Wednesday, February 18, 2026
Home Blog Page 52

Tim Ducati Lenovo, Bastianini dan Bagnaia naik podium di Silverstone

0

Tim Ducati Lenovo menjadi protagonis mutlak dalam balapan luar biasa pada Monster Energy British Grand Prix, dengan Enea Bastianini kembali ke podium – setelah kemenangan di balapan sprint kemarin – berkat penampilan luar biasa dalam balapan 20 putaran di Silverstone, kemenangan perdananya musim ini pada balapan hari Minggu. Francesco Bagnaia melintasi garis finish pada urutan ketiga setelah memimpin lebih dari setengah balapan.

Bastianini memulai dengan baik dari posisi ketiga di grid kemudian berada di posisi kedua pada tikungan pertama. Dua putaran pembukaan tidak begitu baik bagi pebalap Ducati #23, yang membuat beberapa kesalahan sehingga ia kehilangan dua posisi. Seiring berjalannya balapan, Enea berhasil menemukan keselarasan yang tepat dengan mesin Desmosedici GP-nya saat dia menyalip Aleix Espargaró sebelum mengejar duo terdepan Martín dan Bagnaia.

Dengan tujuh putaran tersisa, Bastianini memanfaatkan kesalahan kecil dari rekannya dan naik ke posisi kedua, dengan jarak satu detik ke depan. Berkat kecepatan yang tak tertandingi di tahap akhir, dia berhasil mengejar rivalnya dan memimpin pada putaran kedua terakhir – akhirnya melintasi garis dengan margin 1,9 detik. Ini adalah kemenangan ganda pertama Bastianini, dalam peringatan 75 tahun MotoGP.

Bagnaia menikmati start yang sempurna dan memimpin saat lapangan MotoGP memasuki tikungan pertama. Juara dunia bertahan tersebut  mempertahankan posisi pertama hingga sembilan putaran terakhir namun dua putaran kemudian, dia juga disalip oleh rekannya. Di tahap akhir, dia tidak bisa mempertahankan performa baik yang ditunjukkan di paruh pertama balapan karena masalah grip. Meski begitu, Pecco berhasil mengatur situasi dan menyelesaikan balapan di posisi ketiga.

Dengan Grand Prix kesepuluh musim ini mendekati akhir, Bagnaia saat ini berada di posisi kedua dalam klasemen kejuaraan, tiga poin di belakang Martín. Bastianini mengokohkan posisi ketiga dan memperkecil jarak ke puncak menjadi 49 poin. Ducati kokoh di puncak klasemen pabrikan dengan 352 poin, dengan Tim Ducati Lenovo memimpin klasemen tim (430 poin).

Tim Ducati Lenovo akan kembali beraksi dalam dua minggu di Spielberg, Austria, untuk acara kesebelas musim MotoGP 2024.

“Itu adalah balapan yang sulit, karena saya membuat beberapa kesalahan dalam dua putaran pertama dan kehilangan beberapa posisi. Kemudian, saya berhasil menemukan kepercayaan diri yang tepat untuk kembali ke grup terdepan: pertama-tama saya memperkecil jarak ke Aleix (Espargaró), yang tidak mudah untuk dilewati, dan kemudian ke Pecco,” kata Enea Bastianini.

Komentar Bastianini, dalam empat-lima putaran terakhir, Jorge melaju kencang dan tidak mudah untuk mengejarnya. Ini adalah perasaan yang luar biasa untuk kembali ke puncak podium dalam balapan hari Minggu. Saya sudah bekerja keras pada diri saya sendiri: saya menganalisis paruh pertama balapan – hal-hal positif dan negatifnya. Secara umum, sampai sekarang kecepatan saya tinggi, tetapi jelas kinerja kualifikasi pasti memiliki dampak negatif dalam banyak kesempatan.

“Saya mencoba menguatkan mental untuk menghindari terjebak dalam ketidaksiapan pada situasi ini, dan saya berharap bisa melanjutkan seperti ini,” kata Bastianini lagi.

Sementara Francesco Bagnaia mengaku puas karena setelah kecelakaan kemarin, penting untuk menyelesaikan balapan. Itu tidak mudah: saya awalnya memimpin dan mencoba mengatur balapan sebaik mungkin tetapi sayangnya, karena saya tidak bisa mendorong sekuat yang saya inginkan dengan ban depan, saya harus lebih banyak menggunakan ban belakang untuk mengarahkan motor. Ini menyebabkan beberapa kesulitan di akhir balapan.

“Ketika Martín menyalip, saya mencoba untuk tetap bersamanya tetapi saya hampir terjatuh di tikungan tujuh; saat itulah saya berpikir bahwa, setelah kecelakaan kemarin, lebih baik menyelesaikan balapan sampai garis finis. Ini jelas bahwa Enea, yang sudah unggul sejak Jumat, sangat sulit untuk dikalahkan, karena dia dikenal sangat cepat di bagian akhir balapan – dan dia menunjukkan itu hari ini,” ujar Bagnaia.

 

Deputy GM The Mandalika: Harga tiket MotoGP Indonesia Sirkuit Mandalika masih diskon

0

Harga tiket ajang MotoGP Indonesia Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB) 27-29 September 2024 mendatang masih dijual dengan harga murah atau diskon dari harga normal. Demikian dikatakan Deputy General Manager The Mandalika Mamit Hussein, Rabu (7/8).

“Kalau sudah mendekati balapan, harga tiket tidak ada diskon. Saat ini masih ada diskon,” katanya.

Mamit Hussein mengimbau kepada penggemar MotoGP yang ingin menyaksikan balapan di Sirkuit Mandalika agar segera membeli tiket, karena menjelang balapan harga tiket tidak ada diskon lagi atau dijual dengan harga normal.

“Penjualan tiket ajang MotoGP hingga awal Agustus telah mencapai 30 persen atau 26 ribu tiket,” paparnya.

Dari beberapa kategori tiket yang dijual itu, untuk tiket VIP dan deluxe telah habis terjual sebanyak 3000 tiket. “Pembeli didominasi dari kalangan perusahaan dan grup maupun club motor,” katanya.

Untuk tiket premium grandstand zona A dan B yang telah terjual itu hampir 60 persen dan penonton yang ingin membeli tiket yang masih banyak tersedia itu tiket reguler grandstand dan tiket festival.

“Bagi penonton yang belum kebagian tiket bisa membeli tiket kategori reguler grandstand maupun festival, karena akan ada hiburan musik yang digelar,” katanya.

Ia mengatakan penjualan tiket ajang MotoGP Indonesia saat fokus untuk penjualan tiket reguler dengan menyasar penonton dari NTB maupun dari luar.

“Penjualan tiket selain dilakukan secara online dilakukan penjualan tiket secara offline dengan melibatkan pihak ketiga,” katanya.

Berikut harga tiket ajang MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika :

1. Tiket Festival: Rp 490.000
2. Tiket Grandstand zona E, F, G: Rp 560.000
3. Tiket Grandstand zona D, H, I: Rp 700.000
4. Tiket Grandstand zona C: Rp 1.050.000
5. Tiket Premium zona J, K: Rp 1.400.000
6. Tiket Premium zona B: Rp 1.610.000
7. Tiket Premium zona A:Rp 1.750.000

Fabio Di Giannantonio perpanjang kontrak dengan Pertamina Enduro VR46 hingga musim 2026

0

Pembalap asal Italia, Fabio Di Giannantonio memperpanjang kontraknya dengan tim balap Pertamina Enduro VR46 dan Ducati Corse untuk  musim MotoGP 2025 dan 2026.

Dikutip dari keterangan resmi VR46, “Saya sangat senang dapat melanjutkan perjalanan fantastis ini bersama tim balap Pertamina Enduro VR46 dan Ducati Corse untuk dua musim mendatang.”

Penampilan pembalap yang akrab disapa Diggia ini dinilai konsisten serta profesional sepanjang musim ini menjadi salah satu faktor bagi tim untuk melanjutkan kerja sama baik ini.

Saat ini berada di posisi kedelapan klasemen pembalap (104 poin) dan masuk 10 besar grand prix sebanyak sembilan kali tahun ini, Di Giannantonio menargetkan untuk meraih podium pertama-nya pada 2024, yang akan menjadi podium ketiga dalam karier mudanya di kelas utama. “Kami terus bekerja, kami berkembang setiap akhir pekan. Ini adalah suntikan kepercayaan diri lebih lanjut untuk selalu memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Terlebih, pada dua musim mendatang, tim akan disokong oleh motor pabrikan Ducati demi mencapai tujuan yang lebih tinggi. “Saya akan berada di lintasan selama dua tahun dengan Ducati resmi, kami dapat dan harus bertujuan untuk mencapai hasil yang ambisius. Ini adalah proyek besar, di mana saya merasa 100 persen terlibat dan kami dapat membidik podium teratas,” katanya.

Sementara, Direktur Tim Balap Pertamina Enduro VR46 Alessio Salucci menambahkan, kemitraan yang berkelanjutan, baik dari Ducati maupun Diggia, merupakan amunisi bagi tim untuk mencapai target-target besar dua musim ke depan.

“Ini adalah momen yang sangat penting bagi masa depan tim, hubungan dengan Ducati semakin kuat dan kami juga berterima kasih kepada Pertamina Lubricants dan semua mitra kami yang mendukung kami dan terus percaya pada proyek ambisius ini,” kata Salucci.

Hal-hal yang wajib diketahui pengendara ketika di jalan tol

0

Jalan tol adalah tulang punggung prasarana transportasi modern dengan keunggulan jalur lebih cepat dan lancar untuk ribuan pengendara setiap hari. Bagi pemilik kendaraan Suzuki yang mengutamakan efisiensi dan kenyamanan, seringkali menjadikan tol sebagai solusi ideal bagi kebutuhan perjalanan, baik dalam kota maupun lintas provinsi.

Berdasarkan data terbaru dari Jasa Marga selama periode kuartal pertama tahun 2024, menunjukkan bahwa setiap hari 177.389 kendaraan melalui jalur bebas hambatan di Indonesia. Sebagai layanan berbayar, terdapat sejumlah aturan yang perlu ditaati penggunanya serta diperlukan konsentrasi guna memastikan perjalanan aman.

Menurut Joshi Prasetya, Dept. Head of Strategic Planning PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), memahami dan mematuhi peaturan di jalan tol sangat penting demi keselamatan bersama. “Jalan tol adalah fasilitas paling sering digunakan kaum urban, jadi sangat penting untuk mengikuti peraturan agar perjalanan menjadi lebih aman serta lancar. Kami menghimbau kepada seluruh pelanggan Suzuki untuk selalu memperhatikan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Merujuk pada data Kementerian PUPR bulan Maret 2024, Indonesia memiliki total panjang jalan tol 2.836 kilometer yang tersebar di pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Sebagai jalur bebas hambatan, bahkan tidak pernah sepi oleh kendaraan, penting bagi para pengguna untuk mengetahui aturan hingga rambu lalu lintas agar perjalanan terhindar dari gangguan hingga sanksi.

Berikut beberapa informasi dari Suzuki untuk selalu diingat kembali oleh pengendara ketika menggunakan infrastruktur transportasi ini : 

1.    Perhatikan Batas Kecepatan 

Meskipun relatif bebas hambatan, bukan berarti pengendara dapat berkendara sembarangan di jalan tol. Ada batas kecepatan yang harus diperhatikan. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 79 Tahun 2013 tentang Jaringan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 23 ayat 4, serta Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan Kendaraan pasal 3 ayat 4, batas kecepatan ditentukan antara 60 hingga 100 kilometer per jam sesuai dengan rambu lalu lintas terpasang.

Untuk rute dalam kota, kecepatan minimal adalah 60 kilometer per jam sedangkan maksimal 80 kilometer per jam. Sementara itu, pada rute luar kota, kecepatan terendah adalah 60 kilometer per jam sedangkan tertinggi 100 kilometer per jam. Mematuhi aturan ini sangat penting demi keselamatan maupun keselarasan lalu lintas.

Apabila terdapat pelanggaran batas kecepatan akan ditindak lanjuti lewat sanksi yang dimonitor melalui penyebaran kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di berbagai titik sebagai bukti pelanggaran.

Pada mobil ramah lingkungan Suzuki seperti All New Ertiga Hybrid, New XL7 Hybrid, hingga Grand Vitara, pengemudi dapat memanfaatkan fitur Cruise Control. Teknologi ini mampu mengatur kecepatan kendaraan melalui kontrol di lingkar kemudi, sehingga kaki pengemudi tidak cepat lelah saat melaju dengan kecepatan konstan.  

2.    Mengetahui lajur tepat untuk dilalui

Umumnya jalan tol terdiri atas beberapa lajur. Lajur satu diperuntukan bagi kecepatan minimum ataupun kendaraan bermuatan berat seperti truk serta bus. Lajur dua diperuntukkan bagi kendaraan lebih cepat dan stabil. Sementara lajur tiga atau paling kanan berfungsi untuk mendahului.

Sedangkan lintasan paling kiri atau bahu jalan dikhususkan sebagai rumija (ruang milik jalan) maupun lintasan darurat yang hanya boleh digunakan dalam kondisi darurat, misalnya saat mobil bermasalah. Agar perjalanan semua pengguna bisa lebih teratur, hindari penyalahgunaan seperti lane hogger ataupun menggunakan bahu jalan tidak sesuai peruntukkan. 

3.    Mematuhi petunjuk perlengkapan jalan

Mematuhi rambu-rambu jalan tol sangat penting bagi ketertiban bahkan efisiensi perjalanan. Diperlukan pemahaman terhadap berbagai petunjuk aturan yang menandakan himbauan, peringatan hingga larangan. Mudahnya, pengendara bisa membaca palang penanda arah daerah tujuan, batas kecepatan, peringatan awal masuk dan akhir keluar tol, gardu pembayaran, serta penanda adanya rest area terdekat. Selain itu, papan informasi lainnya juga perlu diperhatikan selama perjalanan agar seluruh pengguna ruas tol senantiasa tertib berlalu lintas. 

4.    Memahami arti marka garis

Sebagai penegas jalur yang dilalui, pengemudi akan menemukan beberapa jenis marka garis dengan fungsi berbeda-beda. Misalnya sisi paling kiri terdapat garis putih lurus utuh sebagai tanda batas bahu jalan dan sebaiknya tidak dilalui oleh kendaraan kecuali dalam kondisi darurat atau kendaraan mengalami hambatan. Apabila diperlukan pindah lajur, pengendara bisa melintasi garis putih putus-putus. Pada sisi lajur paling kanan juga akan ditemui garis kuning lurus utuh, sebagai petunjuk batas ruas lajur dan larangan berhenti di sisi kanan. Sering pula, ditemukan marka serong (chevron).

Sesuai dengan namanya, garis ini memiliki fungsi untuk memberikan tanda kepada pengemudi bahwa terdapat area penggabungan atau pemisahan lajur, sehingga diperlukan penyesuaian kecepatan serta melihat apakah ada kendaraan lain yang hendak bermanuver. 

“Kami selalu memperhatikan keselamatan para pelanggan melalui jaminan mutu produk serta pemberian edukasi. Kendaraan Suzuki turut dilengkapi dengan fitur-fitur untuk memudahkan perjalanan. Kami berharap setiap pengemudi dapat berkendara dengan nyaman dan selalu mematuhi setiap aturan atau rambu lalu lintas,” tutup Joshi.

Pembalap Ducati Enea Bastianini juara MotoGP di Sirkuit Silverston

0

Pembalap Ducati Enea Bastianini memenangi balapan MotoGP di Sirkuit Silverston, Inggris, Minggu (4/8) setelah mengalahkan Jorge Martin dan rekan setimnya Francesco Bagnaia.

Ini merupakan kemenangan keenam Bastianini sepanjang kariernya di kelas tertinggi yang sekaligus juga membuatnya merajai Silverston tahun ini setelah satu hari sebelumnya memenangi balapan Sprint.

Bastianini yang memulai balapan 20 lap dari posisi ketiga menjaga posisinya pada tahap awal balapan, di belakang Martin di posisi kedua dan Bagnaia di posisi pertama.

Pada lap ke-12, Bagnaia kehilangan posisinya setelah diambil Martin. Dua lap setelahnya, rekan setimnya itu kembali membuat kesalahan karena melebar di tikungan dan hal ini dimanfaatkan oleh Bastianini untuk mengambil posisi kedua.

Setelah berada di posisi kedua, misi Bastianini adalah untuk menyusul Martin yang pada momen ini unggul jauh darinya. Bastianini akhirnya menyalip Martin pada lap ke-19 ketika pembalap Prima Pramac itu melebar di tikungan ketiga.

Bastianini langsung melesat di posisi terdepan hingga garis finis tanpa gangguan dari pembalap asal Spanyol itu dengan waktu 39 menit 51,879 detik. Bastianini unggul 1,931 detik dari Martin yang ada di posisi kedua dan unggul 5,866 detik dari Bagnaia yang menempati posisi ketiga.

Di barisan lima besar, posisi keempat ditempati Marc Marquez dan posisi kelima ditempati oleh Fabio Di Giannantonio.

Torehan 25 poin membuat Bastianini menjauhkan diri dari Marquez di klasemen sementara dengan 192 poin di posisi ketiga, unggul 13 poin dari pembalap Gresini itu.

Sementara itu, posisi kedua di Silverston cukup membuat Martin kembali ke puncak klasemen sementara. Ia kini memiliki 241 poin, memimpin tiga poin dari Bagnaia di posisi kedua.

Berikut hasil MotoGP Inggris 2024:

1. Enea Bastianini (Ducati Lenovo) 39:51.879
2. Jorge Martin (Prima Pramac Racing) +1.931
3. Francesco Bagnaia (Ducati) +5.866
4. Marc Marquez (Gresini) +6.906
5. Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46) +7.736
6. Aleix Espargaro (Aprilia) +9.514
7. Alex Marquez (Gresini) +9.741
8. Marco Bezzecchi (Pertamina Enduro VR46) +14.016
9. Pedro Acosta (Red Bull GASGAS Tech3) +16.386
10. Franco Morbidelli (Prima Pramac Racing) +23.609
11. Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) +24.202
12. Jack Miller (Red Bull KTM Factory) +25.767
13. Maverick Vinales (Aprilia) +26.751
14. Johann Zarco (LCR Honda) +26.953
15. Luca Marini (Repsol Honda) +31.507
16. Takaaki Nakagami (LCR Honda) +37.278
17. Augusto Fernandez (Red Bull GASGAS Tech3) +37.605
18. Remy Gardner (Monster Energy Yamaha) +59.137.

Merasakan sensasi seperti pembalap profesional dengan Ducati Panigale V4

0

Terlahir dari pengembangan mendalam motor yang memenangkan Kejuaraan Dunia Superbike selama dua tahun berturut-turut, Ducati Panigale V4 telah memperbarui konsep secara menyeluruh dalam hal desain, dasar teknis, dan ergonomi. Sebuah perkembangan yang memanfaatkan fungsi dari evolusi ban, aerodinamika, dan elektronik, serta pengalaman dan keahlian dari Ducati Corse.

Research terus dilakukan tanpa henti untuk mendapatkan performa yang baik, ini merupakan ciri khas dunia kompetisi balap, yang juga sangat mempengaruhi evolusi desain motor. Faktanya, pada Panigale V4 baru, gaya dan teknologi berpadu sempurna untuk meningkatkan performa.

Motor ini dapat menimbulkan rasa kagum pada pandangan pertama, sensasi magis dan irasional yang meningkat saat Anda duduk di bangkunya, semua itu berkat solusi teknis yang dirancang oleh engineer Ducati.

“Misi Ducati adalah memperkaya kehidupan orang-orang melalui motor yang canggih secara teknologi dan memiliki keindahan sensual,” kata Claudio Domenicali saat mempresentasikan motor ini selama Ducati World Première.

“Motor ini melanjutkan sejarah kesuksesan dan model tak terlupakan, yang mewakili ekspresi maksimal dari nilai-nilai kami yaitu Gaya, Kecanggihan, dan Performa,” jelas Domenicali.

Panigale V4 baru ini membuat pengendaranya dapat merasakan sensasi seperti pembalap profesional berkat solusi elektronik dan teknologi yang belum pernah ada sebelumnya, sebagian besar berasal dari MotoGP.

Solusi seperti mesin V4 dengan distribusi desmodromik dan counter-rotating shaft, atau sasis dan elektronik yang bahkan lebih mendekati Desmosedici GP resmi. Sebuah motor yang dapat meingkatkan keterampilan berkendara pengendaranya, baik profesional maupun amatir, menawarkan kepercayaan diri yang mendorong batasan pengendaranya lebih jauh dalam berkendara di sirkuit.

Panigale V4 berevolusi sesuai jalur Ducati dalam kompetisi balap MotoGP, di mana Desmosedici telah menjadi motor yang paling diminati dalam kategorinya, dengan tujuh dari delapan pembalap berhasil memenangkan setidaknya satu balapan pada tahun 2023.

Panigale V4 S baru memiliki berat hanya 187 kg, dua kg lebih ringan dari model sebelumnya, dan memperoleh tambahan 0,5 hp meskipun memenuhi homologasi Euro5+ yang lebih ketat.

Fairing pada Panigale V4, juga dapat mengurangi hambatan aerodinamis sebesar 4% dan melindungi pengendara dengan lebih efektif saat di lurusan, menjaga pengendara dalam semacam “gelembung” udara yang tenang.

Memindahkan tepi depan fairing ke belakang terhadap roda depan membuat motor lebih lincah saat berganti arah dengan kecepatan, sementara perbaikan bentuk mudguard dan konveyor di hulu radiator meningkatkan efektivitas sistem pendingin, khususnya pendingin oli.

Dalam merancang Panigale V4 yang baru, Centro Stile Ducati terinspirasi oleh Ducati 916 yang legendaris. Tujuan para desainer adalah untuk mengambil inspirasi dari motor ikonik dari perusahaan Borgo Panigale ini dan mengintegrasikan solusi ergonomis dan aerodinamis dari Desmosedici GP, yang diperlukan untuk memenuhi gaya berkendara saat di sirkuit.

Tampilan samping Panigale V4 yang baru memberikan keseimbangan antara depan dan belakang yang khas dari model 916, dengan tata letak umum yang lebih horizontal dan lebih mirip dengan motor MotoGP tahun-tahun terakhir.

Garis khas dari model 916 juga menjadi inspirasi untuk merancang cluster lampu depan, di mana tampilan yang tegas diperkuat oleh DRL berbentuk V ganda yang khas dari motor sport Borgo Panigale. Hingga akhirnya, saluran udara kini menjadi tunggal dan terletak di tengah, tersembunyi di bawah fairing, sementara bagian ekor, yang lebih lebar dan lebih panjang, meningkatkan ruang bagi pengendara.

Panigale V4 lebih bertenaga dan lebih ringan dibandingkan model sebelumnya, dibuat untuk memberikan sensasi yang tak tertandingi untuk para penggemar.

 

Mesin Panigale V4, Desmosedici Stradale berasal dari mesin motor Ducati MotoGP, dengan banyak solusi teknis yang sama, mulai dari arsitekturnya. Ini adalah mesin V4 90° dengan distribusi desmodromik, poros counter-rotating shaft, dan timing Twin Pulse, yang memberikan Panigale V4 suara yang benar-benar mirip dengan Desmosedici GP.

Mesin Desmosedici Stradale yang telah disertifikasi Euro5+ ini menghasilkan 216 hp pada 13.500 rpm dan torsi maksimum 12,3 Kgm pada 11.250 rpm. Nilai-nilai ini meningkat dalam konfigurasi sirkuit: dengan menggunakan knalpot balap Ducati Performance oleh Akrapovič, daya maksimum meningkat menjadi 228 hp.

Agar Panigale V4 semakin kompetitif, Ducati Corse membuat target kekakuan baru untuk rangka dan swingarm agar dapat memanfaatkan potensi secara penuh dari ban slick baru yang digunakan di Superbike.

Engineer Ducati Corse menentukan kekakuan lateral optimal untuk mempertahankan cengkraman pada sudut kemiringan yang kini melebihi 60°, sambil tetap mempertahankan nilai kekakuan longitudinal yang tinggi untuk memanfaatkan torsi mesin selama akselerasi dan kekuatan pengereman.

Untuk tujuan ini, Front Frame yang dimodifikasi dan swingarm dua sisi yang baru – Ducati Hollow Symmetrical Swingarm – dikembangkan; ringan dan dengan desain inovatif, berkat geometri spesifik, hal ini memungkinkan posisi knalpot tetap berada di bawah mesin, sebuah solusi unik dalam panorama global motor supersport jalan raya.

Solusi ini mengkonfirmasi pendekatan Ducati, yang didasarkan pada gaya, kecanggihan, dan performa, yang mampu mengatasi kompromi antara gaya dan performa.

Swingarm baru mengurangi kekakuan lateral (-37% dibandingkan dengan swingarm satu sisi sebelumnya) dan berat berkat dua slot pencahayaan besar, meningkatkan traksi saat keluar dari tikungan dan feeling pengendara selama akselerasi.

Roda belakang yang dipahat dari swingarm memiliki berat 2,7 kg lebih ringan dari yang sebelumnya dan lebih efektif dalam mentransfer tenaga ke tanah. Pada Panigale V4 S, roda paduan aluminium yang dipahat dengan lima jari-jari tangensial, terinspirasi oleh roda Desmosedici GP, hanya memiliki berat 2,95 kg untuk depan dan 4,15 kg untuk belakang.

Front Frame lebih ringan (3,47 kg dibandingkan dengan sebelumnya 4,2 kg) dan telah dimodulasi ulang dalam hal kekakuan dibandingkan dengan model sebelumnya (-40% secara lateral).

Sebagai hasilnya, ini menawarkan lebih banyak kepercayaan saat membungkuk dan lebih efektif saat mengambil apex dan menutup tikungan. Suspensi elektronik generasi ketiga Öhlins NPX/TTX pada Panigale V4 S memperluas jangkauan penyesuaian mereka, menawarkan pengaturan yang lebih nyaman untuk penggunaan jalan raya dan juga lebih efektif saat berkendara di antara kerb sirkuit. Pada saat yang sama, kecepatan yang lebih besar dari katup hidrolik memberikan respons yang lebih tepat dan akurat dalam setiap situasi berkendara.

Ducati Panigale V4 yang baru adalah motor pertama di dunia yang dilengkapi dengan kaliper rem depan Brembo HypureTM. Lebih ringan (-60 gram per pasang) dan lebih berkinerja tinggi, kaliper Brembo HypureTM mengalihkan panas yang dihasilkan oleh pengereman dengan lebih efektif, menawarkan performa yang lebih konsisten, dan dengan demikian memberikan efektivitas yang lebih besar bagi pengendara dalam mencari batasnya sendiri. Premiere dunia penting lainnya adalah sistem Race eCBS, yang dikembangkan oleh Bosch bekerja sama dengan Ducati.

Panigale V4 2025 juga dilengkapi dengan paket lengkap kontrol elektronik: Ducati Traction Control DVO, Ducati Slide Control, Ducati Wheelie Control DVO, Ducati Power Launch DVO, Engine Brake Control, dan Ducati Quick Shift 2.0.

Sistem DQS 2.0 menggunakan strategi yang sepenuhnya bergantung pada sensor posisi sudut dari drum gear, sehingga dapat menggunakan batang pergantian gigi tanpa micro switch dan menawarkan pengendara merasakan langsung jarak perjalanan yang lebih pendek. Panigale V4 yang baru, ditawarkan dalam konfigurasi single-seater dengan kit penumpang tersedia sebagai aksesoris akan tiba di dealer pada September 2024 mendatang.

Berikut spesifikasi Panigale V4 S dan V4  :

 Panigale V4 S

Colour – Ducati Red with Urban Grey frame, black rims and matt black front mudguard

Main standard equipment :

  • Desmosedici Stradale engine, 1,103 cc
  • Maximum power of 216 hp at 13,500 rpm (209 hp @ 12,750 rpm for the US market)
  • Maximum torque of 12.3 kgm at 11,250 rpm (121,3 Nm @ 11250rpm for the US market)
  • Curb weight without fuel: 187 kg
  • “Front Frame” chassis
  • 17-litre aluminium tank
  • Ducati Electronic Suspension (DES) 3.0
  • Öhlins NPX-30 fork with Öhlins Smart EC 3.0 control system
  • Öhlins TTX 36 shock absorber with Öhlins Smart EC 3.0 control system
  • Öhlins steering damper with Öhlins Smart EC 3.0 control system
  • Forged aluminium rims
  • Lithium battery
  • Braking system with Brembo HypureTM monobloc callipers
  • Pirelli Diablo Supercorsa V4 tyres with 200/60 rear
  • Wings with biplane configuration and integrated design
  • Latest generation electronic package with 6-axis Inertial Measurement Unit (6D IMU): Race eCBS with cornering functionality; Ducati Traction Control (DTC) DVO; Ducati Slide Control (DSC); Ducati Wheelie Control (DWC) DVO; Ducati Power Launch (DPL) DVO; Ducati Quick Shift (DQS) 2.0; Engine Brake Control (EBC), Ducati Vehicle Observer (DVO)
  • Buttons for quickly changing levels
  • New 6.9” full-TFT dashboard with 8:3 aspect ratio
  • Riding Modes (Race A, Race B, Sport, Road, Wet)
  • Full-LED headlights with DRL and turn signals integrated into the headlight*
  • Single-seat configuration (passenger kit accessory)
  • Ready for Ducati Data Logger (DDL) and Ducati Multimedia System (DMS)

Panigale V4

Colour – Ducati Red with Urban Grey frame and black rims

Standard equipment like Panigale V4 S except for :

  • Curb weight without fuel: 191 kg
  • 43 mm Showa Big Piston Fork (BPF), fully adjustable
  • Sachs mono-shock absorber, fully adjustable
  • Sachs steering damper
  • Five-spoke light alloy wheels
  • Lead acid battery

Suzuki raih 1.705 SPK, 3 model kendaraan ini jadi favorit di GIIAS 2024

0

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mencatat 1.705 SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) berbagai model menjadi favorit pengunjung, seperti New XL7, New Carry, dan Baleno di pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024.

Pencapaian tahun ini meningkat 12% jika dibandingkan dengan ajang yang sama sebelumnya, sekaligus menandakan daya beli positif dari masyarakat Jabodetabek.

Menurut Randy R. Murdoko, Dept Head 4W Sales PT SIS, industri otomotif kembali menjadi sorotan dengan adanya pameran GIIAS 2024. “Suatu kepuasan bagi kami bisa menyediakan produk sesuai kebutuhan utama pelanggan. Lini mobil baru Suzuki tetap dipercaya membawa value jangka panjang bagi berbagai keperluan. Kepercayaan tersebut dibuktikan dengan raihan penjualan lebih tinggi sebesar 12% dibanding tahun lalu,” jelas Randy.

Angka memuaskan itu diketahui terdiri dari 3 model kontributor terbesar, dimulai oleh dominasi New XL7 sebesar 32% atau sebanyak 551 unit. Jumlah tersebut juga termasuk varian terlaris seperti hybrid. SUV ini memposisikan dirinya sebagai mobil petualangan berkapasitas 7 penumpang paling nyaman di kelasnya.

Kemudian, sang Rajanya Pick-Up yaitu New Carry menyumbang 23% penjualan, atau 390 unit. Kendaraan komersial ringan seperti New Carry diyakini oleh pelanggan mampu memberikan keuntungan usaha melalui kehematan dan kemudahan operasionalnya.

Sebagai contoh selama pameran GIIAS 2024, Suzuki Indonesia turut menampilkan inspirasi Coffee Truck dan Mobile Charging berbasis New Carry. Nama besar Carry sejak lama telah menjadi bagian dari penggerak ekonomi dan bisnis rakyat Indonesia.

Pilihan mobil baru Suzuki lainnya yang tidak kalah laris adalah Baleno. Hatchback stylish ini digemari oleh 18% pembeli di booth Suzuki Indonesia, setara dengan 304-unit terjual di satu lokasi dalam waktu 11 hari. Unsur kelengkapan fitur, kenyamanan serta harga kompetitif merupakan alasan kuat untuk segera memiliki Baleno sebagai kendaraan harian.

Pengalaman hadir ke pameran GIIAS 2024, khususnya booth Suzuki Indonesia semakin menyenangkan berkat pelayanan pramuniaga informatif, dealing area nyaman, kids corner menyenangkan bagi anak, serta permainan interaktif. Ditambah pula kehadiran bintang utama yaitu konsep mobil listrik, yaitu eVX, yang untuk pertama kalinya hadir di Indonesia.

“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pengunjung maupun pelanggan atas kehadirannya selama pameran. Kami harap produk dan layanan dari Suzuki mampu memberikan pengalaman baik serta berkesan layaknya yang dirasakan pelanggan setia lain sebelumnya. Ajang ini bisa menjadi pembuktian masih terjaganya daya beli masyarakat kepada mobil baru di tengah terpaan kondisi ekonomi dinamis seperti saat ini,” tutup Randy.