Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 50

Bulan depan, pameran helm dan aksesoris ‘IMHAX 2024’ siap digelar

0

PT. Raja Caraka Motor Indonesia kembali menggelar “Indonesia Motorcycle Helmets Apparel Accessories Exhibition” (IMHAX) 2024 di The Brickhall at Fatmawati City Center, Jakarta Selatan, mulai dari 12-15 September 2024.

Pameran yang digelar untuk ke-2 kalinya ini menghadirkan berbagai brand ternama seperti, Shoei, Nolan, Jitsu Helmet, Arai, HJC, Bell Helmets, Rsv Helmet, JPX Airoh, NJS, MT Helmet Just1 dan juga Howard Smith untuk segmen helm.

Sedangkan aparel pendukung terdapat juga Alpinestars, Respirio, Rabbit and Wheels, Macna, RS Taichi, Dainese, Kushitani hingga Yellow Corn. Sedangkan untuk produk pendukung berkendara lainnya juga hadir seperti Cardo, GMA Product Series, Brenta hingga Nissin samurai.

Project Manager IMHAX 2023, Hardiyansah mengatakan, pada pameran kali ini pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan acara yang lebih baik lagi, dengan program-program menarik yang dapat memenuhi kebutuhan para bikers dari berbagai segmen.

“Hadirnya pameran yang ke-2 ini, tidak terlepas dari peran kegiatan pertama yang mendapatkan respon cukup positif dari para pecinta otomotif di Indonesia,” ucapnya, Jumat (23/8).

“Kesuksesan IMHAX 2023 menjadi dorongan bagi kami untuk kembali menyelenggarakan pameran helm dan aksesoris terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Informasi saja, pada gelaran IMHAX 2023 berhasil menarik perhatian dengan jumlah pengunjung yang melampaui target dan mencatatkan transaksi sebesar Rp4 miliar.

Pameran yang didukung oleh Idemitsu Lubricants itu akan menampilkan beragam brand sepeda motor, helm, apparel, dan aksesoris, memberikan kesempatan kepada para pemilik brand untuk memperkenalkan produk mereka serta mendukung perkembangan komunitas pecinta roda dua di Indonesia.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan berbagai edukasi mengenai pentingnya penggunaan apparel dan aksesoris yang sesuai bagi pengguna sepeda motor.

“Kami berharap pameran ini turut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keamanan berkendara melalui penggunaan helm dan apparel berkualitas,” tambah Hardiyansah.

Kegiatan yang ditargetkan dapat mendatangkan sekitar 6 ribu pengunjung ini, nantinya banyak dimanfaatkan oleh pemilik brand untuk meluncurkan berbagai produk terbarunya.

Dyandra Promosindo: IIMS bakal digelar bulan Februari 2025

0

Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) dipastikan akan digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat pada 13-23 Februari 2025 mendatang.

“Pameran otomotif IIMS 2025 adalah kesempatan emas untuk terlibat dalam transformasi ini, memperkuat brand, menjalin kolaborasi strategis, dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” kata Presiden Komisaris Dyandra Promosindo, Ery Erlangga di Jakarta, Senin (19/8).

Kata Ery, pada tahun 2025 merupakan momen krusial bagi industri otomotif untuk memperkuat posisinya di kancah international. Berbagai capaian positif, terus diraih oleh industri tersebut yang banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah sehingga industri otomotif Indonesia saat ini berada dalam fase dinamis, dimana inovasi teknologi dan tren global terus mendorong pertumbuhan yang signifikan.

“IIMS 2025  akan menghadirkan ekshibisi perkembangan otomotif, program-program menarik dan atraktif, serta pertunjukan musik dalam konsep ‘Your Infinite Autotainment Experience’,” ujarnya.

Kegiatan ini masih akan menyajikan paduan konsep entertainment dan automotive seperti yang lalu serta akan menggunakan seluruh kawasan JIEXPO untuk menampilkan ragam kendaraan terkini dan industri pendukungnya, menciptakan sebuah pameran yang benar-benar komprehensif.

Enam tips penting bagi Gen Z dalam memilih mobil pertama

0

Memiliki mobil pertama menjadi salah satu pencapaian besar bagi Gen Z, generasi yang kini tengah meniti karier dan dalam fase membangun aset berharga. Kondisi ini menjadikan Gen Z sebagai pasar potensial bagi pelaku industri otomotif karena populasinya dan purchasing power yang kian meningkat. Mereka memiliki preferensi memilih mobil yang mengedepankan inovasi, sustainability, dan mampu merepresentasikan identitasnya.

Produsen ban global asal Korea Selatan, Hankook Tire membagikan enam tips memilih mobil pertama untuk para Gen Z :

Pertama, tentukan budget yang sesuai dengan kemampuan finansial, terutama bagi yang baru merintis karier. Bagi Gen Z yang ingin mengambil skema kredit, disarankan agar alokasi cicilan tidak melebihi 30% dari total gaji. Lebih baik sediakan uang muka (DP) yang besar untuk menghindari cicilan jangka panjang dan total bunga yang tinggi.

Selain harga mobil, perhatikan biaya lainnya seperti pajak tahunan yang nilainya bervariasi berdasarkan tipe kendaraan, kapasitas mesin, dan usia kendaraan; biaya perawatan rutin seperti penggantian oli setiap 6 bulan atau ketika mobil telah menempuh 10.000 km. Jika memilih skema kredit, asuransi umumnya sudah termasuk dalam paket cicilan tersebut.

Kedua, sesuaikan dengan rutinitas dan gaya hidup. Bagi yang mengutamakan kemudahan berkendara di dalam kota, mobil jenis hatchback atau city car menjadi pilihan yang ideal. Dengan profil yang ramping dan dimensi yang kecil, kedua varian ini menawarkan kemudahan parkir dan kelincahan bermanuver di dalam kota.

Bagi yang suka berpetualang ke alam terbuka dengan kontur jalan yang menantang, jenis SUV atau crossover akan mengakomodir kebutuhan tersebut. Dengan ground clearance yang tinggi dan bagasi yang luas, kedua varian tersebut menawarkan fleksibilitas jelajah di segala medan. Jenis crossover juga cocok digunakan di dalam kota karena menggunakan struktur monokok, di mana sasis terintegrasi dengan rangka body.

Sementara bagi yang mencari mobilitas ekonomis dan ramah lingkungan, LCGC merupakan pilihan cocok untuk keperluan sehari-hari karena irit bahan bakar dan harga yang terjangkau. Mobil ini tetap menawarkan kenyamanan dan fitur yang memadai untuk kebutuhan yang dinamis.

Ketiga, durabilitas pemakaian jangka panjang (Longevity). Pilihlah mobil pertama dengan mesin yang kuat dan tahan lama agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Pastikan mobil tersebut memiliki suku cadang yang mudah ditemukan di pasaran. Jika memilih mobil bekas, perhatikan juga jumlah kilometer yang sudah ditempuh dan service record dari pemilik sebelumnya. Memilih mobil dengan mesin yang andal akan mengurangi biaya perawatan dan menjaga nilai jualnya, yang berguna jika nantinya ingin menggantinya dengan model mobil yang lebih tinggi.

Keempat, pilih mobil yang memiliki fitur dan teknologi pendukung yang menunjang kenyamanan dan keamanan berkendara. Lebih baik memilih mobil yang memiliki sistem infotainment terintegrasi agar memudahkan akses ke musik, podcast, dan navigasi GPS.

Selain itu, beberapa fitur keamanan yang perlu dipertimbangkan, seperti Anti-Lock Braking (ABS), Adaptive Cruise Control (ACC), Electronic Stability Program (ESP), Blind Spot Monitoring (BSM) dan fitur keamanan lainnya untuk perlindungan ekstra saat berkendara.

Salah satu mobil yang mempunyai fitur pendukung kenyamanan dan keamanan, yaitu Mazda. Tahun ini, Hankook Tire dan Mazda telah menjalin kerjasama untuk menyediakan ban premium replacement meliputi Ventus Prime 4, Ventus V2 Concept2, dan Dynapro HPX, di Authorized Dealer Mazda Indonesia.

Kelima, jika mobil akan digunakan bersama orang tua, pilihlah yang mudah dikendarai dan memiliki fitur yang ramah dengan orang tua, seperti desain interior yang sederhana tanpa terlalu banyak tombol yang membingungkan, serta sistem rem tangan yang mudah dioperasikan. Lakukan test-drive untuk memastikan mobil tersebut memenuhi kebutuhan Anda.

Keenam, pilihlah mobil yang mencerminkan nilai-nilai personalmu. Gen Z selalu mengutamakan aspek ramah lingkungan, tak terkecuali dalam memilih kendaraan. Oleh karena itu, mobil listrik menjadi pilihan tepat karena memiliki emisi nol dan menggunakan energi bersih, yang membantu mengurangi polusi udara serta ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Perpaduan antara mobil listrik dan ban Hankook iON menciptakan keselarasan saat berkendara rendah karbon. Hankook iON dirancang khusus dengan menggunakan bahan baku berbasis bio, minyak alami dalam proporsi tinggi, dan karet berkelanjutan (sustainable rubber), menjadikannya ban ramah lingkungan.

Hankook iON, dirancang khusus untuk mobil listrik, menyatukan desain inovatif dan performa unggul untuk pengalaman berkendara tak tertandingi. Dengan teknologi iON Innovative Technology, ban ini mampu mengurangi kebisingan kabin hingga 18%, memperpanjang usia ban hingga 15%, meningkatkan stabilitas berkendara hingga 10%, dan meningkatkan efisiensi bahan bakar hingga 6%.

“Pemilihan ban yang tepat menjadi pertimbangan penting saat membeli mobil pertama, terutama bagi Gen Z yang cenderung mengedepankan inovasi dan kenyamanan berkendara. Ban dapat secara signifikan mempengaruhi akselerasi dan pengereman di berbagai kondisi jalan, sehingga menunjang aspek keamanan. Selain itu, ban yang berkualitas juga mampu mengurangi getaran dan kebisingan, menjadikan perjalanan lebih nyaman, serta mengurangi biaya penggantian secara teratur,” kata National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono.

Dalam mendukung performa berkendara, Hankook Tire menyediakan berbagai pilihan line-up untuk setiap jenis kendaraan, seperti Hankook Ventus Prime 4 untuk jenis mobil Crossover, Hatchback dan City Car menawarkan peningkatan kenyamanan, keamanan dan ramah lingkungan karena daya tahan ban lebih baik hingga 20% dibandingkan produk terdahulunya.

Untuk SUV, Hankook memiliki Dynapro HPX sebagai ban touring premium untuk segala musim yang mendukung akselerasi berkendara di segala medan jalan. Untuk mobil LCGC, Hankook memiliki Kinergy Eco 2 yang menawarkan kemampuan efisiensi bahan bakar yang optimal tanpa mengurangi performa kendaraan. Sedangkan untuk mobil listrik, Hankook memiliki Hankook iON sebagai ban eksklusif untuk semua jenis kendaraan listrik.

Sebagai komitmen dalam mendukung kenyamanan dan keamanan saat berkendara, Hankook Tire Indonesia telah menyediakan layanan after sales untuk konsultasi dan pemilihan ban yang sesuai dengan berbagai jenis kendaraan di seluruh gerai resmi Hankook Master.

Tips aman berkendara dengan mobil listrik di segala kondisi

0

Saat ini mobil listrik mulai menjadi pilihan untuk aktivitas sehari-hari, baik untuk perjalanan di dalam kota maupun antar kota. Beragam model dan pilihan mobil listrik menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari desain futuristik hingga teknologi canggih yang memberikan fitur kenyamanan dan keamanan berkendara.

Namun sebelum berkendara,  tentunya membutuhkan persiapan pada mobil untuk memastikan perjalanan lebih optimal di berbagai kondisi cuaca. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan pada pengendara mobil listrik, agar perjalanan lebih nyaman tanpa hambatan :

Cek Baterai, Pastikan Terisi Penuh

Saat melakukan perjalanan, kita akan dihadapkan berbagai kondisi jalanan juga cuaca. Bisa jadi kita akan dihadapkan pada situasi hujan dan terjadi kemacetan panjang. Maka dari itu, pastikan untuk memeriksa baterai sebelum berangkat, dan akan lebih baik untuk mengisi dayanya hingga penuh atau minimal 80% untuk meminimalisir terjadinya kehabisan daya, saat cuaca atau kondisi jalanan tidak sesuai yang diinginkan.

Periksa Kondisi Ban

Cuaca dan kondisi jalanan yang kurang bagus berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, terutama jika kondisi ban tidak optimal. Periksa tekanan udara dalam ban secara rutin, dan pastikan juga ban memiliki daya cengkeram yang baik. Saat musim hujan, pastikan permukaan ban masih ideal untuk mencegah tergelincir di jalan yang licin.

Gunakan Mode Berkendara yang Sesuai

Saat cuaca buruk, seperti hujan atau kabut tebal, disarankan untuk menggunakan mode berkendara yang lebih aman, seperti mode eco atau comfort. Mode ini akan mengurangi kecepatan akselerasi dan meningkatkan stabilitas kendaraan, sehingga Anda dapat berkendara dengan lebih tenang dan aman.

Salah satu fitur yang hadir pada NETA X, Medium SUV yang baru saja diperkenalkan pada acara GIIAS 2024 lalu, adalah menawarkan beberapa mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi jalan dan cuaca seperti Mode Eco, Sport atau Comfort.

Bersiap saat Cuaca Hujan

Cuaca yang tidak menentu saat ini dapat mempengaruhi kenyamanan dan keamanan saat berkendara. Pastikan mobil listrik yang Anda kendarai dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat memaksimalkan keselamatan di jalan.

Contohnya, NETA X yang menawarkan sistem Smart Driving dengan 9 fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), yang terdiri dari Forward Collision Warning (FCW), Automatic Emergency Braking (AEB), Front Vehicle Start Alert (FSA), Full-Speed Adaptive Cruise (ACC), Traffic Jam Assist (TJA), Integrated Cruise Assist (ICA), Lane Departure Warning (LDW), Emergency Lane Keeping System (ELKS), dan High Beam Assist (HBA). Fitur-fitur ini dirancang untuk membantu pengemudi berkendara dengan lebih aman di berbagai kondisi jalan dan cuaca.

Dengan mengikuti tips-tips di atas, pengalaman berkendara tidak hanya lebih aman dan nyaman namun juga siap menghadapi segala kondisi jalanan dan cuaca.

Pembalap muda Indonesia finish ketiga di race 2 seri kelima di Sirkuit Red Bull Ring

0

Pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama meraih podium perdananya di Red Bull Rookies Cup 2024 setelah dirinya finis ketiga di race 2 seri kelima di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, Austria, Minggu (18/8). Hasil ini adalah finis tertinggi Veda setelah race 1 di Sirkuit Assen, Belanda akhir Juni lalu dimana saat itu dirinya finis posisi keempat dan berjarak 0,088 detik dari podium.

“Ya tentu saja saya sangat senang dengan podium pertama saya pada akhirnya. Ya, balapannya sangat sulit,” kata pembalap 15 tahun itu setelah balapan dikutip dari Antaranews, Selasa (20/8).

Setelah hasil kurang menguntungkan pada race 1 kemarin Sabtu (17/8) saat dirinya terjatuh pada lap terakhir, Veda yang pada seri ini memulai balapan dari posisi keempat, memulai balapan 16 lap pada race 2 dengan sangat baik.

Pada lap pertama, ia menghuni posisi ketiga di bawah Valentin Perrone dan Alvaro Carpe. Memasuki lap kedua, ia lalu kembali ke posisi keempat sebelum kemudian turun ke posisi keenam pada lap keempat.

Pembalap 15 tahun itu lalu kehilangan jarak dengan lima pembalap barisan depan yang diisi Carpe, Brian Uriarte, Perrone, Maximo Quiles, dan Rico Salmela pada lap-lap selanjutnya setelah ia melaju seorang diri di posisi keenam.

Meski demikian, Veda masih terus menjaga jarak dengan lima pembalap di depannya dan pada akhirnya kembali mendekat pada lap kesembilan. Dua lap kemudian, ia berhasil menempati posisi kelima setelah menyalip Uriarte.

Veda terus memacu gasnya untuk mendapatkan posisi finis tertinggi di Red Bull Ring. Pada dua lap tersisa, ia berhasil masuk empat besar dan pada akhirnya, usaha tak kenal hentinya membuahkan hasil pada tikungan terakhir sebelum memasuki garis finis.

Dengan kecepatan dan teknik tinggi, ia berhasil menyalip Perrone di tikungan terakhir untuk mendapatkan podium pertamanya di Red Bull Rookies Cup.

Ia menyentuh garis finis dengan keunggulan 0,083 detik dari Perrone sebelum kemudian pembalap asal Argentina itu dihukum untuk turun ke posisi kelima dan posisi keempat diambil alih oleh pembalap Italia Guido Pini.

Sementara itu, di atas Veda ada Quiles di posisi kedua dan juga Carpe yang memenangi balapan keduanya di Red Bull Ring.

Podium ketiga di Red Bull Ring ini membuat Veda mendapatkan 16 poin dan membuat total poinnya menjadi 77 poin di posisi kedelapan, selisih 10 poin dari pembalap Malaysia Hakim Danish di posisi ketujuh.

Carpe yang memenangi balapan tetap berada di posisi pertama dengan 177 poin, diikuti Uriarte dengan 153 poin, dan Quiles dengan 146 poin. Seri keenam Red Bull Rookies Cup akan digelar dua pekan lagi di Sirkuit Aragon, Spanyol pada 31 Agustus dan 1 September.

Tahun 2024, Penjualan mobil listrik diharapkan lebih baik dari tahun lalu

0

Penjualan mobil listrik diharapkan lebih baik dari tahun 2023, mengingat sudah banyak pilihan untuk jenis kendaraan tersebut pada tahun ini. Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) Rachmat Kaimuddin di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (14/8).

“Kalau kita lihat waktu tahun 2022, hanya ada dua jenis mobil listrik, yaitu Wuling Air EV dan Hyundai Ioniq 5, yang harganya dikisaran Rp200-an juta sama Rp700-800an. Hampir di setiap lini ada mobil dari yang harga Rp200 juta, Rp250 juta, Rp300 juta, Rp400 juta, dan sebagainya. Jadi mau yang murah, mau yang mahal, ada BEV (Battery Electric Vehicle) di Indonesia,” katanya.

Selain itu, jelas Rachmat ada dua kebijakan yang telah diluncurkan untuk meningkatkan penjualan BEV di Indonesia. Pertama, adalah insentif pajak pertambahan nilai (PPN) untuk mobil dan bus listrik sebesar 10%. Insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) diberikan sebesar 10% dari harga jual atas penyerahan mobil listrik tertentu yang memenuhi kriteria nilai tingkat komponen dalam negeri (TKDN) 40%. Besaran insentif yang sama berlaku untuk bus listrik dengan TKDN yang sama.

“Untuk bus listrik dengan TKDN 20% – 40%, insentif PPN DTP yang diberikan sebesar 5% dari harga jual,” papar Rachmat.

Kebijakan yang kedua, ucap Rachmat, pemerintah mengeluarkan program insentif bea masuk dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil yang diimpor dalam keadaan komponen lengkap tetapi belum dirakit atau completely knocked down (CKD), serta untuk mobil yang diimpor dalam keadaan utuh atau completely built up (CBU). Periode pemberlakuan insentif ini untuk impor hanya sampai tahun 2025.

“Syaratnya adalah mereka harus berjanji untuk membikin pabrik atau kapasitas produksi di Indonesia dan jumlah produksinya harus sama dengan apa yang mereka impor sampai 2027. Jadi, sampai 2025 misalnya mereka impor 10 ribu (mobil listrik), sampai 2027 mereka harus produksi 10 ribu juga. Kalau tidak, mereka harus kembalikan bea masuk dan PPnBM yang mereka terima, dan untuk itu kami minta bank garansi (agunan pembayaran yang diberikan kepada pihak penerima agunan, apabila pihak yang dijamin tidak memenuhi kewajibannya),” ucap Rachmat.

Perusahaan yang telah berkomitmen untuk investasi diharapkan mulai aktif memproduksi mobil di Indonesia paling lambat awal 2026. Insentif impor akan berakhir pada 2026, sehingga tahun 2026–2027 merupakan periode perusahaan mengejar target produksi sejumlah mobil yang diimpor pada periode 2024–2025.

“Selama periode 2028–2029 perusahaan mobil listrik gagal mengejar target produksi, perusahaan tersebut harus mengembalikan dana insentif pemerintah sebesar selisih antara mobil yang diimpor dengan mobil yang diproduksi di dalam negeri melalui bank garansi,” ucapnya.

Ingin ulangi dominasi di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg musim lalu, Bagnaia: Sirkuit yang saya sukai

0

Francesco Bagnaia, pembalap dari Ducati Lenovo bertekad mengulangi dominasinya musim lalu pada Grand Prix Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg, yang akan bergulir akhir pekan ini.

Diketahui, hari pertama rangkaian MotoGP Austria akan bergulir pada Jumat (16/8) dengan sesi latihan pada pukul 15.45 WIB dan 20.00 WIB.

Kemudian, pada Sabtu (17/8), ada sesi latihan bebas kedua pada pukul 15.10 WIB, kualifikasi pada 15.50 WIB, dan Sprint pada pukul 20.00 WIB. Sementara, balapan utama akan digelar pada Minggu (18/8) pukul 19.00 WIB.

Pada musim 2023, Bagnaia mendominasi sangat di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg. Ia merebut pole, mencetak rekor waktu baru, memenangkan balapan Sprint, serta balapan utama MotoGP Austria.

Dikutip dari laman resmi Ducati, Kamis (15/8), Bagnaia mengatakan, sirkuit Spielberg adalah salah satu lintasan yang paling saya sukai, dan sebelumnya, kami selalu kompetitif. Secara umum, ini adalah lintasan tempat para pembalap Ducati selalu sangat cepat, oleh karena itu saya berharap banyak pembalap yang mampu bersaing untuk posisi teratas.

Bagnaia mengatakan bahwa pendekatan yang akan ia dan tim lakukan akhir pekan ini tidak akan jauh berbeda dengan balapan-balapan sebelumnya.

“Sekarang, tujuannya adalah untuk kembali ke puncak klasemen keseluruhan dan kemudian mencoba memperlebar jarak di klasemen kejuaraan pada balapan berikutnya,” ujarnya.