Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 57

Hyundai tarik peredaran Tucson dan Santa Cruz karena bermasalah di ‘power steering’

0

Hyundai, pabrikan otomotif asal Korea Selatan harus menarik kembali dari peredaran (recall) sebanyak 795 unit kendaraan jenis Tucson 2024 dan Santa Cruz 2024 akibat masalah pada power steering.

CarsCoops pada Rabu (12/6), mengabarkan bahwa dengan adanya kejadian ini, Hyundai setidaknya harus menarik kembali dua model kendaraan tersebut sebanyak 795 unit.

Meski berbagai laporan menyatakan bahwa kendaraan tersebut telah mendapati sistem power steering yang sudah dilengkapi dengan circuit board (papan sirkuit) cetak yang dirakit dengan fluks dan kemungkinan telah terjadi kontaminasi.

Dengan begitu, akan semakin meningkatkan kemungkinan terjadinya korsleting, yang dapat mengakibatkan tidak berfungsinya sistem power steering.

Hyundai Santa Cruz 2024

 

Jika ini benar terjadi, bantuan power steering akan bisa hilang. Hal ini menimbulkan risiko keselamatan karena pemerintah mencatat “hilangnya bantuan power steering secara tiba-tiba dan tidak terduga selama pengoperasian kendaraan dapat meningkatkan risiko kecelakaan”.

Solusinya relatif mudah karena model yang terkena dampak akan mengganti paket tenaga listrik sistem power steering mereka secara gratis. Pemberitahuan pemilik dijadwalkan akan dikirim pada Agustus.

Menggali lebih dalam masalah ini, Hyundai mengatakan bahwa mereka telah mengidentifikasi lima kendaraan yang mengalami malfungsi di pusat pemrosesan pada pertengahan Mei.

Hal ini akhirnya mengarah pada penarikan kembali dan Hyundai mencatat ada dua insiden tambahan yang dilaporkan pada kendaraan yang dijual ke konsumen. Namun, pembuat mobil tersebut tidak mengetahui adanya cedera atau kecelakaan terkait dengan penarikan tersebut.

Turki bakal kenakan tarif pajak 40% untuk mobil hybrid asal China

0

Pemerintah Turki akan mengeluarkan tarif sebesar 40 persen untuk kendaraan-kendaraan yang berasal dari China. Sebelumnya pada 2023  menerbitkan aturan tarif tambahan serta aturan mengenai pemeliharaan dan layanan purna jual untuk produsen China.

Kementerian Perdagangan mengatakan, hal tersebut perlu dilakukan guna melindungi produksi dalam negeri dan juga untuk memperbaiki defisit negara sebesar 45,2 miliar dolar AS dibandingkan dengan tahun lalu.

“Kementerian Turki menjabarkan bahwa tarif pajak 40 persen tersebut berlaku untuk mobil penumpang konvensional dan hybrid asal China. Ada juga pajak minimum sebesar 7.000 dolar AS jika pajak yang dihitung lebih rendah,” tulis Arena Ev, Selasa (11/6).

Dengan masifnya perkembangan kendaraan yang berasal dari China, produsen otomotif dari negara tersebut sedang menemukan berbagai tekanan dari berbagai belahan dunia.

Selain Turki, tekanan juga datang dari Komisi Eropa. Dikabarkan mereka juga akan melakukan hal yang serupa dengan Turki, Meski begitu, pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut bagi produsen kendaraan asal China.

Alasan berbagai negara mengatur hal itu dikarenakan, adanya sektor yang disubsidi secara besar-besaran oleh pemerintah China, dan sebagai hasilnya, kendaraan listrik China yang diimpor lebih murah dan perlahan-lahan akan menggantikan produksi lokal.

Sebaliknya, jika perusahaan Barat ingin menjalani bisnis di China, mereka wajib melakukan usaha patungan dengan perusahaan lokal yang ada disana. Misalnya saja, terdapat perbedaan besar dalam cara berbisnis di China dan Eropa, sehingga menciptakan kondisi pasar yang tidak adil.

F1 Kanada : Charles Lecrerc gagal raih poin karena ‘masalah mesin’

0

Di ajang Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Kanada Sirkuit Gilles-Villeneuve, Montreal, Minggu (9/6), pembalap Ferrari Charles Lecrerc tidak mendapatkan poin dikarenakan mengalami gagal finish dikarenakan “masalah mesin”

Dikutip dari laman resmi F1, Rabu (12/6) Leclerc dan rekan setimnya, Carlos Sainz berada di P11 dan P12 di kualifikasi pada Sabtu (8/6), keduanya sama-sama kesulitan untuk mendapatkan posisi dari lini tengah saat balapan berlangsung.

Semuanya menjadi buruk setelah SF-24 miliknya mulai mengalami masalah mesin sehingga ia dan tim memilih untuk bertaruh dengan beralih menggunakan ban slick pada lap 29.

Namun, langkah tersebut gagal membuahkan hasil dan pembalap asal Monako itu memilih kembali ke pit untuk memensiunkan mobilnya pada lap 43 dari total 70 lap.

“Sejujurnya tidak banyak lagi yang bisa dikatakan selain masalah mesin, membuat kita kehilangan segalanya,” kata Leclerc.

“Kemudian pada satu titik kami mencoba untuk menggunakan ban slick ketika kami tahu itu akan terjadi, lebih banyak peluang bahwa itu tidak akan berhasil, tetapi kami harus menguji sesuatu karena dengan masalah mesin yang kami alami, kami akan tersingkir,” tambahnya.

“Setelah itu, sangat sulit untuk melakukan semua perubahan mesin yang diminta tim, pada saat yang sama saya masih kehilangan satu setengah detik berturut-turut. Kami harus memeriksa masalah mesinnya karena itu akan menjadi masalah yang sulit di sisa musim ini,” lanjutnya.

Meskipun Leclerc menyebut keluhan mesin sebagai hal yang perlu diselidiki, ia juga mengingatkan timnya agar tidak terlalu terpengaruh dengan akhir pekan yang sulit ini setelah hasil memuaskan di GP Monako dua pekan lalu dengan dua podium bagi timnya.

“Maksudku, akhir pekanmu menyenangkan, akhir pekanmu buruk. Kemarin kami ketinggalan Q3 sebanyak tiga perseratus, kami jelas merasa tidak nyaman dengan mobil tersebut dan kami harus memperbaikinya dan mencoba memahami apa yang salah,” katanya.

“Jadi, meskipun kami tidak bereaksi berlebihan setelah Monako, kami juga tidak boleh bereaksi berlebihan setelah balapan ini. Tapi yang ini menyakitkan. Ini adalah poin besar bagi tim, dengan dua mobil DNF, bahwa kami akan kalah melawan pesaing kami, dan dari segi mesin, ini adalah sesuatu yang perlu kami perhatikan,” lanjutnya,

Sama halnya dengan Leclerc, hari yang sama beratnya juga dialami Sainz yang mendapati dirinya keluar dari balapan di tahap akhir balapan setelah mobilnya berputar di pintu keluar tikungan 7 yang membuatnya gagal finis.

“Tidak banyak kecepatan pada akhir pekan ini, bahkan pada ban antar, kami memperkirakan mungkin akan sedikit lebih kuat di sana,” kata pembalap Spanyol itu. “Tapi, ya, banyak yang tergelincir dan tidak ada perasaan dengan mobilnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, setelah sama-sama gagal finis di Montreal, Sainz mengatakan timnya harus bangkit di balapan seri berikutnya yang dimainkan dua pekan lagi tepatnya di GP Spanyol Sirkuit Barcelona-Catalunya pada 23 Juni.

“Saya pikir ini hanya akan terjadi sekali saja dan di Barcelona kami harus kembali ke keadaan normal kami,” ucap Sainz.

Meskipun sama-sama gagal finis di Montreal, posisi keduanya di papan klasemen tidak berubah, dengan Lecrerc masih di posisi kedua dengan 138 poin dan Sainz yang masih di posisi keempat dengan 108 poin.

Hal sama juga terjadi di papan klasemen sementara konstruktor di mana Ferrari masih berada di posisi kedua dengan 252 poin.

Cetak hattrick di F1 Kanada, Verstappen : Balapan 70 lap yang cukup gila!

0

Balabalap –  Pembalap Red Bull Max Verstappen mencetak hattrick kemenangan di Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve, Montreal, Senin (10/6).

Max Verstappen mengalahkan pembalap McLaren Lando Norris dengan selisih 3,879 detik. “Balapan 70 lap itu sebagai “balapan yang cukup gila” yang memerlukan keputusan strategi penting di tengah perubahan kondisi cuaca dan dua periode Safety Car,” kata Verstappen yang memulai balapan dari P2.

Peraih pole, George Russell awalnya memimpin saat balapan dimulai. Norris kemudian masuk ke P1 sebelum keunggulan berpindah tangan lagi ketika Safety Car diluncurkan pada lap 25 setelah Logan Sargeant menabrak pembatas.

Posisi pembalap kemudian beralih lagi setelah fase pit stop kedua, dengan Verstappen yang akhirnya mengungguli Norris dan mempertahankan P1 hingga bendera kotak-kotak dikibarkan, meskipun ada insiden lebih lanjut termasuk Safety Car kedua karena tabrakan antara Carlos Sainz dan Alex Albon.

“Itu adalah balapan yang cukup gila,” buka sang juara bertahan itu. “Banyak hal yang terjadi dan kami harus tetap menjalani balapan. Saya pikir sebagai tim kami melakukannya dengan sangat baik hari ini, kami tetap tenang, saya pikir kami masuk pit pada waktu yang tepat,” kata Verstappen.

“Tentu saja Safety Car bekerja dengan baik bagi kami, namun bahkan setelah itu saya pikir kami mampu mengatasi kesenjangan dengan cukup baik. Saya menyukainya, itu sangat menyenangkan. Balapan seperti itu, Anda membutuhkannya sesekali,” jelas Verstappen lagi.

Kemenangan ini membuat Verstappen menjauh dengan 194 poin di klasemen sementara, unggul 56 poin atas Lecrerc di posisi kedua, dan unggul 63 poin atas Norris di posisi ketiga.

Di klasemen konstruktor, Red Bull masih memimpin dengan 301 poin, diikuti Ferrari dengan 252 poin, dan McLaren dengan 212 poin.

Seri sepuluh F1 musim ini akan dimainkan dua pekan lagi tepatnya di GP Spanyol di Sirkuit Catalunya pada 23 Juni.

Hasil F1 GP Kanada di Sirkuit Gilles-Villeneuve, Montreal, Senin WIB:

1. Max Verstappen (Red Bull Racing) 1:45:47.927
2. Lando Norris (McLaren) +3.879
3. George Russell (Mercedes) +4.317
4. Lewis Hamilton (Mercedes) +4.915
5. Oscar Piastri (McLaren) +10.199
6. Fernando Alonso (Aston Martin Aramco) +17.510
7. Lance Stroll (Aston Martin Aramco) +23.625
8. Daniel Ricciardo (RB Honda RBPT) +28.672
9. Pierre Gasly (Alpine Renault) +30.021
10. Esteban Ocon (Alpine Renault) +30.313
11. Nico Hulkenberg (Haas) +30.824
12. Kevin Magnussen (Haas) +31.253
13. Valtterti Bottas (Kick Sauber) +40.487
14. Yuki Tsunoda (RB Honda RBPT) +52.694
15. Zhou Guanyu (Kick Sauber) +1 lap
Carlos Sainz (Ferrari) DNF
Alexander Albon (Williams) DNF
Sergio Perez (Red Bull Racing) DNF
Charles Leclerc (Ferrari) DNF
Logan Sargeant (Williams) DNF

Ducati sukses gelar ‘DRE Holiday’ edisi perdana di Indonesia

0

Balabalap – Ducati Asia Pacific dan Ducati Indonesia menggelar event global “Ducati Riding Experience (DRE) Holiday” di Pertamina Mandalika International Circuit pada 7 – 9 Juni 2024. Para peserta merupakan customer Ducati dari berbagai negara di Asia Pacific antara lain Taiwan, Thailand, Hong Kong, Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, Korea Selatan, Singapura, Brunei, India, Vietnam, dan Australia.

Sebanyak 25 peserta dari Indonesia turut serta, terdiri dari pemilik Ducati juga beberapa jurnalis terpilih. Selain mempelajari teknik mengendara Ducati yang baik dan benar di sirkuit, DRE Holiday juga sekaligus menawarkan suasana liburan di Lombok dengan keluarga.

Rangkaian acara DRE Holiday  dimulai dengan DRE Racetrack Academy, berupa pemaparan teori cara berkendara di dalam sirkuit, untuk menyempurnakan kemampuan, meningkatkan kecepatan di tikungan, memaksimalkan akselerasi, memperlancar cara berkendara, hingga praktek langsung di dalam lintasan. Tidak tanggung-tanggung, materi disampaikan langsung oleh instruktur profesional, yang merupakan pembalap aktif dan mantan pembalap kelas internasional.

Sebut saja Dario Marchetti (Direktur Teknis DRE), seorang living legend, mantan pembalap yang memiliki jam terbang tinggi di kancah balap motor berkat keaktifannya di kejurnas Italia dan kejuaraan dunia. Lalu ada Danilo Petrucci, pembalap yang masih aktif berlaga di ajang WSBK dan pernah membela tim pabrikan Ducati di MotoGP.

Kemudian ada Karel Abraham (mantan pembalap MotoGP/WSBK) serta Carlos Serrano (Manajer Instruktur DRE). Selain itu tampak juga Livio Bellone yang telah memulai karir balap sejak 1988 serta aktif menjadi pengurus dan instruktur DRE sejak 2006, yang pernah juga memegang peran sebagai Teknisi olahraga Federal untuk Federasi Sepeda Motor Italia.

Selain itu, Ducati juga menggaet Ferruccio Lamborghini, pengusaha muda dan pembalap motor dengan berbagai pengalaman, yang juga merupakan cucu dari entrepreneur legendaris pendiri Automobili Lamborghini.

Peserta dibagi dalam 4 kelas, yaitu Intro, Warm-up, Evo, dan Master. Masing-masing kelas berisi 5 orang, disesuaikan dengan tingkat kemampuan, diatur oleh Dario Marchetti. Ducati merancang pengelompokan kelas untuk membantu pengendara menyempurnakan teknik dan belajar memanfaatkan motor di lintasan mana pun. Pada setiap kelas, dilakukan pengelompokan untuk menghasilkan komunikasi yang efektif dan eksklusif dengan instruktur. Kinerja individu akan dipantau secara terus-menerus sepanjang hari kemudian peresta akan menerima feedback tentang performa dan perkembangan masing-masing.

“Sirkuit Mandalika sangat indah tapi bukan sirkuit yang mudah. Dari sesi pertama saya melihat beberapa peserta di kelas Master maupun Evo memiliki kemampuan yang cukup baik, contohnya peserta dari Australia yang berada di kelas Master-Danilo Petrucci, grup peserta di kelas Evo-Ferrucio Lamborghini & Matteo Ferrari serta seorang peserta wanita dari Taiwan,” kata Dario Marchetti, Direktur Teknis DRE.

Namun, Marchetti bilang ada juga beberapa peserta pemula yang memerlukan pembelajaran yang lebih. Saya mengikuti mereka beberapa putaran dan akan memantau perkembangannya. Secara keseluruhan impresi saya sangat positif.

“Di kelas Evo saya ada 3 orang peserta dari Indonesia. Mereka belajar dengan baik dan mampu meningkatkan perfomanya di trek. Tantangannya adalah menyeimbangkan peningkatan kecepatan namun tetap dalam batas aman untuk menghindari tabrakan. Hal ini yang menjadi tujuan utama DRE Racetrack Academy setiap harinya,” Ferrucio Lamborghini menambahkan.

Pada kelas Evo pembelajaran yang disampaikan merupakan tentang penyempurnaan teknik dan cara penggunaan motor. Jika kelas Evo dirancang untuk meningkatkan kemampuan, kelas Master dikhususkan untuk peserta dengan kemampuan yang lebih tinggi, dengan proses pengajaran yang dipersonalisasi untuk memanfaatkan potensi mereka. Khusus kelas Master motor yang dipakai di kelas Master menggunakan pengaturan balap khusus.

Sebanyak 36 Ducati Panigale V4 S disiapkan khusus untuk dipakai peserta semua kelas untuk mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan saat merasakan sensasi lurusan dan tikungan sirkuit Mandalika yang menantang, dan trek layout yang penuh rintangan.

Peserta juga berkesempatan untuk melakukan One-to-One Session dan menerima sertifikat partisipasi di akhir acara. Dengan berlangsungnya event DRE Holiday, Ducati Indonesia telah menyambut seluruh peserta dari berbagai negara dengan hospitality terbaik khas Indonesia, sebagai bentuk customer relations berstandar internasional, yang biasa diberikan kepada seluruh Ducatisti Indonesia.

Jimmy Budhijanto, CEO Ducati Indonesia menjelaskan, DRE Racetrack Academy yang diadakan pertama kali di Indonesia selam 3 hari di sirkuit Mandalika telah berjalan dengan baik dan menuai kesuksesan.

“Kami Ducati Indonesia sebagai tuan rumah turut bersukacita. Semua peserta dari Indonesia terutama mereka yang baru pertama kali mengikuti akademi Ducati ini menyampaikan kepuasan mereka kepada saya. Mereka mengatakan jika instruktur telah menambah wawasan dalam berkendara bahkan memberikan sudut pandang yang berbeda. Selain itu, event ini juga memberikan ekslusifitas menjadi bagian dari keluarga besar Ducati dan bisa bertemu dengan Ducatisti dari negara lain,” kata Jimmy.

Jimmy juga berterima kasih dan bangga karena pada kesempatan ini ia menerima Desmosedici GP20 yang menang di Le Mans dari Danilo Petrucci. Meskipun seri ke-9 pada musim 2020 itu sedang dalam kondisi hujan dan lintasan basah, Petrucci bisa menang.

“Saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh Ducatisti dari negara lain dan selamat menikmati hospitality terbaik dari kami,” tutup Jimmy.

Fitur pintar ADAS pada mobil listrik NETA V-II

0

Balabalap – Era mobil listrik kini semakin berkembang pesat dan menghadirkan beragam inovasi teknologi serta fitur-fitur pintar yang tidak hanya canggih, namun juga tersedia untuk beragam fungsi yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Salah satu fitur pintar yang cukup penting demi keamanan dan kenyamanan berkendara adalah fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS), dimana teknologi ini menggabungkan sensor, kamera serta sistem pintar yang dapat mendeteksi area mobil sehingga membantu pengemudi mencegah potensi kecelakaan saat sedang berkendara. Apa saja fitur-fitur pada ADAS?

NETA sebagai distributor merek mobil listrik terkemuka di Indonesia, berhasil meluncurkan line up terbarunya yakni NETA V-II dan menghadirkan fitur ADAS sebagai salah satu keunggulannya. Fitur Smart Driving dengan 9 fungsi ADAS pada NETA V-II dihadirkan untuk memberikan perlindungan keamanan dan keselamatan tambahan saat di perjalanan.

Adapun fitur Smart Driving dengan 9 fungsi ADAS pada NETA V-II sebagai berikut :

Forward Collision Warning (FCW). Fitur ini mampu mendeteksi objek yang berpotensi terjadi tabrakan dan akan memberikan peringatan kepada pengemudi.

Automatic Emergency Braking (AEB). Ketika mobil mendeteksi objek yang berpotensi mengakibatkan kolisi, sistem akan melakukan bantuan pengereman untuk mengurangi dampak tabrakan.

Front Vehicle Start Alert (FSA). Sistem ini berfungsi mendeteksi pergerakan objek yang ada di mobil. Apabila saat kondisi berhenti lampu merah, objek di depan bergerak maju, sistem akan memberikan pengingat berupa suara kepada pengendara.

Full- Speed Adaptive Cruise Control (ACC). Sistem akan membantu mobil berakselerasi dan deselerasi menyesuaikan kecepatan kendaraan di depannya.

Traffic Jam Assist (TJA). Sistem ini adalah bagian dari Adaptive Cruise Control (ACC) yang membaca jarak mobil di depannya dan membantu mobil berakselerasi dan deselerasi secara otomatis saat berada di kemacetan atau saat di jalan raya dan memberikan pengalaman berkendara yang nyaman, serta mengurangi kelelahan berkendara di jalan.

Intelligent Cruise Assist (ICA). Sistem akan aktif di kecepatan diatas 60 km/jam. Dimana sistem ini membantu menjaga mobil agar selalu berada di jarak yang aman dari mobil di depannya.

Lane Departure Warning (LDW). Fitur ini akan membantu mendeteksi apabila mobil berpindah jalur tanpa disengaja dan akan memberikan peringatan.

Emergency Lane Keeping System (ELKS). Apabila peringatan dari Lane Departure Warning diabaikan, maka sistem akan melakukan koreksi pada setir, agar mobil kembali ke lajur yang benar.

High Beam Assist (HBA). Sistem ini memungkinkan lampu depan mobil secara otomatis beralih antara lampu jauh dan lampu dekat, tergantung pada kondisi lalu lintas.

Product Planning Manager PT NETA Auto Indonesia Jordy Angkawidjaja mengatakan, fitur ADAS pada smart EV menjadi salah satu fitur yang sangat penting saat ini, terutama mengingat kondisi jalanan di Indonesia, khususnya di area perkotaan yang begitu padat dan penuh kemacetan. Kondisi ini sering membuat pengendara cepat lelah dan kurang awas terhadap lingkungan sekitarnya.

“Dengan adanya fitur ADAS ini, beban pengendara dapat berkurang karena fitur ini dapat memberikan bantuan agar pengemudi lebih waspada serta mengurangi impact saat terjadi tabrakan. Dan NETA V-II sendiri pun memiliki 9 fungsi ADAS tersebut dan sangat cocok untuk pasar Indonesia,” ungkap Jordy.

 

Jadi yang terbaik di event ‘WE RIDE AS ONE 2024’ di Asia Pacific, Ducati Indonesia raih trofi penghargaan

0

Balabalap – Tanggal 4 Mei 2024 lalu, Ducati di seluruh dunia melaksanakan event “WE RIDE AS ONE”, yaitu sebuah acara yang mengumpulkan semua Ducatisti untuk merayakan semangat berkendara dan solidaritas komunitas.

Dan di Indonesia, sukses mengumpulkan 305 Ducati di Candi Prambanan dan mendapatkan rekor MURI dengan tajuk “Pengumpulan Motor Besar Satu Merek dengan Jenis Terbanyak”.

Ternyata pencapaian Ducati Indonesia tidak berhenti di situ, tetapi juga memenangkan penghargaan sebagai event Terbaik WE RIDE AS ONE se-Asia Pasifik. Kesuksesan ini tentunya tidak terlepas dari kerja keras seluruh tim Ducati Indonesia yang disokong oleh kekompakan komunitas pemilik Ducati di tanah air.

Semua diler di seluruh dunia tentunya berusaha dengan maksimal untuk menyelenggarakan WE RIDE AS ONE versi mereka, akan tetapi Ducati Indonesia diakui sebagai yang terbaik di wilayah Asia Pasifik karena dinilai mampu menyajikan suatu karya yang holistik dan kreatif dimana menggabungkan media tradisional dengan kompleksitas dunia digital masa kini.

Strategi 360 marketing diterapkan dengan sempurna mulai dari aspek penjualan, pencitraan merek, customer relation, PR & media serta layanan purna jual. Trofi atas penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Marco Biondi, Vice President Sales & Marketing Asia Pacific Ducati Motor Holding, kepada Jimmy dan Tim Ducati Indonesia.

“Kami berada di Asia-Pasifik dan mengurus 18 negara yang mengikuti WE RIDE AS ONE. Ducati Asia-Pasifik menetapkan penghargaan untuk WE RIDE AS ONE terbaik dan dengan mudah, sejujurnya, memutuskan pemenangnya tahun ini. Karena di sini, Ducati Indonesia telah melakukan sesuatu yang luar biasa, yang belum pernah kami lihat sebelumnya,” kata Marco.

Namun, kata Marco, sayangnya kami hanya melakukannya di Asia-Pasifik dan tidak di seluruh dunia, karena saya yakin mereka akan menang lagi di seluruh dunia. Karena apa yang telah mereka lakukan benar-benar luar biasa.

“Mereka memahami dengan tepat strategi perusahaan dan mewujudkannya di lapangan sesuai dengan apa yang kami perjuangkan, yaitu pengalaman luar biasa, pengalaman premium, dan membantu kami meningkatkan citra kami lebih jauh lagi. Oleh karena itu, kami ingin mengumumkan bahwa Ducati Indonesia berhasil keluar sebagai pemenang. Saya tahu Ducati Indonesia telah bekerja sangat keras untuk penghargaan luar biasa ini. Selamat atas penghargaan sebagai yang terbaik dalam We Ride As One 2024,” tutup Marco.