Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 47

Lebih dari 300 konsumen sudah terima Chery J6 EV di tahun 2024

0

PT Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan, SUV berdesain ‘Fashion Cube-Box’ J6 EV telah dikirim ke lebih dari 300 konsumen di Tanah Air dalam satu bulan sejak peluncuran pada 2024. Pencapaian tersebut menandai antusiasme yang tinggi dari pasar otomotif Indonesia terhadap Chery J6 yang inovatif.

Hingga penghujung Desember 2024, secara kumulatif Chery J6 EV berhasil mencatatkan pengiriman sebanyak 327 unit kepada konsumen, terhitung sejak debutnya di Tanah Air pada 22 November 2024. Angka tersebut bukan hanya pencapaian positif yang diraih dalam waktu singkat, melainkan juga bukti nyata dari komitmen Chery dalam memenuhi janji pengiriman kepada konsumen saat peluncurannya di GJAW 2024.

Antusiasme terhadap Chery J6 pun terus berlanjut hingga awal tahun 2025, tercermin dari akumulasi Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) yang telah dihimpun. Hingga Januari 2025, Chery telah menerima lebih dari 2.000 SPK untuk J6 EV.

“Pada Desember 2024, Chery berhasil mencatatkan pencapaian baru dengan penjualan di atas 1.000 unit per bulan. Hal ini menjadi bukti nyata atas kepercayaan konsumen terhadap produk kami. Kehadiran Chery J6 di penghujung tahun 2024 menjadi penutup manis, sekaligus menegaskan komitmen kami untuk terus menghadirkan kendaraan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” ujar Rifkie Setiawan – Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Selain daya tarik desain futuristik dan teknologi canggih, Chery J6 EV menawarkan nilai tambah yang signifikan melalui serangkaian layanan purna jual yang komprehensif. Upaya ini ditujukan untuk memberikan peace of mind dan membangun kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan durabilitas produk. Sebagai bentuk apresiasi, 1.000 pembeli pertama Chery J6 akan mendapatkan lifetime warranty atau garansi seumur hidup yang mencakup baterai, power motor, dan power motor controller.

Demi meningkatkan pengalaman berkendara yang bebas khawatir dan siap berpetualang, konsumen juga akan mendapatkan layanan roadside assistance gratis selama setahun penuh. Lebih dari itu, Chery pun memberikan secara cuma-cuma perangkat pengisian daya yang lengkap, yaitu V2L Charger, Portable Charger, gratis material dan jasa pemasangan 7,7 kW AC Charger OCPP.

Sebagai informasi, Chery J6 dirancang dengan perpaduan apik antara estetika dan fungsionalitas. Siluet bodi yang futuristik dan elemen visual menarik yang memadukan keanggunan sekaligus tangguh. Offroad EV ini menyasar konsumen Indonesia yang memiliki jiwa muda, berkelas, dan tinggal di area urban dengan semangat eksplorasi yang tinggi serta produktif. Warna dan proporsi kendaraan memastikan Chery J6 tampil stylish, namun tetap mendukung aktivitas harian yang didukung dengan fitur hiburan canggih.

Dibangun menggunakan sasis berbahan aluminium anti-korosi, Chery J6 menawarkan ketahanan prima menghadapi berbagai kondisi cuaca dan tantangan medan jalan di Indonesia. Teknologi konstruksi BOX Style pada SUV listrik offroad ini menghasilkan bobot yang lebih ringan dan efisien tanpa mengorbankan durabilitas, bahkan meningkatkan kenyamanan berkendara secara signifikan. Guna menunjang stabilitas, terutama di permukaan jalan yang bergelombang atau tidak rata, J6 mengandalkan suspensi aluminium H-Arm, menjanjikan pengendalian yang presisi dan mantap di berbagai kondisi.

Chery J6 turut membuktikan bahwa mobil listrik juga bisa tampil perkasa di medan off-road, tanpa mengorbankan performa. Motor listrik yang disematkan memungkinkan akselerasi instan, dengan varian iWD mencatatkan waktu 0-100 km/jam hanya 6,5 detik. Dikombinasikan dengan kapasitas baterai yang besar, Chery J6 EV sanggup menempuh jarak hingga 426 km (RWD) dan 418 km (iWD) berdasarkan standar NEDC (New European Driving Cycle).

“Dengan pencapaian tersebut, Chery menciptakan fenomena baru di segmen mobil listrik dengan kemampuan off-road dan desain boxy pertama dari Chery J6 di Indonesia,” tutup Rifkie.

Francesco Bagnaia : Perebutan juara MotoGP 2025 bakal sengit

0

Pembalab dari tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia mengakui bahwa persaingan perebutan gelar pada Kejuaraan Dunia Balap Motor MotoGP 2025 akan berlangsung lebih sengit.

Juara dunia dua kali ini menyatakan bahwa, tantangan bagi dirinya juga hadir di dalam timnya sendiri, mengingat ia akan bermitra dengan juara dunia delapan kali Marc Marquez.

“Saya memiliki rekan satu tim baru, dia merupakan pembalap yang kuat dan kompetitif. Bersama-sama, kami dapat membawa pengembangan motor ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Bagnaia.

“(Musim) Ini akan lebih menuntut, sehingga saya akan mencoba untuk tidak mengandalkan keberuntungan semata, tapi saya akan menghadapi musim dengan semangat yang sama seperti biasanya,” ujarnya.

Katanya, ia tetap memiliki ambisi untuk merebut kembali gelar juara dunia pada musim ini. Optimisme itu datang dari hasil uji coba tim yang dilakukan di Barcelona, Spanyol, beberapa bulan lalu.

“Saya telah belajar banyak, saya mencoba memanfaatkan setiap situasi sebaik-baiknya dan (menguatkan) sensasi di atas motor,” kata dia.

“Saat di Barcelona pada sesi pengujian pertama setelah GP, (hasilnya) langsung positif,” ujar pembalap asal Italia itu.

Di sisi lain, Marc Marquez mengungkapkan ambisinya untuk bisa tampil lebih kompetitif pada musim ini. Menjadi rekan satu tim Bagnaia pun semain memperkuat keyakinannya tersebut.

“Ketika Anda berada di tim resmi, tujuannya tidak lain adalah untuk menjadi kompetitif di setiap balapan, berjuang untuk podium dan kemenangan, serta mencoba menjadi protagonis di Kejuaraan Dunia,” kata Marquez.

“Selama hari-hari yang telah saya lalui bersama tim sejauh ini, saya melihat bahwa suasana kerja di sana fantastis dan saya tidak sabar untuk mengendarai Desmosedici GP lagi,” imbuhnya.

Tahun 2025, Hankook Tire bidik pertumbuhan bisnis double digit di Indonesia

0

Produsen ban global asal Korea Selatan, Hankook Tire, melalui PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), optimis memulai tahun 2025 di bawah kepemimpinan baru Bartek (Byunghak) Choi sebagai Presiden Direktur. Dengan pendekatan strategis yang terarah, perusahaan menargetkan pertumbuhan double digit pada segmen Passenger Car Radial/Light Truck Radial (PCR/LTR) dan Truck Bus Radial (TBR), memperkuat posisinya di pasar otomotif Indonesia. 

“Meningkatnya tren kendaraan listrik dan SUV, khususnya yang bertenaga hybrid, memberikan peluang pasar yang signifikan bagi Hankook. Kesadaran konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan, ditambah insentif pemerintah, semakin mendorong adopsi teknologi hijau,” kata Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI), Bartek (Byunghak) Choi.

Katanya, Hankook berkomitmen untuk terus berinovasi melalui produk-produk unggulan seperti ban kendaraan listrik iON, ban high-inch berperforma tinggi, serta ban TBR yang dirancang khusus untuk mendukung kendaraan listrik. Kami yakin, melalui strategi yang terintegrasi, pertumbuhan signifikan di semua segmen dapat tercapai pada 2025.”

Pasar kendaraan listrik Indonesia mendapatkan dorongan besar dari pemerintah, termasuk insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) hingga 100% untuk mobil listrik impor maupun buatan lokal pada 2025. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat penetrasi kendaraan listrik di pasar domestik. Untuk itu, Hankook siap menjadi mitra strategis dalam mendukung transisi menuju teknologi hijau di sektor otomotif.

Untuk mendukung pasar mobil listrik dan SUV yang terus berkembang, Hankook tahun ini akan melengkapi varian terbaru dari lini iON, Ventus, dan Dynapro, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen Indonesia.

Selain itu, Hankook tengah dipertimbangkan oleh berbagai produsen mobil sebagai mitra ban OEM, berkat kualitas produk yang unggul dan permintaan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan juga terus memperluas kerja sama dengan dealer mobil untuk menyediakan ban purnajual utama bagi konsumen, serta memperkuat kemitraan dengan operator angkutan umum guna mendukung operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan.

OMODA E5 jadi EV Chery terlaris selama 2024

0

PT Chery Sales Indonesia (CSI) menyatakan OMODA E5 sebagai SUV EV terlarisnya di Indonesia sepanjang tahun 2024. Sejak melakukan debut global dan Indonesia menjadi negara peluncuran pertama pada 5 Februari 2024, Chery OMODA E5 telah mencatatkan angka penjualan kumulatif retail sales yang impresif mencapai 4.421 unit. Angka ini berkontribusi signifikan sebesar 51% terhadap total penjualan Chery di Indonesia selama tahun 2024.

Dari total 4.421 unit OMODA E5 yang sukses terjual di Tanah Air, varian tertinggi dari kendaraan listrik bertipe Crossover SUV ini mendominasi dengan kontribusi lebih dari 90%. Hal ini menunjukkan preferensi pasar terhadap varian flagship dengan fitur dan spesifikasi yang lebih lengkap.

Sesuai dengan tagline “Drive E-Future” yang diusung, OMODA E5 hadir sebagai penjaga masa depan yang berkelanjutan, menawarkan mobilitas ramah lingkungan bagi generasi mendatang.

“OMODA E5 merupakan wujud nyata dari komitmen Chery dalam mendukung program Net Zero Emission (NZE) pemerintah Indonesia pada tahun 2060, melalui penyediaan kendaraan listrik berkualitas tinggi. Kami juga mengikuti aturan minimum 40% untuk Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sesuai arahan pemerintah Indonesia,” ujar Rifkie Setiawan, Head of Brand Department PT Chery Sales Indonesia.

Sebagai bentuk komitmen terhadap lingkungan dan mendukung percepatan transisi ke kendaraan listrik, selama 2024 lalu Chery juga menghadirkan program GO GREEN FUND dengan total alokasi dana sebesar Rp 100 miliar. Program ini memberikan insentif bagi calon konsumen yang ingin beralih ke OMODA E5 dengan menukarkan mobil lamanya menggunakan skema trade-in.

Hingga akhir 2024, program GO GREEN FUND telah terealisasi sebesar Rp 30 miliar, dengan total 617 unit mobil lama dari konsumen yang telah ditukar menjadi kendaraan ramah lingkungan bersama OMODA E5.

Chery pun kembali menegaskan komitmennya, untuk melanjutkan program GO GREEN FUND pada tahun 2025 dengan sisa alokasi dana sebesar Rp 70 miliar. Langkah ini bertujuan untuk terus mengakomodasi minat masyarakat Indonesia yang semakin tinggi terhadap kendaraan listrik, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin beralih dari Internal Combustion Engine (ICE) ke kendaraan listrik.

“Kehadiran OMODA E5 yang dipadukan dengan program GO GREEN FUND telah memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon.Hal ini sejalan dengan visi Chery untuk mendukung mobilitas berkelanjutan dan berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih,” pungkas Rifkie.

Wuling luncurkan mobil kecil ‘Zhiguang EV’

0

Wuling, produsen kendaraan asal China resmi meluncurkan kendaraan mungil “Kei Car” yakni Zhiguang EV di pasar otomotif China.

“Kendaraan kecil dengan dimensi 3685/1530/1750 mm dengan jarak sumbu roda 2600 mm ini memiliki 20 area penyimpanan yang dapat diperluas ini dibanderol mulai dari Rp106 juta hingga Rp113 juta,” tulis CarnewsChina, Minggu (19/1).

Tulisnya, di pasar lokal di China, mobil ini dimaksudkan untuk digunakan dalam berbagai keperluan seperti mobil penumpang dan komersial karena mobil ini sangat serbaguna.

Kendaraan ini juga merupakan mobil combi dengan pintu geser belakang dan ruang bagasi yang cukup yakni 1.117 liter (dengan kursi baris kedua dilipat).

Pada tampilan luar, kendaraan ini memiliki nuansa mobil kei khas Jepang. Namun, mobil listrik asal Tiongkok ini lebih besar dari mobil kei biasa. Pintu belakang dari mobil ini juga dapat dibuka hingga 595 mm.

Wuling mengklaim bahwa pintu bagasi dari kendaraan ini dapat dibuka hingga 90 derajat.

Pejabat Wuling menggarisbawahi bahwa tinggi pintu bagasinya adalah 569 mm. Hal ini semakin memudahkan pemilik dalam melakukan kegiatan bongkar muat.

Sementara pada bagian dalam, kendaraan ramah lingkungan ini hadir dengan tampilan yang sederhana seperti roda kemudi bundar dua jari-jari tanpa adanya tombol, layar panel instrumen kecil, kontrol AC fisik, rem tangan, dan tuas persneling putar.

Kabin mobil ini memiliki empat kursi dengan tata letak 2+2. Namun, keunggulan utama Wuling Zhiguang EV adalah fleksibilitas.

Kendaraan ini memiliki 20 lubang pemasangan berulir standar M6, cocok untuk pemasangan kompartemen penyimpanan dan rak penempatan.

Selain itu, meski kecil mobil ini juga memiliki kapasitas bagasi mencapai 527 liter. Jika bangku belakang dilipat, ruang bagasi bertambah menjadi 1.117 liter. Jumlah yang besar untuk kendaraan dengan panjang 3,6 meter.

Zhiguang EV memiliki rak bagasi di bagian atap. Sebagai pelengkap, pemilik Zhiguang EV dapat memasang berbagai aksesori di dasbor, termasuk meja lipat, tempat menaruh gelas, dan tempat menaruh ponsel. Secara keseluruhan, kendaraan ini sangat praktis.

Untuk sistem pacunya, mobil mungil ini hadir dengan motor listrik 30 kW (40 hp) di as roda belakang yang ditenagai oleh paket baterai LFP 17,6 kWh. Jangkauan mobil mencapai 201 km dalam kondisi CLTC.

Pemilik tim Gresini Racing yakin Fermin Aldeguer bisa bersaing di MotoGP

0

Nadia Padovani, pemilik tim Gresini Racing meyakini bahwa pembalap muda Fermin Aldeguer berpotensi dapat bersaing pada MotoGP musim ini untuk mendampingi Alex Marquez sebagai pembalap utama tim dengan mengendarai Ducati Desmosedici GP24.

“Fermin baru saja tiba, tapi dia sudah menemukan tempat di hati kami, sementara saya yakin Alex dan dia bisa dan harus berjuang untuk mencapai lima besar di setiap balapan akhir pekan,” kata Nadia Padovani dalam laman MotoGP pada Minggu (19/1).

Pembalap berusia 19 tahun tersebut tak sabar untuk menjajal balapan perdananya musim ini.

“Keinginan untuk terjun balapan memang tinggi, namun perkenalan ini sudah menjadi langkah maju yang besar menuju musim 2025 ini,” ujar Fermin.

Tim Gresini Racing juga menunjukkan sepeda tempur mereka, Ducati Desmosedici GP24.

Dalam presentasi tim di Sirkuit Imola, Italia, liveri tim Gresini Racing yang biasanya didominasi warna biru langit pada musim ini sedikit berubah dengan silverstone dengan warna lebih mengkilap.

Terinspirasi dari video game, GAC Motors bangun supercar ‘G-Force’

0

Pada awal 2025 ini, GAC Group kembali menunjukkan komitmennya untuk berinovasi di industri otomotif dengan meluncurkan konsep supercar pertama mereka, G-Force, pada acara perdana Digital Cars & Coffee yang diselenggarakan oleh GAC Motors.

Sebagai sebuah karya yang menggabungkan teknologi mutakhir, kecepatan, dan desain futuristik, G-Force bukan hanya sekedar mobil konsep biasa, melainkan sebuah manifestasi dari kreativitas tanpa batas yang dibawa oleh GAC dalam dunia otomotif.

Desain G-Force dikerjakan oleh Axel, salah satu desainer eksterior di GAC Milano, bersama tim #GACDesign, yang menggabungkan berbagai elemen yang terinspirasi dari film fiksi ilmiah, video game, serta mobil-mobil prototipe klasik Le Mans. Semua elemen tersebut diramu menjadi sebuah kendaraan yang tak hanya mengutamakan performa, tetapi juga mengusung kesan visual yang sangat futuristik dan inovatif.

“Untuk acara Digital Cars & Coffee pertama kami, dengan penuh antusiasme kami memperkenalkan supercar GAC G-Force, yang dirancang oleh Axel, salah satu desainer eksterior kami di GAC Milano. Diciptakan sebagai ekspresi murni dari kreativitas dan inovasi, G-Force adalah proyek penuh gairah yang dikembangkan di luar batasan tradisional dalam desain otomotif, dengan tujuan untuk mendorong batas teknologi dan estetika. Kami sangat bangga dapat menghadirkan karya ini, yang bukan hanya sebuah mobil, tetapi juga simbol dari visi masa depan GAC dalam menghadirkan kendaraan yang menggabungkan performa, teknologi, dan desain futuristik,” ujar Stephan Janin, Kepala  GAC Advanced Design Europe.

Sebagai konsep hypercar yang sepenuhnya dirancang dalam dunia digital, G-Force menandai tonggak sejarah penting bagi GAC Motors. Pendekatan digital-first ini memberikan kebebasan bagi tim desain untuk mengeksplorasi ide-ide yang lebih berani dan inovatif tanpa terhambat oleh keterbatasan fisik produksi mobil pada umumnya.

Hal ini memungkinkan GAC untuk menghadirkan desain yang jauh lebih dinamis, tajam, dan agresif dibandingkan dengan desain mobil konvensional. Garis-garis tajam dan aerodinamika yang sangat canggih pada G-Force memberikan kesan kecepatan yang terasa nyata meski mobil ini dalam posisi diam. Siluet kendaraan yang ramping serta tata letak kabin futuristiknya seakan menggambarkan perpaduan antara masa lalu yang penuh nostalgia dengan visi masa depan yang cemerlang.

Studio GAC Design di Milan, yang berada di bawah kepemimpinan Stephan Janin, dikenal akan keahliannya dalam menciptakan konsep ambisius yang menggabungkan kepraktisan dengan estetika mencolok. G-Force melanjutkan tradisi ini dengan mengintegrasikan desain yang berani dan ekspresif dengan teknologi canggih.

Yang lebih menarik lagi adalah konsep G-Force ini tidak hanya sekedar karya desain biasa. Dengan pendekatan digital-first yang diterapkan, GAC Design kini menjadi pelopor dalam menghadirkan interaksi langsung dengan penggemar otomotif dan kolektor melalui platform digital.

Ini merupakan bentuk komitmen GAC untuk memajukan industri otomotif dengan menginspirasi para penggemar otomotif dunia, memberikan ruang bagi mereka untuk ikut serta dalam revolusi desain yang sedang berlangsung, dan tentunya memperkenalkan ide-ide baru yang segar.

G-Force juga menunjukkan bahwa GAC Motors memiliki visi yang sangat kuat untuk masa depan otomotif. Dengan kombinasi desain revolusioner, teknologi canggih, dan pendekatan yang berani, GAC terus berupaya mendorong batasan dalam desain mobil dan memberi inspirasi baru bagi dunia otomotif global.

Dengan hadirnya G-Force, GAC Motors tidak hanya berperan sebagai produsen kendaraan, tetapi juga sebagai pionir dalam revolusi desain mobil masa depan. Ini adalah langkah besar dalam perjalanan GAC untuk memimpin inovasi di industri otomotif global, sekaligus menjadi bagian dari perubahan besar yang akan datang di dunia otomotif.