Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 29

Pasca Cidera, Pembalap Indonesia Mario Aji Optimis Raih Hasil Positif

0
Pembalap IDEMETSU Honda Team Asia asal Indonesia, Mario Aji.

Pembalap IDEMETSU Honda Team Asia asal Indonesia, Mario Aji optimistis bisa meraih hasil positif setelah kembali membalap. Diketahui sebelumnya, Mario Aji mengalami cedera dan absen selama tiga bulan.

Pembalap bernomor 64 itu meski baru sembuh cedera sukses menyelesaikan balapan dengan finis di urutan ke-23 setelah mencatatkan selisih waktu + 40,174 detik dari Manuel Gonzelez yang jadi pemenang pada balapan Moto2 GP Catalunya yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona.

“Fokus saya saat ini menjalani balapan dengan penuh kecepatan, tetap berkonsentrasi, dan terus bekerja bersama tim untuk bisa bersaing dengan pembalap lain,” kata Mario Aji dalam keterangan resmi tim, Selasa (9/9/2025).

Pada Moto2 GP Catalunya, Mari Aji mengungkapkan memang masih cukup kesulitan menemukan ritme dalam balapan setelah sebelumnya absen selama tiga bulan. Oleh Sebab itu, Mario Aji hanya menargetkan untuk bisa finis pada gelaran GP Catalunya lantaran tengah berada dalam proses adaptasi.

Selanjutnya Mario Aji akan berusaha untuk bisa kembali tampil dengan baik pada gelaran grand prix San Marino yang berlangsung di Missano World Circuit, Minggu (14/09/2025) mendatang.

“Saya akan berusaha memberikan yang terbaik pada balapan kedua setelah sembuh dari cederanya ini,” ucap Mario Aji.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim saya atas dukungan terus-menerus sejak hari pertama, dan juga kepada semua orang yang terus mendukung saya,” ungkap Mario Aji.

“Hasil balapan di Catalunya tidak seperti yang kami harapkan, tetapi saya bersyukur bisa kembali ke jalur setelah jeda panjang, dan saya tidak sabar menunggu balapan berikutnya,” tutup Mario Aji.

Pembalap Mercedes George Russel Malu Gagal Tempel Tim Ferrari

0
Pembalap Mercedes, George Russel

Pembalap tim Mercedes asal Inggris, George Russel merasa malu karena gagal menempel Ferrari di persaingan tim konstruksi. Russel gagal tampil impresif dengan finis di urutan kelima selama GP Italia yang berlangsung di Sirkuit Monza, Minggu (7/9/2025).

Sementara rekan setimnya, Kimi Antonelli hanya mampu finis di urutan kesembilan.

Di pihak Ferrari, Charles Leclerc mengamankan posisi keempat dan Lewis Hamilton berada di posisi keenam. Secara hitung-hitungan, Mercedes hanya mengantongi total 12 poin sementara tim berlogo Kuda Jingkrak berhasil mengantongi 20 poin dari balapan di Monza.

“Jelas sedikit malu kehilangan lebih banyak poin dengan persaingan menghadapi Ferrari di konstruktor, tapi aku cukup puas dengan balapan,” kata George Russell dikutip dari Formula 1, Selasa (9/9/2025).

Russel mengakui bahwa tidak bisa berbuat banyak untuk bersaing menghadapi perlawanan sengit yang ditunjukkan oleh duo Ferrari Leclerc dan Hamilton pada balapan kali ini.

Dengan hasil ini membuat Mercedes kini selisih total 20 poin dari Ferrari yang menempati peringkat kedua tim konstruksi setelah mengoleksi total 280 poin.

Sementara McLaren nyaman di puncak klasemen tim konstruksi setelah mengamankan total 617 poin dari 16 grand prix pada musim ini.

Chery Group Raih Posisi Teratas di Ajang J.D. Power

0
Chery

Chery Group kembali mencatatkan sejarah dengan meraih posisi puncak dalam 2025 Automotive Performance, Execution and Layout (APEAL), studi yang dirilis oleh J.D. Power di China.

Studi prestisius ini menempatkan Chery di peringkat pertama untuk merek independen China sekaligus posisi kedua bagi pasar kendaraan mainstream, berkat performa luar biasa dengan skor 760 poin. Tidak hanya itu, dua model andalan Chery, Chery TIGGO 7 Plus dan Chery TIGGO 8 Plus, berhasil menyabet gelar juara di segmen Mid-size Economy SUV dan Mid-size SUV.

Studi APEAL edisi ke-23 ini melibatkan lebih dari 20.000 pemilik mobil baru yang telah menggunakan kendaraannya selama 2 hingga 6 bulan. Rata-rata skor industri pada 2025 tercatat 751 poin, naik 14 poin dari tahun sebelumnya. Pasar kendaraan mewah mencatat skor 766 poin, sedangkan pasar mainstream 746 poin, dengan kesenjangan yang menyempit untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir.

2025 Automotive Performance, Execution and Layout (APEAL), studi yang dirilis oleh J.D. Power.

Rifkie Setiawan, Head of Brand & Marketing Department PT Chery Sales Indonesia menjelaskan, Chery sendiri melesat dari posisi kelima tahun lalu menjadi peringkat kedua di pasar mainstream, sekaligus mempertahankan posisi No.1 di antara merek independen selama dua tahun berturut-turut.

“Pencapaian ini adalah bukti konsistensi Chery dalam menghadirkan produk dengan teknologi yang unggul, sekaligus meningkatnya kepercayaan publik dalam memberikan pengalaman berkendara yang memuaskan bagi konsumen. Prestasi yang diraih di J.D. Power memberikan legitimasi global terhadap kualitas kendaraan Chery, dan kami bangga dapat membawa semangat serta standar tersebut ke Indonesia agar konsumen tanah air turut merasakan kebanggaan yang sama,” ujar Rifkie diketerangan resminya di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Dari sisi kinerja pasar, Chery menunjukkan hasil gemilang dengan mencatat penjualan 1,26 juta unit kendaraan, di mana pada paruh pertama 2025, tumbuh 14,5% year-on-year. Sebanyak 550.000 unit diekspor Chery ke berbagai negara atau setara dengan satu mobil dikirim dalam setiap 29 detik ke pasar global.

Angka ini sekaligus memperpanjang rekor Chery sebagai eksportir kendaraan nomor satu China selama 22 tahun berturut-turut. Penjualan kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) juga melonjak drastis hingga 360.000 unit, naik 98,6% dibanding tahun sebelumnya, menegaskan kepemimpinan Chery dalam transisi menuju mobilitas berkelanjutan.

Keberhasilan ini semakin menegaskan konsistensi Chery dalam menjaga mutu produk dan pengalaman konsumen. Tahun 2024 lalu, Chery sukses meraih Triple Crown dengan menempati posisi teratas di tiga studi J.D. Power sekaligus: APEAL, Initial Quality Study (IQS), dan Sales Satisfaction Index (SSI).

“Kini, pada 2025, Chery kembali mempertahankan momentum dengan terus menjadi nomor satu di antara merek independen Tiongkok untuk APEAL dan SSI, membuktikan keberlanjutan komitmen terhadap kualitas,” ujar Rifkie

Pencapaian luar biasa ini juga tercermin dalam pengakuan internasional. Dalam daftar Fortune China 500 tahun 2025, Chery Group menempati peringkat ke-59, naik 41 posisi dari tahun sebelumnya. Sementara itu, di daftar Fortune Global 500 yang dirilis pada 29 Juli 2025, Chery menempati posisi ke-233, melesat 152 peringkat sekaligus menjadi kenaikan tercepat di antara seluruh produsen otomotif dunia.

Selain pengakuan dari J.D. Power, Chery juga gencar memperkuat posisinya melalui inovasi teknologi. Melalui inisiatif seperti Night of Intelligence, Night of Hybrid, dan Night of Safety, Chery memperkenalkan teknologi disruptif yang mencakup kecerdasan buatan, elektrifikasi, dan keselamatan.

Hingga kini, lebih dari 40.000 paten telah diajukan, dengan 25.000 di antaranya telah mendapatkan persetujuan. Upaya ini mempercepat inovasi sekaligus memastikan bahwa setiap produk Chery menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih cerdas, ramah lingkungan, dan aman. Fokus ini sekaligus memperlihatkan strategi jangka panjang Chery untuk menjadi pemimpin dalam teknologi otomotif global, bukan hanya di pasar domestik Tiongkok.

Dengan rekam jejak global yang kini mencakup lebih dari 120 negara, 10.000 jaringan penjualan dan layanan, serta basis pengguna lebih dari 17 juta orang, Chery terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri otomotif dunia. Di Eropa, salah satu pasar dengan regulasi paling ketat, Chery berhasil mencatatkan penjualan bulanan lebih dari 10.000 unit, menjadikannya merek otomotif baru dengan pertumbuhan tercepat di kawasan tersebut.

“Ke depan, Chery berkomitmen untuk melanjutkan perjalanan inovasi dan ekspansi globalnya, termasuk menghadirkan standar produk kelas dunia untuk konsumen Indonesia. Prestasi di ajang J.D. Power adalah salah satu bukti nyata dari kekuatan Chery Group yang terus menulis babak baru dalam sejarah otomotif global,” tungkas Rifkie.

Produsen Ban Ini Bagikan Strategi Tekan Biaya Logistik untuk Industri Manufaktur

0
Foto : Hankook Tire

Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur Hankook Tire Sales Indonesia menjelaskan, bahwa industri manufaktur tengah menghadapi tekanan besar dari berbagai faktor, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, hingga tantangan rantai pasok dan biaya logistik.

“Efisiensi logistik menjadi kunci penting untuk menjaga daya saing. Hankook Tire berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri manufaktur di Indonesia melalui inovasi produk Hankook Tire yang berorientasi pada keberlanjutan dan efisiensi jangka panjang,” katanya diketerangan resminya di Jakarta, Senin (8/9/2025).

Berdasarkan laporan tahunan logistik Amerika Serikat, sekitar 58% dari total biaya logistik dialokasikan untuk transportasi, menunjukkan tingginya beban biaya distribusi bagi perusahaan. Kondisi ini menegaskan pentingnya strategi efisiensi, terutama di sektor transportasi yang mengandalkan armada truk kontainer untuk distribusi bahan baku maupun produk jadi.

Sementara, Ahmad Juweni, National Sales Manager TBR (Truck & Bus Radial) PT Hankook Tire Sales Indonesia, menambahkan bahwa efisiensi logistik bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan di tengah tekanan persaingan global.

“Jika ingin mencapai efisiensi, perusahaan harus menghitung Total Cost of Ownership (TCO) kendaraan komersial, di mana kegiatan operasional biasanya menjadi alokasi biaya terbesar. Biaya ini mencakup biaya sewa atau beli kendaraan, bahan bakar, serta perawatan dan perbaikan kendaraan, yang sehari-hari difungsikan untuk kebutuhan operasional manufaktur seperti distribusi bahan baku maupun produk jadi. Kalau salah satu aspek ini bermasalah, bukan hanya kendaraan yang berhenti, tapi rantai distribusi juga ikut terganggu,” tambah Ahmad.

Adapun jenis kendaraan komersial yang biasa digunakan oleh industri manufaktur meliputi truk engkel untuk distribusi lokal, serta truk tronton maupun trailer untuk pengiriman regional hingga jarak jauh. 

Hankook Tire mengidentifikasi sejumlah langkah yang dapat diterapkan perusahaan manufaktur untuk menekan biaya transportasi. Pertama, lakukan pemeliharaan kendaraan secara preventif. Armada logistik sebaiknya menjalani pengecekan harian sebelum beroperasi, mulai dari tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan, kondisi lampu, sistem rem, hingga oli mesin.

Lakukan servis berkala untuk mesin, filter, dan suspensi. Dengan melakukan perawatan rutin, risiko downtime bisa ditekan, sekaligus mereduksi biaya perbaikan tahunan hingga 20% karena potensi kerusakan besar dapat dicegah sejak dini.

Kedua, hindari akselerasi mendadak dalam berkendara. Menginjak pedal gas atau rem secara kasar berdampak langsung pada usia sistem pengereman dan suspensi (shock breaker). Perilaku ini juga mempercepat keausan ban, serta membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. 

Untuk menghindarinya, biasakan mengemudi dengan halus dan stabil, seperti menjaga jarak aman dan memperhatikan marka jalan. Patuhi batas kecepatan sesuai aturan, yaitu maksimal 100 km/jam di jalan bebas hambatan, 80 km/jam di jalan antarkota, 50 km/jam di kawasan perkotaan, dan 30 km/jam di kawasan permukiman. Perusahaan bisa mendukung dengan program pelatihan safety driving sederhana agar perilaku ini terbentuk.

Ketiga, perhatikan kapasitas angkut truk. Mengelola beban muatan dengan bijak sangat penting untuk menjaga performa truk dan keselamatan di jalan. Pastikan muatan tidak melebihi batas maksimum yang telah ditentukan oleh pabrikan, karena kelebihan beban dapat meningkatkan risiko kecelakaan, mempercepat kerusakan pada kendaraan, serta mengurangi usia pakai ban. Dengan mematuhi batas muatan sesuai spesifikasi resmi, operasional truk menjadi lebih efisien dan berkelanjutan.

Keempat, pilih ban yang sesuai dengan kondisi medan jalan dan beban kendaraan. Ban yang tepat akan berpengaruh besar terhadap umur pakai dan efisiensi biaya operasional. Misalnya, untuk operasional rute antar kota yang mayoritas melalui jalan tol, ban dengan pola regional seperti Smart Flex AH31/ AH31K lebih cocok karena dirancang untuk medan on road. Dengan pemilihan, pemakaian, dan perawatan yang tepat, ban jenis ini bisa mencapai umur pakai optimal.

Sebaliknya, jika digunakan ban tipe off road pada kondisi jalan tol, ban akan lebih cepat rusak sehingga masa pakainya lebih pendek. Karena itu, pemilihan ban yang sesuai dengan karakter jalan dan operasional kendaraan sangat menentukan biaya jangka panjang.

“Sebagai perusahaan global yang terus berinovasi, Hankook Tire menghadirkan rangkaian Smart Flex series yang dirancang untuk mendukung operasional logistik jarak jauh. Dengan daya cengkeram optimal, keausan merata, dan durabilitas tinggi, ketiga ban ini membantu perusahaan manufaktur menjaga performa kendaraan sekaligus menekan biaya operasional” ungkap Ahmad.

Smart Flex AH51 yang dirancang untuk semua posisi dengan performa premium sejak pemakaian pertama hingga lapisan tapak terakhir. Fitur alur tersembunyi dan sipe 3D memastikan cengkeraman tetap optimal bahkan di jalan basah, sekaligus menjaga umur ban lebih panjang dan konsumsi bahan bakar tetap efisien.

Smart Flex AH35 cocok untuk truk dan bus di medan jalan raya. Tapak lebar dan desain 3D sipe memberikan traksi kuat serta keausan yang merata, sehingga jarak tempuh lebih panjang dan biaya operasional bisa ditekan.

Smart Flex AH31/ AH31K yaitu ban tubeless untuk bus dan truk kargo dengan tapak lebar dan teknologi kerf 3D yang meningkatkan stabilitas dan memperlambat keausan. Hasilnya, armada dapat beroperasi lebih lama dengan tingkat perawatan ban yang lebih rendah.

Dengan komitmen pada inovasi dan keberlanjutan, Hankook Tire terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis bagi pelaku industri manufaktur dan logistik di Indonesia. Lebih dari sekadar produsen ban, Hankook Tire menghadirkan solusi menyeluruh untuk meningkatkan daya saing bisnis, mulai dari efisiensi biaya hingga kontribusi pada praktik transportasi yang lebih ramah lingkungan.

MGPA Siapkan 380 Marshal untuk Ajang MotoGP Indonesia 2025

0
Marshal

Sebanyak ratusan marshal ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 3-5 Oktober 2025 mulai mengikuti pelatihan. Demikian disampaikan Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandi Satria akhir pekan lalu.

“Sebanyak 380 marshal akan bertugas di lintasan selama pelaksanaan balap ajang MotoGP Indonesia 2025,” kata Priandi.

Pelatihan marshal ini melibatkan tim Federation Internationale de Motocyclisme (FIM), yakni Simon Maas dari FIM CCR Member dan Gery Bleazby dari FIM Oceania Delegated.

“Pelatihan perdana diikuti oleh koordinator lapangan, chief marshal dan chief radio, yang berperan sebagai ujung tombak dalam memastikan keamanan serta kelancaran jalannya balapan,” jelas Priandi.

Priandi menjelaskan, proses rekrutmen volunteer (sukarelawan) telah berhasil menarik antusiasme tinggi dengan menjaring 2.225 pendaftar dari berbagai wilayah. “Setelah melalui seleksi wawancara yang telah berlangsung pada 4-9 Agustus 2025, sebanyak 1.495 orang dinyatakan lolos,” katanya.

Menurutnya, para volunteer ini nantinya akan segera mengikuti pelatihan khusus, yang dijadwalkan dimulai begitu seluruh kebutuhan teknis per divisi selesai dikompilasi.

“Mayoritas peserta berasal dari Lombok Tengah, Mataram, Lombok Barat dan Lombok Timur,” katanya.

Melalui keterlibatan volunteer dan marshal yang dipersiapkan secara profesional, tidak hanya memperkuat aspek operasional, tetapi juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif masyarakat lokal dalam menghadirkan IndonesianGP 2025 sebagai sebuah ajang olahraga internasional yang aman, berkelas dan membanggakan Indonesia.

“Dengan seluruh rangkaian kesiapan ini, Pertamina Mandalika International Circuit optimistis dapat kembali menjadi tuan rumah yang membanggakan untuk Indonesia di mata dunia,” katanya.

Priandi bilang, IndonesianGP bukan sekadar ajang balapan, melainkan momentum yang memperkuat nation branding Indonesia dan posisi The Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai Sportstainment Destination unggulan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat dan stakeholders untuk bersama-sama mendukung suksesnya pelaksanaan ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025,” tutup Priandi.

Alex Marquez Kalahkan Sang Kakak di MotoGP Catalunya 2025

0
Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP)

Pada gelaran MotoGP Catalunya 2025 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Minggu (7/9/2025), pembalap BK8 Gresini Racing MotoGP, Alex Marquez, merebut kemenangan perdana musim ini setelah finis terdepan dengan mengalahkan sang kakak, Marc Marquez (Ducati Lenovo) yang harus puas finis kedua dan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) yang melengkapi podium.

Hasil ini memutus dominasi tujuh kemenangan beruntun yang sebelumnya dicatatkan Marc Marquez. Meski demikian, posisi klasemen pembalap tidak berubah, dengan Marc masih berpeluang mengunci gelar juara dunia pada seri berikutnya di Misano, San Marino.

Jalannya balapan, Alex yang memulai dari pole position sempat disalip Marc di tikungan pertama, namun berhasil kembali memimpin pada lap keempat. Persaingan kakak-beradik Marquez terus berlanjut dengan jarak tipis sepanjang lomba.

Di belakang mereka, duel terjadi antara Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan Bastianini, hingga akhirnya Bastianini berhasil mengamankan posisi ketiga. Sementara itu, Acosta yang sempat berada di barisan depan harus puas finis keempat.

Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) belum mampu keluar dari tren negatif, setelah hanya finis di posisi ketujuh.

Balapan juga diwarnai insiden. Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) terjatuh akibat kontak di lap kedua, diikuti Fabio Di Giannantonio (VR46) yang tidak bisa melanjutkan lomba.

Beberapa pembalap lain seperti Alex Rins, Brad Binder, dan Marco Bezzecchi juga gagal finis. Alex akhirnya menyentuh garis finis pertama setelah menyelesaikan 24 lap dengan catatan waktu 40 menit 14,093 detik.

Berikut hasil lengkap balapan utama MotoGP Catalunya 2025 :

  1. Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) 40:14,093
  2. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) +1,740
  3. Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) +5,562
  4. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) +13,373
  5. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP Team) +14,409
  6. Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) +15,055
  7. Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) +16,048
  8. Luca Marini (Honda HRC Castrol) +16,372
  9. Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP) +16,937
  10. Jorge Martin (Aprilia Racing) +18,492
  11. Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) +19,489
  12. Joan Mir (Honda HRC Castrol) +20,159
  13. Maverick Viñales (Red Bull KTM Tech3) +22,792
  14. Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) +24,351
  15. Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) +24,592
  16. Somkiat Chantra (Idemitsu Honda LCR) +37,393
  17. Aleix Espargaro (Honda HRC Test Team) +43,202