengajak para pecinta akselerasi untuk bisa memiliki Satria PRO ataupun Satria F150 terbaru secepatnya,” tutup Teuku Agha.
Kemenangan pembalap Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa pada FIM JuniorGP World Championship 2025 seri Barcelona yang berlangsung di Circuit de Barcelona-Catalunya, Spanyol merupakan sinyal positif potensi pembalap Indonesia.
“Kemenangan Ramadhipa adalah kemenangan grassroots. Ini adalah alarm positif bagi seluruh Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI di 38 wilayah. IMI Pusat siap bekerja lebih erat dengan Pengprov untuk memetakan potensi lokal, khususnya di wilayah yang selama ini minim exposure balap motor,” kata Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Moreno Soeprapto.
“Kami ingin memastikan setiap komunitas di daerah mendapatkan perhatian yang pantas,” ucap Moreno.
Ramadhipa tampil menakjubkan di Circuit Catalunya setelah tampil start dari urutan ke-24 dan mampu keluar sebagai juara dengan menunjukkan determinasi yang begitu solid sepanjang balapan.
Kemenangan di Barcelona membuat Ramadhipa kini menempati peringkat ketiga klasemen sementara FIM JuniorGP World Championship 2025 dengan koleksi 129 poin.
Moreno mengharapkan lewat prestasi emas Ramadhipa yang mampu mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Circuit Catalunya memberikan pelecut untuk semua anggota IMI mengoptimalkan sumber daya yang ada saat ini agar bisa melahirkan atlet berprestasi seperti Ramadhipa.
“IMI Pusat akan menjadi support system yang transparan dan fokus pada hasil, memastikan tidak ada lagi pembalap berbakat yang luput dari pantauan nasional karena kurangnya dukungan dan fasilitas,” ujar Moreno.
Kini IMI telah mempersiapkan langkah strategis untuk mendorong setiap daerah melahirkan atlet berprestasi yaitu melalui strategi penguatan struktur dan konsolidasi klub dengan mengaktifkan kembali klub-klub otomotif yang sempat non-aktif dengan fokus memperkuat basis organisasi IMI di tingkat kabupaten dan kota. IMI melihat klub aktif sebagai fondasi utama untuk menjaring bakat-bakat baru.
Selain itu juga pengembangan infrastruktur latihan dengan memastikan ketersediaan sirkuit latihan yang aman dan memadai. Kualitas sirkuit harus ditingkatkan agar pembalap muda dapat berlatih sesuai standar keamanan dan teknis yang lebih tinggi, sebagai persiapan menuju karir internasional.
Chery TIGGO 9 CSH AWD hadir di GIIAS Makassar pada 5 hingga 9 November 2025 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC).
PT Chery Sales Indonesia melanjutkan gebrakannya dengan turut berpartisipasi dalam pameran regional GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) The Series 2025 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Berlangsung pada 5 hingga 9 November 2025 di Summarecon Mutiara Makassar Convention Center (SMMCC), Chery secara resmi memperkenalkan Chery TIGGO 9 CSH sebagai SUV flagship premium terbaru bagi publik Sulawesi Selatan di panggung GIIAS Makassar 2025.
Peluncuran regional ini menegaskan komitmen Chery untuk menghadirkan pilihan SUV keluarga yang nyaman sekaligus tangguh untuk petualangan dan aktivitas harian, sekaligus memperkuat kehadiran TIGGO 9 CSH AWD di berbagai penjuru Tanah Air.
“Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas antusiasme terhadap ragam lini produk kami. Chery berkomitmen untuk mendukung smart mobility di Indonesia melalui kehadiran Chery TIGGO 9 CSH AWD, yang menawarkan solusi mobilitas masa depan yang ramah lingkungan,” tutur Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia diketerangannya, Kamis (6/11/2025).
Katanya, bahwa dengan teknologi teknologi Chery Super Hybrid (CSH), efisiensi tidak perlu mengorbankan performa. Teknologi PHEV yang ditawarkan TIGGO 9 CSH AWD adalah paket komplit untuk sebuah SUV premium keluarga yang sanggup menempuh jarak hingga 1.400 Km untuk satu kali pengisian BBM dan baterai yang cukup untuk kebutuhan berkendara harian hingga aktivitas keluarga di akhir pekan.
“Hal ini sekaligus menjadi kontribusi nyata Chery dalam mendukung gerakan hijau dan keberlanjutan,” ucap Rifkie.
Chery TIGGO 9 CSH AWD hadir dengan penawaran menarik yang memberikan nilai tambah bagi konsumen. Flagship SUV dari lini TIGGO Series ini ditawarkan untuk publik di Kota Anging Mammiri dengan harga spesial Rp 729.900.000,- (OTR Makassar).
Setiap pembelian disertai berbagai keuntungan eksklusif, seperti garansi kendaraan selama 6 tahun atau 160.000 km, garansi mesin selama 10 tahun atau 1 juta km, gratis servis dan suku cadang selama 4 tahun atau 60.000 km, garansi baterai selama 8 tahun atau 160.000 km, gratis layanan roadside assistance selama 3 tahun.
Melalui berbagai program garansi dan layanan purna jual ini, Chery berharap dapat memberikan ketenangan, rasa aman, dan kepercayaan penuh bagi seluruh Chery Family dalam menikmati pengalaman berkendara premium bersama Chery.
Diposisikan sebagai model flagship dari lini TIGGO series, TIGGO 9 CSH adalah representasi dari “Together One Step Ahead”. Sebuah mahakarya yang menyatukan kemewahan (Luxurious), tenaga (Powerful), keamanan (safety) dan efisiensi (Efficient) tanpa kompromi dalam satu paket elegan.
Mengusung teknologi Chery Super Hybrid (CSH), Flagship SUV 7-seater ini tidak hanya menawarkan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar, melainkan juga mampu beroperasi layaknya mobil listrik murni (EV) untuk penggunaan harian. Dengan kemampuan tersebut, Chery TIGGO 9 CSH AWD menjawab kebutuhan mobilitas modern tanpa kekhawatiran terhadap jarak tempuh, sekaligus menghadirkan solusi ramah lingkungan yang praktis dan andal.
Selain itu, Chery TIGGO 9 CSH AWD juga menyimpan teknologi PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) canggih. Mesin 1.500 cc turbocharged berpadu dengan tiga motor listrik, menghasilkan tenaga gabungan masif sebesar 395 PS dan torsi puncak 650 Nm. Tenaga buas ini disalurkan melalui sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dan transmisi 3DHT Super Electric Hybrid, memungkinkannya melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam 5,4 detik secara seamless.
Tidak hanya bertenaga, mesin berteknologi Chery Super Hybrid generasi terbaru ini mencatat efisiensi termal mengesankan sebesar 44,5%, menempatkannya jauh di atas rata-rata industri otomotif global.
Keistimewaan lainnya terletak pada baterai berkapasitas 34,46 kWh, memungkinkan Chery TIGGO 9 CSH AWD berjalan dalam mode listrik murni (Full EV) sejauh 180+ km dan mode kombinasi (HEV) yang sanggup menembus 1.400 km, mengeliminasi segala kekhawatiran akan jarak tempuh (range anxiety).
Chery TIGGO 9 CSH AWD juga memungkinkan akselerasi mulus hingga kecepatan stabil 180 km/jam dengan top speed 230 Km/jam. Untuk mendukung performa jangka panjang dan fleksibilitas mobilitas harian, Chery TIGGO 9 CSH AWD telah dilengkapi port charger CCS2 yang mendukung pengisian daya cepat dari 20% ke 80% yang hanya membutuhkan waktu 20 menit.
Baterai yang ditanamkan juga telah bersertifikasi IP68 untuk ketahanan terhadap air dan debu, serta dirancang untuk tetap aman di segala kondisi melalui sistem pemantauan suhu dan keselamatan 24 jam non-stop.
Chery TIGGO 9 CSH AWD juga dibekali fitur canggih Automatic Parking Assistant (APA) yang memudahkan Chery Family memarkirkan kendaraan secara otomatis, baik parkir mundur, paralel, maupun serong. Sistem ini akan secara otomatis mengendalikan setir, akselerasi, dan pengereman untuk membantu Chery Family pada saat parkir dengan aman dan presisi.
Inovasi ini menjadi solusi cerdas yang tak hanya memudahkan penggunanya, melainkan juga memberikan ruang lebih untuk menikmati momen berharga bersama keluarga tanpa repot mengatur posisi parkir. Kenyamanan berkendara pun semakin ditingkatkan melalui sistem suspensi yang di tuning secara presisi, memastikan pengalaman melintasi berbagai kondisi jalan tetap mulus dan menyenangkan.
Jalan Tol Palimanan–Kanci (Palikanci) yang dikelola oleh PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi di wilayah Cirebon Raya. Sejak beroperasi pada tahun 1998, ruas tol sepanjang 26,3 kilometer ini tidak hanya menjadi jalur penghubung penting antara Jawa Barat dan Jawa Tengah, tetapi juga membuka akses yang lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.
Keberadaan Tol Palikanci mempermudah wisatawan menjangkau berbagai destinasi unggulan Cirebon, seperti Keraton Kasepuhan, Gua Sunyaragi, Pantai Kejawanan, Batik Trusmi, hingga Telaga Remis. Dengan waktu tempuh dari Jakarta ke Cirebon yang kini hanya sekitar tiga jam, kota ini kian diminati sebagai destinasi short escape bagi masyarakat Jabodetabek dan kota-kota sekitarnya.
“Tol Palikanci bukan hanya menjadi jalur transportasi, tetapi juga gerbang bagi wisatawan untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya dan pesona alam Cirebon,” ujar Ria Marlinda Paallo, VP Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol.
Melihat peran penting ruas ini, Ria menambahkan bahwa JTT terus melakukan pemeliharaan rutin untuk menjaga keandalan infrastruktur. Pada pertengahan 2025, JTT juga telah merampungkan pekerjaan pelebaran lajur di KM 207+010 sampai KM 209+010 arah Kanci guna meningkatkan kapasitas dan kelancaran lalu lintas, khususnya bagi wisatawan dan angkutan logistik.
Selain menjaga infrastruktur yang andal, JTT turut memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah serta pelaku UMKM lokal agar pertumbuhan pariwisata dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kehadiran Tol Palikanci menjadi bukti nyata komitmen JTT dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.
Untuk menunjang kenyamanan pengguna jalan, JTT menyediakan layanan informasi lalu lintas 24 jam melalui One Call Center 14080 serta aplikasi Travoy 4.5 yang dapat diunduh di perangkat iOS dan Android. Melalui layanan ini, pengguna jalan dapat merencanakan perjalanan wisata ke Cirebon dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.